Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

PUA dan Spiritualisme

Spiritualism-Rare-Collection-of-50-Books-4

Definisi “spiritualisme” dari Wikipedia :

Spiritualisme di dalam agama adalah kepercayaan, atau praktik-praktik yang berdasarkan kepercayaan bahwa jiwa-jiwa yang terangkat (saat meninggal) tetap bisa mengadakan hubungan dengan jasad. Hubungan ini umumnya dilaksanakan melalui seorang medium yang masih hidup. Ada keterlibatan emosional yang kuat, baik pada penolakan maupun penerimaan terhadap spiritualisme ini yang membuat sulitnya suatu uraian imparsial dipakai untuk membuktikannya.

Wait. Apa hubungannya PUA sama spiritualisme? Jangan nanya gue karena gue juga bingung.

Singkat cerita, ada seorang penganut ajaran sebelah. Ini beberapa cuplikan dari doi :

PUA itu setau saya DINAMIS, gak pake teori ini itu… terbuka dg bervariasi “pendekatan” mau spiritual, mau pendekatan sales pd umumnya, mau pendekatan lewat hobby, pendekatan sensual GAK DIPATOK,, tapi dari awal saya bergabung, saya gak nangkep apa maksudnya hrs pake pendekatan sensual

Pendekatan PUA dengan spiritual? WHAT?

Harus pake pendekatan sensual, ya jelas, emang itu tujuan aslinya kan? Lo deketin cewek cantik, kalo bukan karena alasan sexual (lo naksir dia, lu suka wajahnya yang cantik, lo suka sama badannya yang ideal, dsb) buat apa?

Mungkin kalo bukan sexual misalnya lo lagi belanja, kasirnya cewek, lu deketin dia mo bayar karena kalo ngeloyor pergi aja tanpa bayar dari tokonya bisa-bisa diteriakin maling. Atau mungkin lo deketin teller bank karena mo nabung. Or lo deketin mbak-mbak yang jaga warung rokok dan minuman karena lo mo beli ketengan. Bisa jadi. Tapi yang kayak gini mah ga usah pake pendekatan spiritual kale.

Sisanya ya apalagi kalo bukan karena alasan sexual? Problemnya kan biasanya cuma 1, ga berani maju, nervous, gugup, takut gagal, dsb. Karena ekspektasi ketinggian atau takut sama penolakan. Itu aja toh. Ga perlu pake meditasi segala. Pendekatan dengan hobi? Itu yang namanya “INDIRECT APPROACH”. Tapi kalo lo suka sama tuh cewek ga lain dan ga bukan, itu artinya lu suka secara sexual sama dia.

Kalau gak nyocok jd supel, ya gak perlu dipaksain jadi supel… tapi yang PENTING JIKA SUDAH MENYADARI NILAI YANG DIMILIKI, ada baiknya PERTAHANKAN!! Itu esensinya dari spiritual, bukan mem-fokus-kan mindset pada teknik tapi gak ngaca klo mengalami kesalahan teknis…

Oke, ini gue setuju. Inti dari cold approach memang buat mengeksplore diri sendiri. Itulah kenapa gue nyaranin bikin jurnal selama elo komit dengan perubahan yang mau dibuat. Newbie mission pun gue susun seminimal mungkin. Tanpa kasih teknik atau taktik.

Dan gue setuju, beberapa orang yang cenderung pasif dan ga banyak omong yang gue kenal, juga ga banyak bergaul bahkan cenderung menarik diri, tapi cewek-cewek ada aja yang nempel sama dia. Itu gue setuju. Kasus-kasus begini ga sedikit memang.

Tapi apa hubungannya sama spiritual? Entahlah.

Yang mau gue angkat, ini bukan maksain jadi supel. Tapi ini ya memang masalah membangun keberanian berinteraksi dengan orang lain (spesifiknya dalam kasus ini lawan jenis). Supel itu adalah SALAH SATU nilai tambah, tapi bukan nilai absolut.

However, permasalahannya, kalo ga bergaul, dikit banyak ga bertemu dengan orang lain, gimana bertemu dengan lawan jenis? Lewat dunia spiritual, kekuatan alam semesta, dimensi ke 10? Spirit world gitu? Ini orang kayaknya kebanyakan nonton animenya Studio Ghibli (My Neighbor Totoro, Spirited Away dan semacamnya).

Ya buat maintain inner sex nya… gak nyalahin juga dg kegunaan teknik PUA untuk hal itu, toh manusia makhluk biologis yg suka ngento-ngento… cuman sekali lg, ribet… itu point view nya kenapa saya ngemas spiritual yg selama ini ribet, fokusnya jd lebih jelas (pribadi & karakter) supaya gak muter2 ke teori tapi mismindset.

Ada cewek, lu suka, ajak kenalan atau ajak ngobrol. Ribet? Susah? Repot?

Bukannya malah ribet mengaitkan hal beginian yang sesimple membuka percakapan dengan dunia spiritual?

“Maintain inner sex” maksudnya apa ya? Gue bingung. Dorongan sex itu adalah dorongan alamiah mahluk hidup, untuk keperluan mempertahankan keturunan. Kebetulan manusia diciptakan dengan dua gender. Ga perlu dimaintain. Dorongan itu akan selalu ada, selama lu masih hidup dan normal. Yang ada perlu dikontrol, tapi bukan diingkari atau disangkal. Dan dorongan sex ini ada di semua mahluk hidup, termasuk manusia. Kecuali ini reply dari mahluk halus, atau yang bisa membuat keturunan dengan membelah diri ya ntahlah, mungkin bagi roh-roh di dunia spirit itu beda lagi.

Perbandingan agan valid, tapi gak perlu merendahkan… karena saya sendiri sama sekali gak merendahkan PUA… hanya saja, PERJELAS KONTEKSNYA… inner game apa buat pencitraan ‘sensual’ ? karena materinya saya perhatikan lebih ke pencitraan sensual… maaf kalau saya salah mendikte

Ini jawaban gue :

Sooo… lo mo bilang pertama kali belajar beginian, kenal PUA dan company-company sebelah bukan buat narik lawan jenis?

Reply dari dia

Awalnya iya, pasti buat dapet pasangan, buat ngentho, buat melampiaskan hal2 yg belum pernah terealisasi… anak-anak muda ke komunitas rohani aja buat nyari “jodoh” tapi jadi pelik karena mismindset… tp ternyata buat INTERAKSI SOSIAL yang selama ini disepelekan karena ada kemudahan teknologi

Jadi, dia mau bilang, kalo dia terjun ke dunia “spirit” ini utamanya bukan hal-hal tersebut? Jadi kenapa join grup-grup seperti IndoPUA, Hotguy System dan Pencintrong Wewe?

Tapi fair-fairannya gue setuju, dan emang itu awalnya yang gue tekankan di komunitas ini. Kalo memang ada masalah dengan dirilo dengan cewek, kemungkinan problem yang ada di dalam dirilo ga cuma sebatas cewek aja. Dan jangan berharap bisa ngobrol sama cewek dengan lancar kalo sekedar ngobrol sama orang sekitar aja masih gelagapan.

Tapi lagi-lagi. Apa hubungannya masalah ini dengan spiritual?

Indikasinya doi alumni fanatik Pencintrong Wewe a.k.a Kopaja (Komunitas Pencinta Jamur).

Head in Hands

Kaget? Sekarang sih engga.

Seduction is SIMPLE

Inget kalimat diatas?

Gini… gini. Cewek itu manusia. Sama kayak cowok, beda gender aja. Bukan mahluk spesial, bukan roh, bukan mahluk halus, bukan dewi atau semacamnya. Sama kayak cowok juga, mereka juga pastinya punya kekurangan. Namanya manusia. Problem utamanya gue emang setuju, belakangan apalagi, kebanyakan manusia sekarang lebih cenderung lebih prefer interaksi lewat social media.

Hasilnya kalo tatap muka, berhadapan langsung, mereka bingung, takut, dan ga TERBIASA. Itu kata kuncinya : TERBIASA. Gimana caranya supaya jadi TERBIASA? Ya dibiasakan. Dan elo perlu mengubah pandangan bahwa cewek itu perfek, lebih tinggi dari cowok, lebih spesial dari cowok, perlu perlakuan khusus yang berlebihan dan semacamnya. Itu aja.

Simple kan?

Gue rada skeptis ini orang (di chapter sebelumnya) serius atau becanda?

download

Tapi apapun argumen yang gue angkat, dia bakal tetep ngotot sama pendiriannya. Gue jadi inget sama kasus pheromone beberapa waktu yang lalu.

Ini referensinya :

https://lakitulen.wordpress.com/2014/12/11/placebo-effect
https://lakitulen.wordpress.com/2015/10/16/kerang-ajaib-ulululululul

Fenomena mencari “shortcut-shortcut” ajaib seperti ini bukan hal yang baru. Inget aja PUA movement itu udah jauh lebih lama berkembang di barat dibandingkan sama komunitas seduction (atau pengembangan diri umumnya) di Indonesia yang kalo boleh dibilang masih orok usianya, kalo dibandingin sama dunia Barat. Ngeliat booming Pickup Artist, para praktisi pengembangan diri yang lebih mengarah ke “new age” dan mambo jambo juga pengen dapet porsi dari pasar yang baru ini.

Lagi-lagi gue refer ke Debunking the Seduction Community :
https://play.google.com/store/books/details/Aaron_Sleazy_Debunking_The_Seduction_Community?id=tXJGBQAAQBAJ

Hal-hal begini, udah dibahas di buku tersebut secara tegas dan jelas. Ini versi bahasa Inggrisnya :
http://aaronsleazy.com/v2/free/debunking-the-seduction-community

Sisanya :

Open new style, pendekatan dg cara lain… jd gak stuck di approach basi bro… flirting, kino, jerk joke (itu pendekatan kuno) arti pendekatan sendiri untuk memicu informasi, bukan ‘menggoda’

Ini reply gue :

Basi ga basi, kuno ga kuno it works. Mungkin dari jaman nenek moyang kita.

Sekarang kenapa re-invent the wheel kalo cara yang paling sederhana itulah yang bekerja dan terbukti ampuh sepanjang masa? Ini yang gue bilang innovative for the sake of beinginnovative. Maksain.

Ga ada yang perlu diinovasi, apalagi mengintegrasikan hal yang ga ada hubungannya blas kesini. Ini kayak lo mencoba menciptakan cara berjalan kaki yang baru, atau cara bernafas baru cuma karena lu berpendapat cara yang biasa itu basi dan kuno

common-sense-superpower

Kali-kali ada yang berpendapat cara jalan yang biasa itu kuno, maaf kalo membuatlo kecewa, tapi lo udah keduluan setengah abad sama Monty Python :

Mungkin perlu gue angkat lagi :

  1. Keluar
  2. Ngobrol sama cewek
  3. Selanjutnya terserah Anda

Itu cara para “natural” bisa dapetin “style” mereka. Bukan dengan meditasi, bukan dengan ngoceh sendiri di depan cermin atau ngonsumsi substance ajaib dan semacamnya.

Gagal? Ditolak? Cari yang lain, beres.

Percaya sekarang, kalo inovasi yang ada untuk seduction itu innovation for the sake of innovation? Inovasi cuma biar keliatan inovatif. Inovasi untuk berinovasi, bukan karena memang perlu ada inovasi.

Dan ya memang, apalagi yang harus dirubah atau diperbaharui daripada berinteraksi sama lawan jenis? Ya tarolah memang kalo meditasi itu works dan tiba-tiba ada cewek hot menclok sama elo entah darimana (mungkin dari dunia roh), elo tetep harus berinteraksi juga sama dia kan? Atau… ya setidaknya ngobrol sama dia?

Substance

Satu lagi… ada yang bilang orang sukses tuh banyak yang minum alkohol, make cocain, konsumsi LSD, dsb. Gue ga nyangkal. Rival favorit gue, Steve Jobs dan Bill Gates itu pengguna LSD. Salah satu kisah yang keren, Jordan Belford (the Wolf of Wallstreet), pengguna cocain dan obat-obatan terlarang lainnya.

Nah yang perlu lu ketahuin, orang sukses (dalam hal ini tajir, wealthy) make hal-hal tersebut buat REKREASI, bukan buat meningkatkan IQ mereka atau semacamnya. Pelarian dari pressure status mereka, kerjaan mereka, dan semacamnya. Kalo memang substance tersebut yang nge”boost” IQ mereka, jadi tambah pinter, jadi sukses dll, kemana aja para hippie yang getol make LSD waktu jaman perang vietnam? Kok kagak sukses-sukses sampe sekarang?

Ada statement dari “pemimpin spiritual” asbun bilang bahwa indian (native american) dan aborigin itu dibantai karena memakai DMT. Wait… WHAT?

Ini pelajaran SMP (atau malah SD, gue lupa) : 3G, Gold, Glory, dan Gospel. Kalo perlu nonton film historical khususnya soal jaman spanish conquest kayak Columbus, soal jaman kolonialisasi ke benua Amerika (atau benua-benua lainnya). Walo mungkin di tone down karena yang bikin hollywood juga, tapi ya jelas gue lebih percaya alasan penduduk asli dibantai karena para penjajah ini serakah. Karena EMAS, tanah, kekayaan, dsb. Bukan karena penduduk native american ngonsumsi DMT terus jadi pinter.

Kalo gue jadi penjajahnya jujur aja, gue bakal peduli amet mereka mo konsumsi apaan. Waktu mereka mendarat di amerika, mereka udah cukup dominan, karena mereka pake baju zirah yang mengkilap, sedangkan suku native (south) american telanjang, mereka dianggap dewa, diperlakukan bak raja. Jaman koboi, native american kegeser, juga lagi-lagi karena wilayah dan demam emas.

Sisanya, dengan statemen asbun gitu, kalo lo masih ngedengerin doi… elonya yang perlu diperiksa. Masih waras kagak. Kalo gue lanjutin, banyak buanget statemen yang asbun, kayak kuliah itu ga penting. Kalo kuliah itu ga penting, gimana dengan orang yang bermimpi jadi dokter? Bisa gitu hanya dengan visualisasi? Dokter tanpa gelar/pengakuan masyarakat ya namanya dukun jadinya dong. Gue ga setujunya dengan kuliah itu karena kebanyakan orang mengganggap dengan gelar/ijasah itu semuanya beres. Jadi orang kuliah bukan karena ilmunya, tapi buat secarik kertas.

Kalo gue korek lebih lanjut, ntar dibilang gue sentimen… sirik, gosip atau apalah. Ya… sak karepmu.

BTW akhir kata… n this is no joke : hati-hati, sekedar mengingatkan. M**ic m**hroom itu udah termasuk narkotika golongan 1 di Indonesia, dan schedule 1 di amrik. Apapun alasan pelarangannya, gue ga peduli. I’m doing fine without it so far. Dan gue ga berniat main-main sama hukum narkotika. Call it society’s bullshit or whatever, tapi tetep aja suka ato engga kita masih tinggal di tengah masyarakat. Kalo sampe di grup ada ngangkat topik ini, gue ban permanen aja deh. Mana banyak yang cross member sama grup Kopaja.

 

6 comments on “PUA dan Spiritualisme

  1. wahyuadi Pras
    April 23, 2016

    semenjak muncul gotlek, grup kopaja ini jadi pondok kebatinan. klo ga ngajak meditasi, ya paling makan jamur krispi..

  2. Pingback: “Culture” | Laki Tulen

  3. akay
    August 11, 2016

    Gua juga ketipu ama dia. Gua pake tu mush***m and gua kayak orang gila enam jam penuh dan diliat tetangga-tetangga.. pokoknya bikin malu deh. Dulunya gua bangga tp setelh gua baca ini gua jd malu sendiri. Gua udah buang sisanya di pembuangan sampah. Gua mau belajar percaya ama diri gue. Gue juga udah belajar sana sini baca sana sini akhirnua gua nemu orang yg tepat dan menjelaskan realitas sejelas-jelasnya tanpa teknik-teknik marketing

  4. _ Eternoinc
    August 17, 2016

    trima kasih buat penjelasnnya.
    dulu saya penganut HS&PW
    HS ko kurang , next ke PW , dan di PW its work, tp setelah baca bbrp artikel agan saya jadi bingung ternyata.
    no offense
    dan terima kasih pencerahanya.

    • exorio
      August 18, 2016

      Intinya simple aja kok.

      Ada cewek, lu doyan, ajak ngobrol. Ditolak, cari yang lain, sampe nemu yang nerima elo. Itu aja.

      Suka ga suka, lo mo seganteng ato setajir apapun, ga semua cewek bakal menclok ke elu.

      Sembari jalan, perbaikin apa yang bisa diperbaikin dari dirilu. Belon pede? Asah rasa percaya diri. Kere? Cari duit. Simple. Begitu dan seterusnya. Baca bukunya Aaron biar lebih jelas.

      Masih bingung?

      Ya gue juga udah bilang kok kalo emang cara sebelah works buat lo silakan pakai.

      Gue ga pernah maksa siapa-siapa menggunakan cara gue.

      Cheers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 23, 2016 by in Opini and tagged , , , , , .
%d bloggers like this: