Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Guru kencing berdiri murid kencing berlari

Komunitas gue rasa udah cukup berkembang banyak.

Di kaskus lair belakangan ada Martinleoss yang dengan sabarnya ngejawab pertanyaan-pertanyaan yang dateng kesitu buat konsultasi.

Gue ga kenal sih, tapi kayaknya ini orang cukup termasuk baik, tips-tipsnya oke gue rasa. Ntah muncul darimana, tiba-tiba doi ngepost FR, kemudian ngebantu orang-orang yang berkunjung ke thread. Dari cara ngepostnya udah ketauan dia ini orang yang decent.

Gue sendiri masih dapet permintaan-permintaan coaching, padahal gue udah bilang gue ga minat baik dibayar, apalagi gratis.

Nah gue harap dengan adanya orang seperti Martinleoss, pada ga kemaruk ngepm doi nyuruh dari ujung ke ujung minta dicoaching sampe jadi womanizer kelas kakap dengan gratis.

Ini udah berkali-kali kejadian. Temen gue ogah masuk grup lagi karena begitu gue bilang dia playboy tulen, langsung pada ngeadd friend dan berbondong-bondong ngepm. Mungkin pada minta dicoaching gratis.

Baca ini kalo ga ngeh kenapa hal tersebut gue angkat.

Sisanya, gue iseng-iseng ngecek webnya Aaron lagi. Ga ada yang baru. Tapi browsing-browsing linknya gue nemu bagian testimonial :

Aaron Sleazy has completely changed how I think about game. I used to think I need to go out and do x approaches. It was a lot of pressure just to hit that number. Most importantly, it wasnt that fun for me and my approaches arent very energetic either. So rarely did I actually even tried to go out. However, Aaron showed me that learning seduction should be fun. We went out to several clubs, it was fine to just enjoy the music and have a good time. We dont need to hit on every single hot girl there. As long as you are having fun, the girls can tell and are definitely warmer to you. Now learning seduction is no longer a drag, I am happy going out and actually try to pick up girls. I really like this new mentality since I feel so motivated to go out and game.

Aaron’s game is a little ridiculous to say the very least. Seeing him in person going up to a girl and have his hand under her shirt in 30 seconds is just mind blowing. I have never seen anything like that! It just convinced me that girls are sexual creatures and want your advances. On top of that, it looked so easy, as if anyone can do it. He told me it is just escalation and judging her reactions. If she is into it, just keep on escalating! Well it fucking works, at the end of that night, I had this hot blonde eastern European girl straddle me, biting my neck while I was sucking on her boobs. This was all under 10 mins, in a night club in Berlin. I didnt even say a word to her! Aaron helped me realized that girls are very receptive to advances, it is not a big deal and everyone just wants to have a good time. Push farther, and you will get fantastic results. If she doesnt like it, there is a girl just as hot right next to her.

After being with Aaron for 2 days, I feel that I have a much healthier mentality about learning seduction and is genuinely excited to go out and learn it. On top of that, he has taught me important skills and guts that will expedite my learning process. i am already starting to compile my own Sleazy Stories🙂

—Damien, New York City

Yang minta ditranslate, gue jitak.

Buat baris yang terakhir, already compiled mine😉

Inget “Sleazy Method”? Aaron ga berminat bikin “metode”, kayak Mystery Method atau semacamnya. Gue sendiri udah baca Minimal Game, dan gue udah jelaskan bahwa gue cukup kecewa karena isinya terlalu simpel. Ngarepnya sih isinya kayak Mystery Method. Tapi gue nyadar ya emang itulah seduction.

Sorry gue udah ga punya bukunya lagi, waktu itu gue kasih ke wingman gue.

Anyway, ini bukan hal yang luar biasa sebenernya. Asal lo jeli ngeliat response ceweknya. Selama dia ga narik diri, terus maju.

“Sleazy Method”

  1. Picking up your environment
  2. Focusing on receptive girls
  3. Not fucking it up

Pake tanda kutip karena gue rasa Aaron ga punya metode atau “jurus”. Sama kayak womenhunter bilang “jurus tanpa jurus”.

Gue sempurnain dikit

  1. Meet a girl
  2. Escalate
  3. Not fucking it up

Tapi sekali lagi, kalo si cewek ga mau ya udah, jangan maksa. Tapi selama dia masih belum nolak elo, atau ngasih tanda negatif, ya jangan mundur.

Dan intinya : HAVE FUN

Positif dan Negatif

Komunitas PUA dikit banyak ngasih hal ke gue, gimanapun banyaknya “guru” yang beredar di luar sana, misalnya Style dengan The Game nya atau Mystery Method yang saking ruwetnya gue belakangan males baca lagi. Atau malah yang menyarankan tapping (EFT) buat menghilangkan social anxiety. Walau bagaimanapun juga, The Game dan Mystery Method yang memberikan gue kepercayaan untuk keluar dan bereksperimen.

Permasalahan utama komunitas adalah memperumit hal yang seharusnya sederhana.

Tapi “Sederhana” bukan berarti gampang.

Mau kaya? Ya cari duit. Sederhana kan? Tapi gampang ga jadi kaya?

Yang lebih utama lagi, benahin dasarnya dulu. Kalo belon bisa asik sama orang baru, baik cewek maupun cowok ga usah mimpi ONS sama supermodel.

Pasti ada sesuatu hal dibelakangnya yang bikin elo kesulitan sama cewek. Ini yang perlu dicari. Apakah elo minderan? Apakah elo dendam ma cewek? Atau apa? Dan kenapa elo minderan atau dendam sama cewek? Dan selama perjalanan gue, gue nemuin hal ini, gue perbaiki dengan segera.

Dan diluar itu, cepat atau lambat, elo bakal sadar sendiri, mayoritas orang ga mau jadi player. Mungkin kalo elo sekarang masih baru mulai, elo menggebu-gebu dan ini jadi tujuan utama elo.

Percaya aja deh, ntar belakangan lu juga bakalan bosen sendiri. Ngabisin waktu, energi dan biaya. Yang terutama sih waktu, setidaknya bagi gue. Tapi lagi-lagi, gue bilang, memang pas awal-awalnya elo harus ngepush dirilo sejauh mungkin, diluar zona nyaman elo.

Dan awalnya lo ngiler liat foto-foto para dating coach. Dan pengen dikelilingin cewek kayak gitu. Semuanya ngelewatin fase ini kok. Grup udah kedatengan troll-troll tipe begini. Ngepost foto tanpa permisi.

Impresif, ok. Tapi pas gue tanya udah jadian sama yang mana? Ga bisa jawab.

… gue bingung,.. ini mau jadi player ato mau jadi badut? Mana pake akun FB asli pula.

Yang lebih menyedihkan itu, kalo keluar seharian khusus buat hunting foto bareng cewek. Ngemis-ngemis di mal, dan sebagainya. Jujur deh sejujur-jujurnya : elo enjoy ga melakukannya? Jujur aja, gue ga enjoy. Dan jujur aja, gue juga pernah kejebak di fase ini. Deketin cewek udah mulai lancar, dan kemana-mana gue pastiin kamera HP gue selalu siap.

Tapi, setelah itu? Nothing, nada, zip.

Karena otak gue terset nyari foto bareng, BUKAN menikmati interaksinya.

Ga percaya? Cobain sendiri deh, jalanin yang diatas.

Hotguy System VS Pencintrong Awewe

Darimana doktrin dan mindset kolektor foto ini datengnya? Kalo gue tebak sih, dari yang ngajarin. Akun sosmednya pribadinya penuh banget sama foto-foto bareng cewek.

Masbro sekalian, sekedar kasih nasihat apa adanya. Terserah mo lo terima apa engga. Orang ini memang perlu jualan, dan self-proclaimed motipator cintrong. Yang elo lakuin cuma jadi kacung marketernya doi.

Sekarang si ahli cewek, biochemistry, fisika dan metafisika punya inovasi baru : gimana caranya punya banyak pacar.

Wahhh… fantastis sekali!

Setelah menjanjikan dengan tekniknya lo bisa mendapatkan bintang shitnetron tanpa ngapa-ngapain.

Well, yang gue bilang sebelumnya, ngomong normal sama orang baru aja belon bisa, ngomong normal sama cewek aja masih gelagapan, punya pacar 1 aja belon tentu bisa ngehandle. Ngimpi punya banyak pacar?

Gue udah share pengalaman gue maintain beberapa hal sekaligus, dan itu cukup nguras energi gue. Mungkin elo ini superman atau kapten ‘murica, ya silakan😛

Begini deh, analoginya. Lo baru belajar bawa mobil, lo langsung mau drifting atau wheelie. Bisa ga?

Atau anak TK lo ajarin fisika. Yang ada tuh anak malah kebingungan. Kayak troll-troll badut yang nyangsang ke grup indopua/kaskus lair. Basic bersosialisasi mereka belon paham, interaksi dasar antar manusia mereka ga ngeh, dan belum bisa ngontrol ego, ketika mereka seneng bisa deketin cewek random, ego langsung meroket. Dan tendensinya jadi troll/keyboard warrior.

SmileySignroflmao

Jujur aja, selama beberapa tahun gue perhatiin komunitas romance di Indonesia, gue lebih simpatik sama company yang satunya. Walo memang menurut gue ada beberapa ajaran mereka yang masih tergolong absurd menurut gue.

Terlebih lagi dengan inovasi baru mereka, kelas khusus cewek. Yang ngajarin, cowok semua. Itu kayak cowok ngajarin cewek pipis. Cowok juga pipis tiap hari, kayak cewek, tapi caranya kan beda. Kalo yang ngajarin cowok, gimana?

Tapi, diluar itu, kayaknya company yang ini masih lebih mendingan. Beberapa lulusannya yang gue kenal pribadi cenderung humble. Walo kadang mereka kelewat perlente😀

Tapi gapapa kok, itu masalah kalibrasi aja. Ntar mereka lama-lama nyesuaiin diri juga.

Sedangkan lulusan yang satunya, cenderung agresif dan menggebu-gebu.

Well, yah sekedar teori dan asumsi dari gue sendiri sih. Company yang perlente itu penggeraknya banyak, jadi bisa saling mengingatkan, dan mereka belajar ngebangun sinergi dalam team mereka.

Salah satu komplen minor, ini kayaknya kebawa sama mereka pas ngajarin orang baru keluar : cari team dulu supaya ga dianggap loser. Seriously, ini mo bikin polyandri ato pesta gangbang gitu?

FYI pas awal-awal gue rajin praktek gue jabanin clubbing sendirian. Awalnya berasa berat banget, tapi lama-lama cuek. Bisa karena terbiasa, itu aja intinya. Dan itu kan memang alasannya kita keluar? Cari teman baru, ngepush diri keluar dari zona nyaman dibandingkan ngegondol zona nyaman elo kemana-mana?

Sama juga ngomong sama cewek yang belon lu kenal. Awalnya berat, tapi lama-lama terbiasa juga kok.

Cara gue tetep maintain skill ini sekarang, ya tiap ada kesempatan aja. Sembari jalan. Yang simple-simple aja. Masuk tol, penjaga tolnya cakep, ya gue gombalin dikit. Ke restoran, bikin mbak waitressnya ge-eran. Dll, dst.

Beberapa kasus troll, ngebangga-banggain jumlah approachnya yang sampe ribuan, karena yang ngajarin dia udah sampe puluhan ribu selama span beberapa tahun. Buset dah rajin bener ya jumlah approach diitungin segala.

iWKad22

Ya gue maklum, komunitas seduction di Indonesia masih tergolong muda, jadi badut-badut tipe begini masih banyak berkeliaran diluar sana.

Gue udah pernah peringatkan, jangan lupa tujuan awal elo sebenarnya apa.

Bersosialisasi?

Self-healing?

Mengembangkan diri?

Ngumpulin jumlah approach?

Ngumpulin foto?

Pengen jadi saingannya Erik Von Markovik?

Bikin “metode” baru?

Sekarang percaya ga, karena seduction itu simple, inovasi yang “baru” terkesan maksain. Ya contohnya itu, cara punya banyak pacar.

“Seduction Method” yang Teruji Jaman

  1. Keluar
  2. Ngobrol sama cewek
  3. Selanjutnya terserah Anda

Simple kan? Tapi tunggu dulu, inget lagi diatas ya : simple bukan berarti gampang.

Atau mungkin lo lebih suka pake shortcut? Yang lebih gampang? Misalnya gotlek?

SmileySignroflmao

Sempet ngintip diskusi sebelah, gile bahasannya level 1 level 2, bila belum begini harus begitu, ketika level begini begono begitu. Alamak. Gampang? Ntahlah mungkin gue orang yang bego, jadi ga ngerti bahasa dewa. Simple? Kalo gue bilang dengan tegas : nope. Ini shortcut imajinatif yang diwanti-wanti sama Aaron.

Mo keluar? Ya keluar.

Mo ngobrol ma cewek? Ya ajak ngobrol. Itu aja.

Ini bukan gue yang bikin metode, tapi mungkin udah dari jaman bahasa verbal diciptakan manusia. Bahkan jaman kakek nenek moyang kita semua, jauh sebelum pua-puaan dan gotlek itu ada. Ga percaya? Lo sekarang ada disini, ngebaca artikel ini, gimana caranya kalo misalnya kakek nenek moyang kita ga ngerti soal seduction? Walo mereka bukan PUA atau player.

Pikirin baik-baik ya.

Masa Depan Komunitas

Udah beberapa orang gue minta bantuan jadi admin di IndoPUA. Dan mereka dengan senang hati jadi ngadimin, thanks berat.

Perlu diinget, bahwa gue ga bisa selamanya terus maintain grupnya sendirian. Dan gue yakin para ngadiminnya juga ga bisa.

Sebagian besar dari mereka banyak yang ga pede, pas gue minta bantuannya ngadimin grupnya.

Yang ngadimin, gue pilih mereka bukan karena mereka punya rekor 10.000.000 cewek yang diapproach atau koleksi fotonya banyak,

Tapi gue punya alasan sendiri. Gue udah pake intuisi kalo milih orang.

Nah, privilege/wewenang para admin ini semua sama, dan gue harap mereka ga takut ngangkat orang yang dirasa pantes jadi admin baru. Admin harus tetep nambah terus, atau setidaknya dirotasi. Dikit banyak hal ini ngelatih intuisi juga kok. Belajar ngeliat orang dari cara dia menyampaikan pendapat/tulisan.

Nono, ini bukan banyolan atau teori yang gue buat-buat. Ini juga udah teruji jaman. Coba misalnya ada orang yang ngirim surat lamaran kerja tapi ngasal. Bakal diterima ga? Orang-orang HR juga bisa ngeliat first impression dari lamaran yang masuk.

Yang jelas, gue belajar banyak dari grup ini juga.

Cheers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 11, 2015 by in Uncategorized and tagged , .
%d bloggers like this: