Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Needy VS Persistence

Needy

Dibutuhkan sikap persisten nggak sih dalam hal pdkt ini? Gw sulit melihat perbedaan yg tegas antara sikap persisten dan needy.Lalu bagaimana bersikap persisten tanpa terkesan terlihat needy?

Pertama, kalo elo kawatir “terlihat needy” itu berarti elo  masih tergolong “needy”. Dalam arti mungkin elo tau bahwa elo masih “needy” makanya elo berusah untuk tidak terlihat sebagai “needy”.

Agak sulit bagi gue menjelaskan soal “needy” ini. Yang jelas, needy itu diakibatkan oleh yang namanya “scarcity/poor mentality”. Lawan dari “scarcity/poor mentality” ini adalah “abundant mentality”.

Paling mudah ngeliat konsep masing-masingnya, baiknya kita ngeliat arti kata masing-masing.

“Needy” itu arti sebenarnya “miskin”, “melarat”, “tidak mampu”. No, ini ga perlu ketrampilan berbahasa inggris dengan nilai TOEFL perfek, cukup pake google translate aja.

Kalo dalam kasus romance, itu artinya elo miskin “cinta”. Apalagi kalo lo ga punya banyak “TO” ato “target operasi”. Yang jelas banyak playboy yang menganjurkan untuk PDKT ke banyak cewek sekaligus.

Kenapa? Supaya kalo lo ditolak sama satu, lo bisa beralih ke yang lain secara cepat. Dari situ juga lo bisa melakukan perbandingan. Kadang kala kalo lo ga ada pembanding, satu orang bakal terlihat perfek banget di matalo. Ini yang bahaya.

Ditambah lagi kalo lo ga punya pilihan lain, ini yang menyebabkan “needy”. Gue pernah bilang bahwa pilihan yang terlihat gampang bukan berarti gampangan.

Ini khususnya terjadi di kantor lama gue, dimana mayoritas karyawannya cowok, dan sikap mereka keliatan kampungan begitu ada satu cewek masuk.

Kayak misalnya rebutan sembako, ga bisa tertib, ga bisa antre, bahkan sampe ada yang meninggal terinjak-injak segala. Karena mereka memang “miskin” sembako. Dalam arti lain : “needy”

sembako-hanura

Nah coba kalo pembagian sembako ini dilakukan di kawasan yang mayoritasnya keluarga yang berkecukupan. Mungkin masih ada yang minta, namanya barang gratis siapa yang ga suka. Tapi gue bisa ngebayangin mereka kemungkinan besar bakal lebih tertib, karena emang uda berkecukupan. Di daerah gue sendiri sering kok melakukan bakti sosial seperti pembagian bahan pangan atau sembako, tapi bisa tertib.

Atau mungkin paling pas, lo harus cobain transportasi umum di luar negeri, dimana semuanya tertib, nyaman, bahkan jadi males kalo bawa kendaraan sendiri. Sedangkan di Indonesia, Transjakarta cuma awal-awal doang yang tertib, sedangkan kalo mo naik pada berebutan, serobot sana serobot sini.

“Needy” sejauh dalam pengertian gue, ini termasuk dalam kategori “emosi”. Bukan sikap. Sikap bisa lu atur, tapi emosi jarang ada yang bisa. Lo bisa aja bersikap tenang, tapi di dalem hati marah besar. Atau lo bisa aja bersikap dan keliatan ceria tapi di dalam hati elo mengalami depresi (inget Robin Williams?).

Inget juga Ricky Halim? Entah masalahnya sama Lynia apaan, tapi kalo Ricky engga needy, dia ga akan invest emosi segitu besarnya ke Lynia, sampe melukai korban segala.

Kalo lo cuma membenahi dari sikaplo aja, tapi deep inside lo masih needy, it’s useless. Mau sampai kapan berpura-pura begitu?

Needy itu jauh lebih berbahaya dari yang lu kira. Orang lapar bisa membunuh orang lain. Ga percaya? Rampok, jambret, begal, dll. Itu mereka golongan “needy”, dalam konteks materi. Ricky Halim, dalam konteks romance. Secara general, biasanya nyebabin “penyakit” yang namanya “one-itis”, dimana seseorang terlihat begitu spesial dan sempurna.

Sekarang, pertanyaan utamanya : gimana sih caranya supaya engga needy? Bener ga?

Kita liat lawan kata dari needy yaitu “abundant” atau berkecukupan, berkelimpahan. Simple aja sih. Ini juga udah gue sampaikan di artikel yang dulu-dulu. Ga lain dan ga bukan ya ketemu sama lawan jenis sebanyak-banyaknya.

Dan ini saran yang gue dapet di mASF dulu : GFTOW (Go Find Ten Other Women).

Temuin 10 cewek yang lain, dan coba lapor lagi apakah target utamalo masih keliatan spesial di matalo.

Lingkunganlo ga banyak cewek? Nah itulah fungsinya cold approach.

Persistence

Persistence ga sama dengan needy. Cara ngeceknya gampang aja sih, lo tanya ke dirilo secara jujur, apakah elo masih dalam kategori “needy” diatas.

Atau begini deh, misal lo lagi ada target operasi yang lu lagi PDKT nih, gimana kalo lo tembak dia sekarang. Berani ga?

Kalo ga berani, itu kemungkinan besar lo masih takut penolakan, dan masih “needy”.

Soal persistence sendiri udah gue bahas di way to the mastery.

Nah sekarang kalo PDKT sama cewek gimana? Apakah harus persistence?

Namanya juga manusia, lo ga bisa nebak. Ada kalanya satu orang cewek perlu usaha lebih, ada juga yang emang lagi bener-bener kesepian sehingga pas lu langsung tembak dia juga langsung terima. Beneran, gue ga boong. Ada temen gue yang baru kenal sama cewek dibawah seminggu, dia langsung tembak terus mereka pacaran.

Gue juga sempet bilang, bahwa playboy biasanya orang yang oportunis, mereka pake intuisi dan ngambil kesempatan begitu kesempatan atau ketika mereka nangkep “sinyal” dari cewek.

Dan itu juga fungsinya lo ke lapangan, untuk melatih intuisi elo. Bukan ONS, gandeng supermodel, dsb. Sisanya, kalo lo dapet “lebih” ya itu anggeplah “bonus”.

Nah sekarang, ada persistence yang bodoh dan ada persistence yang cerdas.

Ini contoh persistence yang bodoh :

Ini contoh persistence yang cerdas :

Pikir sendiri bedanya ya.

Outcome Independence

Satu kunci untuk mengurangi sifat needy elo adalah dengan mengadopsi pola pikir “outcome independence” atau merdeka dari hasil. Apapun hasilnya lo terima. Dan lo lebih mengutamakan pengalaman yang lo dapat. Dalam arti : MENIKMATI PROSESNYA.

Pembahasan istilah “outcome independence” ini udah cukup banyak, silakan google. Gue juga sempat menyinggung hal ini di artikel-artikel gue yang dahulu, silakan cari.

Cheers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 31, 2015 by in Opini and tagged , .
%d bloggers like this: