Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

A Note for Jombloers

Note yang ditulis sama salah satu ngadimin IndoPUA. Doi cewek, inisialnya PT. Mungkin juga nama samaran. Karena sebelum join grup gue suruh dia jangan pake akun facebook asli, dan dia bilang akunnya emang udah akun clone.

Entah kenapa doi cabut, apakah karena saking banyaknya PM yang masuk ke dia, ato karena gue secara teges bilang ga percaya sama LoA.

But ini tulisan wajib lo baca kalo mo join IndoPUA. This is one fine gem of writing. See, member dan kontribusi macam begini yang gue cari di IndoPUA.

Dan gue sepakat bener ma tulisannya. So enjoy. N thanks PT buat kontribusinya!

=== Note starts here

Entah berapa kali, tapi gw berasa sering banget baca pertanyaan,”Kenapa gw nggak dapet-dapet pacar juga?”.

Jangan dikira dengan punya pacar, penderitaan seorang jomblo akan berakhir, Bro.

Analoginya, orang miskin yang ga bahagia karena terus merasa berkekurangan, apakah dia akan bahagia ketika dia kaya? Nggak, dia justru akan mengalami ketakutan kalau semua kekayaannya itu akan hilang gitu aja.

Alias, penderitaannya sama-sama ada, cuma bergeser tergantung sikon aja. Artinya, yang perlu diubah bukan situasi yang di luar, tetapi mindset yang ada di dalam.

Kalo lo sekarang jomblo dan bertanya,”Gw belajar PUA, kok nggak dapet-dapet pacar juga?”. Saat lo sudah punya pacar nanti, ya lo akan mengalami “penderitaan laki-laki yang berpasangan”. Kemudian, lo akan kembali dengan pertanyaan,”Gw sudah punya pacar, tapi kok masih tertarik approach cewek-cewek lain ya?”.

***

Mumpung lo lagi single sekarang, lo punya kebebasan untuk approach cewek sebanyak-banyaknya, Bro, jangan buru-buru pengen dibuang. Karena ntar, ketika udah berpasangan, perjalanan yang lo bangun akan lain lagi ceritanya.

Bikin perjalanan lo yang menarik, yg kira-kira kalo kisah lo ini ditulis jadi novel trilogy, kayaknya bakal laris manis. Pembaca-pembaca lo yang udah merid dan punya anak cuma bisa ngebayangin dan nyesel karena pas single, dia nggak manfaatin waktunya dengan baik, Sedangkan lo, malah udah ngalamin langsung semuanya.

Misalnya, lo deketin cewek di tempat dugem, saking kuatnya chemistry yang bisa lo bangun, seisi night club sampe ngasi space ngedance cuma buat lo dan dia, krn saking enjoynya ngeliat kalian. Seluruh mata hanya tertuju pada lo, sampai DJnya juga teralih perhatiannya ketika si cewek itu mulai mencium lo. Apa lo nggak kepengen ngalamin itu?

Atau, lo mencoba untuk approach stripper dan dia akhirnya tertarik untuk make out sama lo, not for money, masa iya lo juga nggak kepengen ngalamin itu?

Kalo lo nggak menikmati status single lo sekarang, apa kira-kira lo juga akan menikmati ketika lo udah berpasangan, Bro? Menurut lo, apa penyebab orang-orang yang udah berpasangan skrg banyak yg selingkuh/bercerai?

***

Misalnya pun, lo saat ini juga dipertemukan dengan perempuan yang lo inginkan, sdgkan lo masih berupa barang mentah.

Lo nggak tau harus ngomong apa, nggak tau harus nyentuh dia di bagian mana. Paling parah, lo masih dengan mindset lama lo,”Kenapa lo nggak bikin gw seneng?” dan bukan,”Gimana caranya gw bikin lo seneng?”. Ya udah, bakal bubar semuanya.

Coba bayangin, ketika akhirnya lo ketemu pasangan lo nanti, lo bisa belai rambutnya dan bilang,”Lo tau, sebelumnya sudah banyak banget cewek yang hadir dalam kehidupan gw. Hebatnya, baru ketika ketemu lo ini, gw ngerasa yakin kalau lo adalah cewek yang gw pilih sebagai partner dalam perjalanan hidup gw.” It feels soooo good to be her.

Ya, nggak ada kan cewek yang bakal gebuk-gebuk sayang di dada lo dan bilang,”So sweet!”, setelah lo bilang,”Lo tau, gw sebenarnya adl orang yg menyedihkan dan nggak pernah berani deketin cewek. Gw selalu ngerasa nggak punya banyak pilihan. Makanya, ketika lo hadir dalam hidup gw, gw langsung buru-buru nerima lo. Soalnya, gw nggak yakin akan ada cewek lain yang mau, kecuali lo.”

***

Lagipula, cuma orang yang sukses dalam status “single” yang berpotensi juga sukses dalam status “in a relationship”.

Lo sering nggak denger orang lain atau ngalamin sendiri, ciri-cirinya begini:
– Lo fokus dengan “cara dia memperlakukan lo”.
– Lo mengatur dia untuk bertindak sesuai dengan yang lo inginkan.
– Lo marah ketika dia bertindak yg nggak sesuai keinginan lo.
– Lo takut kehilangan dia.

Itu bukan “love”, Bro, tetapi itu “emotional dependency” atau “ketergantungan emosional”. “Emotional dependency” ini terjadi akibat lo kurang memperhatikan diri lo sendiri, sehingga lo mengharapkan pasangan lo untuk melakukan apapun yang bikin lo merasa aman dan dicintai.

Sedangkan dalam “love”, lo hanya bisa mencintai orang lain ketika lo sudah bisa mencintai diri lo sendiri. Lo pun nggak takut untuk kehilangan orang itu, karena lo memang nggak membutuhkan orang itu untuk membuat lo merasa dicintai dan aman. Lo hanya ingin terus memberi dan berbagi dengan dia.

Saat mempelajari seduction, lo sebenarnya sedang berlatih untuk mencintai diri lo sendiri. Lo terus memfokuskan energi lo untuk membenahi diri hingga akhirnya muncul kecintaan lo terhadap diri lo sendiri.

Sekarang, coba perhatiin sekeliling lo. Berapa banyak orang yang nggak sadar sedang menjalani hubungan “emotional dependency” sebagai “hubungan cinta”? Berapa banyak orang di sekeliling lo yang sudah mencintai dirinya sendiri dan terus belajar membenahi diri?

Kalo lo diketawain karena belajar seduction karena orang itu nggak tau kalau inti dari seduction adalah menggali value lo sendiri, jangan didebat, bro. Just sit back, grab your popcorn, and watch.

***

Akhir kata, enjoy your ride. Selalu inget asasnya,”Life is a journey, not a destination.” Lo boleh dengan gampangnya ngelepas keperjakaan lo (toh kayaknya lo udah terlanjur juga ya, Bro? Hahaha), tetapi untuk status single lo, Bro, musti mikir dua kali dulu sebelum ngelepasinnya.

5 comments on “A Note for Jombloers

  1. Anonymous
    February 25, 2016

    Damn bro.. she knows what she’s talking about. really dope read for lots of people out there. hope this gets more views. credit and huge thanks for the writer and you.

    • exorio
      February 25, 2016

      *summon PT*

      Tuh non, kalo lo baca. Tulisanlo jempol!

  2. Anonymous
    February 27, 2016

    How did she get into this? Tell us a little bit more about her history

  3. Anonymous
    February 28, 2016

    oh jadi gitu ceritanya, its a nice story, we need more girls like her. wah men, gua jd sedikit tau sejarah pua; apa itu masf; dan dance floor game elu, really good bradeur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 5, 2015 by in Inner Game, Opini.
%d bloggers like this: