Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Gotlek Yang Fenomenal

keep-calm-and-beyond-godlike-3

Jadi di IndoPUA group mulai ada diskusi tentang metode yang fenomenal ini. Dikit banyak gue juga ngintip grup sebelah dan artikel-artikel mengenai metode ini.

Nah, sekarang ini semua cuma perlu akal sehat aja.

Entah disadari sama pencipta metode yang paling kontroversial ini, beberapa cuplikan dari page sebelah :

“Bagaimana mungkin seorang cowok biasa nga ngapa-ngapain tapi wanita cantik malah datang dan tergila-gila sama doi?”

Ga mungkin. Tapi gue percaya ini pertanyaan retorik. Tapi gue mau mengangkat satu fakta : benarkah tidak melakukan apa-apa?

“Ane diundang party, begitu masuk club, ia disambut dan dipeluk 10 model super cantik, lalu ia mencium bibir SEMUA wanita tersebut.”

Wiiiihhh asik ya ^^

Yok kita bedah sedikit demi sedikit.

Diundang ke party, sekarang party semacam apa? “Club” sendiri artinya itu party yang glamor. Apalagi kalo party ulang tahun. Lo tau kah berapa juta ngebooking satu table semalam di sebuah club? Apalagi ngebooking satu club untuk party?

Yang mau gue angkat disini adalah secara sosial subjek yang diangkat oleh yang bersangkutan sehat secara sosial. Setidaknya rutinitas si subjek termasuk dalam kategori sosialita. Party di club terutama. Ga banyak kalangan yang punya akses atau mampu membiayai kegiatan-kegiatan seperti itu. Kemungkinan besar juga yang bersangkutan adalah orang yang punya. Bukan orang yang ga berduit.

Dalam kasus ini, kondisi start si subjek sudah sehat secara sosial, dan kemungkinan finansial.

Sisanya, datang ke party itu tidak melakukan apa-apa? Menurut gue datang ke party itu sudah termasuk sebagai tindakan. Nah, jawab sejujur-jujurnya deh ke dalam hati lo, coba tanya ke dirilo sendiri. Seberapa sering elo diundang ke party? Party apapun itu. Belakangan gue jujur udah jarang sekali, yang ada gue diundang ke event. Terlebih lagi kalo lo udah usia kerja dan punya job, sebagian besar orang disekitarlo sibuk dengan kesibukan masing-masing. Yah kalo memang lo sering dan diundang ke party glamor dan elo udah jadi frequenter tetap di satu club, gue yakin lo bisa ngelakuin hal yang sama juga. Tapi kenyataannya?

Dan overall selama 2 tahun gue menjalankan komunitas IndoPUA/Kaskus Lair, gue berkesimpulan bahwa kalangan yang kesulitan dengan wanita itu biasanya punya masalah basic yang harus dibenahi terlebih dahulu : dasar bersosialisasi. Kan gue udah bilang, kalo belon bisa jadi orang asik buat sesama, siapapun itu, mo satpam kek, mo penjaga warung kek, mo temen kek, ga usah ngimpi HB-HBan. Apalagi ngimpi basah ga melakukan apa-apa ada model main kuda-kudaan sama elo.

Oke, mengenai tindakan sendiri, percaya atau engga, pernah beberapa kali kejadian ketika gue keluar ke pub, gue sekedar duduk menikmati suasana, tiba-tiba ada cewek yang ngedatenging gue.

Ga lama kemudian dia udah di pangkuan gue. True story. Gue pernah bilang “sometimes just being there will get you lucky”.

Nah, yang ada pada komunitas ini, sebagian besar memiliki problem yang jauh lebih besar dibandingkan masalah cinta aja.

Dan problem-problem inilah yang menyebabkan para individu ini mengalami kesulitan dengan wanita. Entah karena gengsi mengakuinya atau karena ego yang ketinggian.

Bukan pengetahuan tentang limbic system atau serotonin dan semacamnya yang mereka perlukan.

Cukup menggunakan akal sehat, diundang ke party apalagi yang diadakan di club itu sudah menandakan bahwa orang tersebut secara sosial sudah termasuk sehat. Hayo jujur. Seberapa sering lo menyempatkan diri ke event-event sosial? Apalagi party di club? Berapa kali seminggu? Ga usah seminggu, sebulan? Setahun berapa kali? Gue ga bakalan heran kalo misalnya orang-orang seperti ini jarang getting in-touch sama knowledge-knowledge seperti ini.

Dan apakah dibeberkan panjang lebar PROSES dari si pemberi testimonial ini, gimana caranya, prosesnya dia bisa diundang ke party mewah di club yang berisi model dan bintang sinetron? Nope, yang ada, pembaca cuma diiming-imingi hasil yang fantastis dan rahasianya ada didalam formula yang super ampuh :

“Hanya saja doi tau rumus gotlek dengan sendirinya sejak ingusan.”

Cuma itu?

Sebagian besar playboy yang gue kenal memang engga banyak melakukan usaha banyak. Seperti yang gue bilang, mereka ini lebih condong menjadi oportunis. Sebagian besar dari mereka juga ga bisa mengontrol approach anxiety mereka, dan sangat jarang melakukan cold approach. Yang ada mereka ngeliat sinyal duluan dari si cewek.

Tentu saja, banyak hal-hal yang kecil dan tidak kentara (subtle), mulai dari attitude hingga cara bicara, yang mana para playboy ini sudah terlatih seumur hidup melakukannya, yang menyebabkan mereka bisa melakukannya secara alamiah. Bukan rumusan gotlek.

Ini emang engga bisa gue pungkiri. Sebagian besar playboy memang memulainya dari usia sangat dini. Dan ini butuh PROSES.

Seminar ga akan memberikan elo apa-apa. Ini contohnya :

Orang tersebut tau cara kerja sepeda tersebut, tapi kalo dia ga coba, coba dan coba lagi sampai otaknya mulai tersinkron sama setting sepedanya yang baru ya ga akan bisa.

Sama juga, para playboy coba, coba dan coba lagi sampe intuisi mereka terasah. Dan proses ini berjalan dalam waktu yang ga sebentar. Lo cuma ngeliat hasilnya doang, si playboy ngegandeng cewek baru tiap minggu, dan semuanya hawt-hawt. Liat kejadian-kejadian dan proses dibelakangnya ga? Berapa kali dia diblowoff sampe dia dapet gandengan baru?

Lo liat orang tajir, yang lo liat mobil mewahnya aja. Tapi apakah lo liat proses dia dibelakangnya kenapa dia bisa sampe bawa mobil mewah tersebut?

Nah kalo udah nyadar dikiiit… gue mau tanya deh : seberapa jauh usaha yang udah lo lakukan?

Dalam kasus ini, silakan baca lagi ulasan diatas. Yang bersangkutan sudah sehat secara sosial dan finansial. Lingkungan dia juga merupakan lingkungan yang setidaknya berisi kalangan mampu. Mengadakan party di club dan semacamnya. Apakah lingkungan sosial elo seglamor itu? Gimana dengan PROSES dia bisa mencapai hingga “diundang ke party di club” tersebut?

Kalo lo berpikir tanpa aksi dan tanpa modal sedikitpun lo bisa ngeboyong model dan bintang film, lo bukan perlu dating coach. Lo perlu dirawat di rumah sakit jiwa karena delusi dan imajinasi yang udah lebih dari akut. Bahkan kalopun lo niat keluar dengan modal badan, tentunya elo tetep harus keluar minimal untuk transport atau cover charge dan semacamnya.

Kalo ada subjek yang bener-bener murni ga melakukan apa-apa sama sekali, ga ada duit, ga ada kegiatan sosial sama sekali, ga pernah keluar dan mengurung dirinya 24/7 di kamar dan metode gotlek ini bisa ngasih doi supermodel, gue pengen ketemu orangnya.

Mungkin ini salah satunya pengguna gotlek :

http://www.dream.co.id/orbit/joe-pengemis-tajir-penakluk-156-wanita-140919y.html

SmileySignroflmao

 

 

 

Kayak yang gue bilang : everything have its price. Lo jadi superhebat sama cewek, itu perlu pengorbanan di bidang lain. Mau lo ngegembel?

“Namun alam semesta ternyata memberikan saya petunjuk bahwa hal itu mungkin. Saya dipertemukan oleh seorang cowo yang amburadul, kere, tapi doi bisa tuh memiliki pergaulan luas dengan banyak awewe hawt mulai dari model, penyanyi, artis layar lebar, hingga artis sinetron.”

Jadi walaupun lingkungan sosial jauh dari penyanyi, model, artis layar lebar dan sinetron, metode ini bisa menarik semua wanita dari lingkungan tersebut. Sounds like bullshit to me. Kayak yang Aaron bilang, kalo elo bermimpi menggandeng putri bangsawan, tapi lingkungan pergaulan elo ga pernah bersinggungan dengan para darah biru, ya jelas impossible. Lingkungan pergaulan yang paling sering lo datangi ga pernah berisi bintang film? Ya jangan mimpi ngegondol bintang film. Believe me, you’ll have much easier life.

Mungkin dari kenalan dia, kemudian dia kenal orang lain, dan begitu seterusnya. Tapi sekarang, kalo lo ga ada koneksi sama sekali buat ke lingkungan bintang film dan model, gimana caranya lo hangout sama mereka?

Nah, tambah lagi petunjuk lainnya di videonya, yang bersangkutan mendatangkan seseorang yang pernah mengambil private coaching. Separah-parahnya kondisi si pemberi testimonial, gue liat orangnya ga jelek-jelek amat, setidaknya masih kelihatan fit, rapi dan setidaknya masih terlihat presentable. Private coaching dari yang bersangkutan setau gue sih harganya hingga jutaan rupiah (seingat gue mencapai puluhan juta) dalam hitungan hari.

“Saya dipertemukan oleh seorang cowo yang amburadul dan kere”

Deskripsi diatas kelewat lebay kalo menurut gue.

“Tidak kaya” tapi mampu mengeluarkan puluhan juta dalam hitungan hari, okelah itu berarti bukan tidak kaya, tapi setidaknya masuk dalam kategori “mampu”. Gue pribadi bakal berpikir 1000x untuk membuang uang sebesar itu tanpa income kembali. Mungkin gue akan mengambil course yang sesuai dengan passion gue dibandingkan mengambil private coaching yang berkisar di 2-3 hari cuma untuk mengajarkan caranya ngobrol sama cewek.

Kalo kondisi elo seperti itu juga, penampilan ga jelek-jelek amat, finansial juga ga ancur-ancur amat, presentable, dan tergolong “fit” kemungkinan besar juga sudah banyak cewek yang ga lu kenal yang lu temuin di jalan ngasih sinyal-sinyal yang subtle banget. Tugaslo adalah menanggapinya. Dan bagaimana dengan sinyal-sinyal tersebut? Bagaimana cara menangkapnya? Dengan mengasah intuisi. Bagaimana cara mengasah intuisi ini? Ga lain dan ga bukan dengan cara ke lapangan sesering mungkin.

Nahhh, sekarang kutipan dari pencetus gotlek ini begitu ditanyain kok ga ada hasilnya :

“Jika sudah melakukan proses dengan benar, jangan mengharapkan hasil karena yang penting adalah prosesnya.”

Alamakjleb.

Jadi apa maksud dari kutipan-kutipan diatas? Oke kalo lo males scroll ke atas, gue copas lagi khusus untuk elo.

“Bagaimana mungkin seorang cowok biasa nga ngapa-ngapain tapi wanita cantik malah datang dan tergila-gila sama doi?”

“nga ngapa-ngapain tapi wanita cantik malah datang dan tergila-gila sama doi?”

“Namun alam semesta ternyata memberikan saya petunjuk bahwa hal itu mungkin. Saya dipertemukan oleh seorang cowo yang amburadul, kere, tapi doi bisa tuh memiliki pergaulan luas dengan banyak awewe hawt mulai dari model, penyanyi, artis layar lebar, hingga artis sinetron.”

Bagaimana dengan “nga ngapa-ngapain tapi dicipoq model, penyanyi, artis layar lebar hingga artis sinetron?”

Seriously, masih adakah orang yang percaya dengan metode klenik ini?

SmileySignroflmao

 

 

 

Cuma gue kasian aja sama yang udah bayar mahal-mahal ikutan seminar beginian.

Gue kasih analogi yuks.

Lu ke bengkel buat ngebenerin mobil elo, slogan tuh bengkel “service cepat, ga pake syusyah, ga pake lama, ga pake ribeud, ga perlu modal, ga perlu ngapa-ngapain, mobil lain sudah kesini dan hasilnya tokcyeeer cyinnn, cewek-cewek bakal ngelirik mobil elo setelah diserpis dimari!”

Tapi pas lo tanya ke montirnya “gimana bisa benerin ga? ko masih rusak? mana cewek-cewek yang ngelirik mobil ane?”

… montirnya ngejawab “yang penting prosesnya, bukan hasilnya!”

… atau… “coba visualisasiin aja, ntar kekuatan alam semesta bakal memperbaiki mobil ente. Kalo mobil ente ga beres-beres ya itu berarti ente kurang imajinasi”

SmileySignroflmao

 

 

 

Nah, sekarang kenapa cuma stop di cewek aja? Yakin masalah situ cuma cewek doang?

Gimana kalo sekalian berhenti mengejar duit? Kalo memang bekerja pada level atom dan kekuatan alam semesta, seharusnya bisa diaplikasikan ke hal lain kan?

Gimana kalo kita ganti “cewek” dengan “duit”.

“Berhenti mengejar duit itu pemalas? Bukan! Berhenti mengejar duit itu adalah TINDAKAN BERANI untuk tidak mengejar duit lagi!”

Jadi gimana, stop kuliah, stop sekolah, stop kerja, diem aja di rumah gitu, berdasarkan logika gotlek ini ntar kekuatan alam semesta dan atom bakal bikin elo jadi milyader tanpa elo melakukan apa-apa, duit bakal dateng ke elo sendiri… hayooo yang fanatik gotlek, gimana, berani?

Gue yakin kagak. Karena pencetus gotlek inipun sampe sekarang masih berkarya, seminar gratis sana sini, gencar melakukan marketing dan sampe sekarang masih jualan.

Bahkan facebook groupnya sendiri masih dia yang ngurus. Nga ngapa-ngapain?

Seriously, that is beyond FUBAR, Fucked Up Beyond All Recognition

SmileySignroflmao

 

 

 

Bonus tambahan dari komentar artikel web yang bersangkutan :

“pernah coba ni teknik, hasilnya lumayanlah. 1 org temen ngenalin 4 org cew skaligus. 1 org sahabat ngenalin 1 cew, yg masi kontak hanya dg yg dikenalin sahabat q itu”

*facepalm lagi*

Silakan baca ini https://lakitulen.wordpress.com/2014/12/11/placebo-effect/

Jadi, kalo dari komentar tersebut, setidaknya harus memiliki teman yang punya kenalan cewek. Setidaknya : bergaul. Bergaul itu sudah melakukan sesuatu. Dikenalin doang sih biasa, gue juga sering kok. Ga perlu gotlek-gotlekan. Kadang temen gue ketemu temen ceweknya, mereka ngobrol berdua gue dicuekin, ya gue tinggal minta kenalan aja. Beres. Kalo gue cuma visualisasiin doang di contoh kasus temen gue itu ya ga bakal dikenalin, tetep perlu tindakan dari gue juga.

Kalau dibilang “tidak melakukan apa-apa” itu cuma impian basah para pemalas. Silakan habiskan hari ini dengan mengurung diri di kamar, tiduran, tidak melakukan apa-apa kalo ada wanita cantik yang belum pernah lu kenal sebelumnya langsung datang ke pangkuan elo, case closed.

Jujur aja, gue juga pengen jadi tajir mampus kayak Bill Gates tanpa melakukan apa-apa. Bisakah gue menjadi kaya kayak bill gates cuma dengan meniru attitudenya dia tapi ga melakukan apa-apa? Gue yakin lu ketawa baca kalimat tersebut kan?

BTW dalam hal ini gue setuju kok. Proses itu emang lebih penting daripada hasil. Kalo lo ga enjoy prosesnya, lo bersungut-sungut, pesimistis, ya orang waras manapun bakal ogah deket-deket sama elo, apalagi cewek. Dan PROSES itu HARUS lu LAKUKAN, JALANKAN dan ALAMI. Dan itu BUKAN TIDAK BERBUAT APA-APA.

Sekarang diberi kasus juga sama yang bersangkutan

kenapa banyak orang kaya yang kesulitan sama wanita?

Ada statistiknya? Apakah yang bersangkutan sudah kelapangan beneran menanyakan satu-per-satu kalangan kaya? Karena orang kaya tersebut tidak mengenal konsep gotlek? *facepalm*

Sejujurnya yang gue lihat sebaliknya. Orang kaya TIDAK kesulitan dengan wanita. Gue pribadi berpendapat, bahwa orang kaya yang kesulitan dengan wanita itu biasanya orang yang kaya karena orangtuanya yang kaya.

Dalam arti dia belum mempunyai karakter, atau karakternya belum terbentuk. Semuanya dihadirkan diatas nampan perak (istilah “game on silver platter”) untuknya. Setidaknya dari beberapa orang yang gue kenal.

Mereka orangnya plin-plan, ga teges, takut mengambil keputusan dan suka mengeluh. Ga heran orang-orang tersebut kesulitan sama cewek. Dan ya, beberapa dari mereka tergolong dari kalangan yang mampu.

BTW ingat artikel ini?

https://lakitulen.wordpress.com/2014/01/05/artikel-pertama-2014/

Nah, ini orang ga pernah kesulitan sama cewek. Tapi diluar itu, lebih banyak kasus yang berlawanan juga dengan kesimpulan gue diatas.

Contohnya coba liat anak-anak pejabat tajir bahkan yang bermasalah sekalipun.

kebanggaan_rasyid_rajasa_foto_dengan_girlband_2n

Kesulitan sama cewek?

Pembahasan mengenai gotlek sudah mencapai level titik atom dan kekuatan alam semesta segala.

So, dari ahli wanita, menjadi ahli biochemistry (lymbic system, serotonin, dsb) sekarang jadi ahli fisika dan metafisika? hebat benerrr.

Dan facepalmnya, banyak yang tertarik dengan metode fenomenal yang padat klenik ini.

Well, mungkin itu yang namanya seleksi alam😀

But again, kalo it works for you, and it probably works for you. silakan gunakan. Ga ada larangan. Itu hak elo. Siapalah gue yang ngelarang-larang.

Jangan dengerin gue juga, karena gue ga tau secara keseluruhan gimana tepatnya gotlek ini, dan karena kondisi tiap orang berbeda-beda.

Ada yang bilang metode gotlek ini mirip The Secret dan Laws of Attraction. Gue ga bakalan discus sejauh itu. Ada yang percaya ada yang engga. Itu terserah masing-masing aja.

Gue pribadi berpikir it’s nonsense.

Tapi maap cyin, jujur gue pribadi ogah juga mencari tau lebih lanjut tetang gotlek. Dibayarin ikutan ntu seminar pun ogah.

Pembunuh Bayaran

Sejujurnya, gue lebih simpatik sama alumni pembunuh bayaran ini. Setidaknya mereka lebih sopan dan tidak terlalu fanatik.

Tapi keknya kedua company tidak banyak jauh berbeda melontarkan teori-teori absurd dan produk-produk super aneh.

Beberapa contoh diantaranya anjuran yang mengharuskan mencari 3-4 orang untuk diajak keluar bareng supaya tidak dianggap sebagai pecundang.

Screenshot 2015-07-01 14.28.44

Diluar itu mereka memasarkan “brotherhood” dan “cell” yang tersebar di banyak tempat.

Tapi orang waras yang mau berpikir barang sedikiiit aja, pasti bisa ngeliat bahwa itu anjuran yang super absurd. Liat di mal, di pusat keramaian, atau dimanalah. Ga pernah ngeliat orang keluar sendiri? Lo nganggep mereka homo?

Ini faktanya : sejauh yang gue jalani di komunitas IndoPUA dan Kaskus Lair, orang-orang yang tanpa permisi ngajakin meetup atau keluar bareng seringkali berakhir tidak melakukan apa-apa sama sekali.

Tidak ada tindakan kelanjutan, dan dari orang yang mempost tersebut tidak pernah ada lanjutannya.

Gue inget banget yang ngepost itu komentar adalah alumni company ini. Begitu absurdnya pola pikirnya dan tertanamnya di dalam pikiran dia.

Skenarionya :

Sudah tertanam kuat dan mengakar didalam otak mereka bahwa kalo keluar harus cari 3-4 orang, jangan berdua, apalagi sendirian.

Mereka cari-cari “partner” secara online di grup-grup sejenis, tanpa hasil

Lalu datanglah “brotherhood” company tersebut sebagai “penyelamat”.

Realitanya?

Terus di setiap sel juga gitu, gue kira mereka bakalan open dan ngebimbing kita yg baru2 ini ternyata ga juga.

Yaaa pada artikel sebelumnya emang gue ngebelain cellnya, tapi jelas companynya menjanjikan brotherhood dan pendamping setelah lulus dari sana.

Tapi lagi-lagi : jangan dengerin omongan gue.

Tapi cobalah liat playboy-playboy dan para natural yang lo kenal. Liat sekitar elo. Amatin baik-baik, pikirkan pelan-pelan.

Pernah ga lo liat aksi mereka secara langsung? Pernahkah mereka ngajak orang lain beramai-ramai khusus buat sekedar ngebuka obrolan sama orang yang baru mereka temui? Pernahkah mereka NGAJAK ELO, misalnya? Untuk ngegombalin cewek-cewek di sekitar mereka? Yang ada tau-tau mereka ngegandeng cewek baru aja, ya kan? Entah gimana caranya.

Sekali lagi, seduction itu sejatinya dilakukan 1 on 1, kecuali elo merencanakan melakukan sex party/orgy/mengangbang target elo dengan teman-teman elo atau semacamnya, tapi gue yakin engga.

Faktanya beberapa kenalan gue komplen ketika mereka dideketin beramai-ramai. Apalagi nyutin atau cat-calling di pinggir jalan.

Salah satunya bahkan saking jengkelnya karena dia jalan di tempat itu secara rutin, pada akhirannya dia samperin gerombolan cowok tersebut, dia yang ngajakin mereka kenalan satu-satu.

Facepalm

Ga malu lo kalo sampe digituin cewek?

Seperti yang Aaron bilang, brotherhood semacam ini adalah bullshit.

Mau ngapain cold approach rame-rame? Ngerencanain poliandri?

Sisanya gue juga cukup geli ngelihat judul yang mirip-mirip seperti ini “dapatkan blowjobnya dibawah tujuh kedip” tapi isinya sekitar “kalau mau blowjob harus doyan dulu”.

Ini udah gue bahas dulunya. Seperti yang gue bilang, gimana kalau gue nulis buku dengan judul “menjadi kaya dalam 7 hari” namun isinya cuma sekitar nasihat-nasihat mencari uang yang klise. Tapi bener kan, kalau mau kaya ya harus cari duit dulu, kalo engga gimana bisa kaya? Mau ga lo beli tuh buku?

Company ini pun juga memiliki rentetan produk yang semuanya diklaim akan memberikan hasil yang mujarab. Tentunya kalau satu produk aja ga akan efektif, gimana kalau beli semuanya?

Sekitar 4 jenis produk ebook ditawarkan dan berputar mengenai topik masalah menarik wanita. DVD yang ditawarkan berdurasi total sekitar 9 jam. Total keseluruhan produk hampir mencapai 1 juta rupiah. Sedangkan paket seminar berkisar 3-5 juta rupiah.

Yoh ambil semua produknya!

“Brotherhood”

Gue udah mengajarkan caranya mencari wingman disini :

https://lakitulen.wordpress.com/2014/04/19/wingman-value-revisited/

Orang bakal ngedatengin elo kalo elo udah menuai hasilnya. TAPI, pada saat elo udah menuai hasilnya, kemungkinan besar lo udah ga memerlukan wingman lagi, karena rasa percaya dirilo sudah meningkat drastis. Yang ada, orang malah gantian nyariin elo.

Yang masuk ke PM gue buanyak. Tapi gue udah katakan, gue ga bakalan ngecoach, baik dibayar apalagi gratis.

Karena masalahnya sebagian besar orang simple aja kok sebenernya : Approach Anxiety. Klise, klasik dan pasaran. Terus berlanjut. Mau ngomong apa? Apa aja. Dan itu point lo berlatih ke lapangan.

Resourcesnya sendiri udah gue kasih, kalo itu masih belum cukup buat elo, atau lo males otodidak, ya silakan ambil services company sebelah. Lo bakal diperlakuin kayak raja dan bakal disuapin sekenyang-kenyangnya. Then again, there’s a price for everything.

Jangan dikira gue bikin blog ini ga pengen ada benefit buat gue sendiri, kalo lo berpikir demikian… itu artinya lo kelewat lugu dan polos.

Tapi sekali lagi, ga bakalan ada coach manapun yang bisa ngebantu elo, sampe elo bener-bener ngepush dirilo sendiri. Kalopun lo dapet coach, gue berani taruhan, setelah sesi coaching selesai, lo bakal ngalamin approach anxiety lagi.

Tapi entah kenapa sampai detik ini masih terjadi, seseorang datang ke grup, absen, berharap ada orang yang mau memberikan private coaching secara gratis dan mendampingi yang bersangkutan hingga menjadi womanizer super ampuh, atau mungkin berharap dia dikenalkan ke cewek sama orang-orang di grup.

I’m pretty sure 90% orang-orang yang datang ke IndoPUA ga pernah baca pinned post atau blog ini.

Apabila elo memang salah satu orang yang berharap datang ke grup yang engga lo kenal, dan ada yang mau menemani elo lo sama delusionalnya sama orang-orang yang kemakan metode gotlek.

Sisanya sih, lagi-lagi ini akal sehat aja. Seduction itu sewajarnya, sealaminya dilakukan 1 on 1. Elo dan target elo. Kecuali lo pengen mengadakan pesta gangbang atau orgy, atau pengen poliandri, ya itu lain masalah, dan bukan urusan gue.

Nah balik lagi ke masalah cari 3-4 orang temen buat ngedeketin target elo, yang ada malah si cewek makin terintimidasi karena dikerubutin cowok yang desperate ngejer nomer telponnya.

Coba kalo elo sendiri dikerubutin 3-4 orang pengemis. Takut ga?

Kesimpulan

Kenapa metode-metode absurd ini bermunculan?

Gue udah pernah bahas ini. Ga bisa sepenuhnya menyalahkan companynya aja.

Sejauh ini kalo gue perhatiin, mereka cuma mencoba memenuhi demand/permintaan pasar : jalan pintas.

Mereka menawarkannya, dan konsumennya ga keberatan, bahkan beberapa jadi fanatik sama company tersebut.

So, ya ga masalah.

Sisanya, menurut gue seduction itu sendiri udah simple sesimple-simplenya.

Ga usah dicariin jalan pintas lagi.

Ga percaya? Ya gini, lo mungkin kesulitan sama cewek. Tapi elo ada disini dan lagi ngebaca artikel ini kan? Dalam arti, kakek-kakek elo, buyut elo sampe moyang elo yang ga pernah pake knowledge atau teknologi super aneh, baca ebook “cara menarik awewe impian ente” dengerin DVD audio 20 keping atau ikut-ikutan super mega ultra seminar soal dating, bisa kok ngegebet cewek. Pada akhirnya garis keturunan mereka terus berlanjut sampai elo kan?

Sekarang gue pengen tanya. Ada gitu yang dapet result dari metode-metode diatas?

  1. Gotlek
  2. 3-4 orang sekali keluar untuk approach

Gimana kabar orang-orang yang berimajinasi? Sudah dapat model dan bintang film belum?

Gimana kabar orang-orang yang keluar bareng se-RT untuk approach? Ada hasilnya? Ada gitu yang bisa diajak keluar?

Dari approach 3-4 orang itu yang keluar rame-rame semuanya langgeng ke pelaminan?

Ga usah cewek dulu deh, setidaknya udah nemu belum wingman 3 orang seperti anjurannya?

Atau lo masih bakal ngelontarin ucapan yang penting proses bukan hasilnya untuk ngecover ego elo?

Permasalahan sama cewek itu jauh lebih dalam dibandingkan dengan keterampilan (atau outer game) aja.

Ini semua menyangkut kepribadian, pola pikir, mentalitas dan berbagai hal dalam diri yang bersangkutan, yang udah kebentuk seumur hidup dan ini ga bisa dirubah dalam 2-3 hari.

Berapa lama? Entahlah, tergantung masing-masing individu. Ada yang cuma memakan waktu bulanan, tapi ada yang makan waktu bertahun-tahun.

Ini yang dulu-dulu gue sebut “inner game”.

Pengajaran yang gue dapet dikomunitas ya selalu : benahi inner game dulu.

Ini konsep yang menurut gue oke banget, dan udah diformulasikan selama beberapa dekade. Tapi gue rasa cuma segelintir orang yang paham maksudnya. Yang jelas kedua company tersebut engga termasuk didalamnya. Satu company langsung didirikan setelah booming The Game, yang satunya lagi nyusul setahun kemudian.

Yang ada malah asumsi-asumsi negatif yang bloon yang keluar dari mereka. Atau mungkin memang sengaja menciptakan persepsi negatif tentang komunitas PUA supaya orang ngeri cari knowledge lebih mendalam soal PUA.

Pas awal-awal IndoPUA berjalan, keliatan orang-orang yang dateng punya masalah serius, lebih serius dari cuma sekedar cewek aja.

Lagi-lagi gue refer ke Johhny’s Journeynya Aaron lagi deh, silakan baca dan pikirkan baik-baik.

https://lakitulen.wordpress.com/2014/10/22/review-buku-johnnys-journey-dan-refleksi-komunitas/

Ini salah satu alasan utama gue ogah ngecoaching, dibayar aja ogah apalagi disuruh ngecoach gratis.

Gimana dengan orang yang dilempar ke cell? Kemungkinan besar mereka malah sibuk cari wingman dibandingkan memperbaiki value diri mereka sendiri. Sedangkan orang-orang di cell tersebut yang ada malah sibuk dengan urusan masing-masing.

See, player atau playboy itu JARANG di dunia ini. Kenapa? Karena jadi player atau playboy itu SUSAH dan BUTUH KERJA KERAS. Mereka perlu ngelewatin proses yang panjang, yang ga mungkin semua orang bisa ngelakuinnya atau mengendure ngelewati proses tersebut.

Gue pribadi ga pernah bermimpi jadi player atau playboy. Pada satu poin, ya jujur aja pernah. But gue sekarang berpikiran, meh. Buat apa?

Silakan baca Debunking the Seduction Community. Perkataan Aaron banyak yang bener soal company-company ini.

Cheers.

5 comments on “Gotlek Yang Fenomenal

  1. Pirate Professor
    July 2, 2015

    gue ngerasakan sesuatu yg udah lo rasain..
    akhir2 ini tulisan lo kayak sibuk bashing komunitas kek si aaron drpada develop sesuatu yg baru..

    Gw udah ngikutin tulisanlo mulai awal, bahkan sblm ada dkaskus.

    gw kangen sama tulisanlo yg spesifik, gak terlalu umum kek skrg, isinya yg udah dekat sama motivator.

    mungkin karena akhir2 ini lo tulis tentang kerjaan, lo nyeritain cerita yg gbs lo kasih kayak fr-fr lu.

    yah, gw nyampein unek2 doang.
    gw pengen blog lu tambah kece.
    gw suka tulisan lo yg emang bicara yg lo lakuin, keputusan yg lo buat, buku yg menginspirasi lo, dan satu kata yg cocok buat mewakili blog ini ‘JUJUR’.

  2. adam
    July 4, 2015

    Bro exo, gue adalah salah dari pengikut setia company yg lo maksud. Gue ngikutin mereka dari awal mereka berdiri dari tahun 2007. Dan tulisan lo diatas BENAR-BENAR MENAMPAR GUE! You’re one of a few, the real thing and realistic guy, tbh.
    Bukan tanpa alasan, semua yg lo bilang itu benar. Selama gue belajar dari company itu dari 2007 sampe sekarang 2015, gue gak dapet result yang signifikan. Bahkan gue belum pernah dapet SATU CEWEK PUN yang bisa gue bawa pulang kerumah (umur gue 24 dan gue bisa dibilang diatas rata2 secara fisik btw). Karena metode2 mereka seperti membikin kita berfikir short-term, seperti mudah sekali melakukan hal2 tersebut, apalagi gotlek itu, memang sangat-sangat absurd.
    Ternyata dari lo lah gue dapet pencerahan, tulisan2 ini lah yang kita para pengikut company2 butuhkan. Gak ada yang instant. To reach over the top of the mountain, you have to climb over it. Dan company2 ini seolah2 memberikan solusi short-term, yang mana pada akhirnya cuma berakhir desperate juga, no long-term growth. Setelah baca tulisan lo yg ini, at least skrg gue akan lebih realistis dalam menjalani kehidupan sama cewek. Dengan lebih sering bergaul dan hang-out. Thanks banget buat pencerahan ini bro. You are the man.

  3. Pingback: Guru kencing berdiri murid kencing berlari | Laki Tulen

  4. Pingback: Kerang Ajaib ulululululul | Laki Tulen

  5. Pingback: “Keren” | Laki Tulen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 1, 2015 by in Opini and tagged , , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: