Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Rich men get richer, poor man get more poor

Beberapa lama ini gue ikutan network marketing, which is bagi sebagian besar orang konotasinya udah negatif. Karena apa yang terlintas dari orang-orang yang gue prospek, network marketing = MLM = negatif.

Well, gue ngerasa ini sebuah challenge buat gue, tapi yang paling terutama sih gue ikut karena gue liat progress dari orang terdekat gue sendiri. Dan orang ini yang ngajakin gue.

Siapa orang ini? Orang ini adalah mantan bos gue waktu jaman dulu banget. Orang ini termasuk orang tajir yang ngebentuk dirinya sendiri. Beberapa kali orang ini gue singgung di beberapa artikel gue :

https://lakitulen.wordpress.com/2015/05/14/iri/

https://lakitulen.wordpress.com/2014/01/05/artikel-pertama-2014/

Problem konotasi negatif dari MLM adalah biasanya karena kecenderungan memaksa dari praktisinya. Lebih-lebih karena saking desperatenya ada yang suka main boong segala, foto bareng materi yang sebenernya bukan punya mereka sendiri, dan diklaim itu adalah hasil jerih payah mereka.

https://lakitulen.wordpress.com/2014/11/16/sim-lim-saga-dan-janji-janji-sorga/

Nah pas gue mulai hal ini, memang iming-iming jutaan lumayan santer dilontarkan ke gue. Tapi khususnya dari BOP (Business Opportunity Preview) yang rutin dijalanin sama companynya.

Still, kalo gue ga gerak ya sama aja, mo dapet duitnya darimana?

Problem kedua adalah sistem yang dijalankan company ini dianggap jelek, terlebih lagi sama saingan. Ketika gue menawarkan hal ini ke orang yang udah pernah ngejalanin MLM, dia langsung menarik diri.

Khususnya dengan argumentasi yang bilang bahwa kalo ikut awal untung besar, yang ikut belakangan bakal buntung. Mmm, gue cuma pengen tau, bisnis apa yang masuk belakangan bisa untung? Khususnya MLM? Ada beberapa kantor MLM yang dekat sama tempat tinggal gue, yang parkir disana semuanya motor bebek.

Bukannya meremehkan, tapi ya emang itulah keadaannya.

Company yang gue ikut ini termasuk baru dimulai. Ini jadi problem ketiga buat orang. Katanya kan udah banyak tuh MLM yang keluar sebentar terus tau-tau menghilang. Karena companynya belum stabil.

Nah, jadinya kontrakdiktif sama problem kedua. Katanya mau masuk awal, tapi ketika ada kesempatan masuk awal, companynya dibilang belum stabil?

Kalo nunggu companynya stabil, berarti saingan udah membludak. Silakan pilih,

Problem keempat, “gue ga bisa jualan”, “gue ga jago ngomong”, “gue ga pinter ngeyakinin orang”. Semua orang sejatinya bisa berjualan secara alami. Ga harus dalam bentuk menjual materi, tapi dalam kasus ini, menjual diri mungkin?

Lo pernah sekolah kan? Itu artinya lo harus mnjual diri lo ke sekolahan tempat elo mendaftar. Sama juga dengan kampus pilihan elo.

Lo pernah bekerja kan? Itu artinya lo harus menjual diri lo ke perusahaan tempat lo melamar.

Pernah pacaran kan? Sama juga, itu artinya lo harus menjual diri lo ke pasangan elo.

Intinya, semua problem ini cliche sekali, dan gue berasa dejavu banget ketika gue memulai komunitas IndoPUA.

Satu pattern yang mulai muncul, khususnya dalam network marketing adalah, orang yang ikutan kebanyakan orang yang kaya. Ketika kalangan yang menengah ditawarkan, 1001 alasan keluar dari mereka.

Salah satu contoh paling absurd : “tapi gue ga punya duit”

Nah justru itulah sebabnya lo harus mencari uang kan?

Atau “tapi dia modal awalnya besar”

Ada yang start dari paket termurah dan dengan mata kepala gue sendiri dia ngumpulin dan nerusin hingga jutaan sehari. Ketika uangnya cukup untuk membeli membership yang lebih tinggi, dia lakuin, dan terus melakukan prospek tanpa henti.

Tapi yang jelas, ngeliat orang-orang yang ikut begini di awal, memang kebanyakan dari kalangan berduit. Yang ngajakin gue contohnya. Dia sekali mengadakan seminar forex, biaya pendaftarannya 15 juta per orang.

Pelan-pelan gue mulai ketemu orang lain lagi, dari kalangan keluarga elit yang kaya raya, punya aset di shanghai dan tinggal di perumahan elit.

Kepikiran ga, kenapa justru orang-orang yang seperti ini yang tanpa ragu join network marketing? Karena mereka udah main intuisi. Kok ga ikut MLM/network marketing yang udah lama ada? Kenapa malah join yang baru? Itulah kenapa sebabnya gue ikutan yang ini. Istilahnya gue nebeng intuisinya mereka.

Gue sendiri memang cukup struggling, tapi dikit banyak mulai keliatan hasilnya belakangan. Terlebih lagi dengan alasan-alasan dan problem yang dilontarkan ke gue diatas oleh prospekan gue.

Beberapa prospekan gue yang ngasih respon positif juga berasal dari kalangan yang punya. Tapi mungkin karena gue baru mulai, jadi ya agak belepotan juga ngejelasinnya.

Ini biasa banget buat gue.

Rejection, flake, php, dsb, itu pasti lo bakal alamin, baik di seduction dan jualan.

Terlebih lagi budaya orang indonesia yang ga berani ngomong “TIDAK” dengan tegas. Karena ya intinya memang seduction = jualan.

Yang udah ketara banget sih, orang-orang ini, para leader gue, keliatan kerja kerasnya banget. Jangankan dari kota ke kota lain, dari pulau ke pulau pun dijabanin buat ngeprospek orang.

Dan mereka juga dengan senang hati ngebantu para downlinenya.

Itulah bedanya poor mentality dan abundant mentality. Poor mentality biasanya pasrah dengan keadaan, atau malah entitlement, ngerasa dunia berhutang budi sama mereka. Abundant mentality, biasanya merasa mereka memiliki hal-hal yang bisa dibagi.

Nah gue sendiri ikut network marketing ini cuma ada dua alasannya : leader-leader gue adalah orang yang ngerti duit, dan dia bisa mentoring gue soal bisnis. Kedua, ya siapa sih yang ga doyan duit😛

Sementara itu, bisnis gue yang lain masih tetap gue jalanin. Baru-baru ini gue dapet beberapa kontak lagi dari kampus-kampus ternama.

So, your choice. Nah gue ga menawarkan lo ikutan network marketing, tapi esensi artikel ini silakan dicerna sendiri. Sebab network marketing bukan masalah berjualan produk, tapi gimana melatih para downline supaya bisa sukses bareng. Jadi gue juga ga bisa menawarkan ke sembarangan orang. Sekedar berbagi pengalaman dan unek-unek aja.

Cheers.

2 comments on “Rich men get richer, poor man get more poor

  1. Pingback: FOKUS! | Laki Tulen

  2. Pingback: Motipator | Laki Tulen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 4, 2015 by in Uncategorized and tagged , , , , .
%d bloggers like this: