Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

PUA VS Company sebelah

No, ini bukan masalah adu hebat-hebatan. Cuma liat di beberapa diskusi kayaknya gue harus meluruskan beberapa fakta.

Kalo PUA itu ngandelin approach doang, sedangkan company sebelah begini begitu

Ehm dude, PUA itu bukan satu metode, bukan satu tokoh atau satu company dan sejenisnya. Tapi lebih ke gerakan atau “movement” dan komunitas. Key pointnya memang soal cold approach. Tapi untuk melakukan cold approach dan bisa sukses di lapangan perlu banyak syarat yang harus lo penuhin dahulu.

Inget lagi inner game dulu yang dibenahi THEN outer game. Pembenahan inner game ini sebagian besarnya adalah pengembangan diri, tapi terutama mindset dan rasa percaya diri. Cold approach itu cuma SALAH SATU fasilitas untuk memoles inner game lebih lanjut. Dan kalo lo dapet “bonus” dari praktek cold approach tersebut, ya emang rejekilo mungkin.

Sisanya ya silakan masuk IndoPUA, belakangan gue ga pernah ngepost FR soal cold approach lagi kok. Tapi kelanjutan apa yang gue alami sekarang.

Company-company sebelah termasuk dalam PUA. Walo mereka menolak diasosiasikan sama PUA. Salah satunya juga sama-sama pernah ikutan mASF kok. Dan yang satunya lagi gue yakin 100% sumbernya The Game.

Again, buat pengikut fanatik company sebelah, gue sih sah-sah aja mereka berjualan. Asal sumbernya jangan dijelek-jelekan gitu.

Inti simplenya sih pertama, ini masalah empati. Kedua, ini masalah “jualan”. Lo ngejual diri ke target.

Kalo lo lagi cari barang A, nah terus ketemu nih yang jualan barang A. Tapi kondisinya acak kadut ga karuan.

Lo mo beli ga? Jelas engga kan? Tapi kalo si penjual ngerawat barang dagangannya dengan baik, kondisinya oke, lo pasti beli kan?

Coba dalam perumpamaan diatas ganti dirilo sama target lo, dan barang A sama diri elo.

Nah, sekarang tinggal cek aja dirilo. Ngaca. Kira-kira bakal ada cewek ga yang mau sama elo?

Kalo engga, apa yang bisa dibenahin?

Nah, kalo ketemu apa-apa aja yang bisa dibenahin, kenapa ga dibenahin?

See? Bukan masalah approach doang. Approach itu cuma tip of the iceberg.

Silakan liat lagi forum PUA-Zone. Topik diskusi mereka bukan cold approach doang.

Tapi company sebelah ngajarin soal relationship

Nahhh. Ini. Kalo para penggerak company-company tersebut langgeng bertahun-tahun dalam pernikahan, kayak sahabat gue, ya silakan ngajarin relationship.

Yang satu masih jomblo, sisanya ga jelas. Terus ngajarin relationship? Ini kayak orang kere ngasih seminar untuk jadi kaya. Mau lo ikutan seminar kayak gitu? Gue yakin elo lebih cerdas dari itu.

Gue sendiri ga pernah nulis panjang lebar soal relationship. Silakan cek post-post gue yang dulu.

Paham “relationship” yang beredar secara umum itu sendiri sebenarnya kalo menurut gue bersifat semu.

Ok misalnya sekarang lo berstatus pacaran sama seseorang. Apa yang menandakan elo “resmi” pacaran sama dia? Dan, apa yang bisa menahan dia untuk engga melirik cowok lain? Status “resmi” lo? Orang nikah atau malah udah punya anak aja bisa selingkuh kok? Bisa cerai kok?

“Relationship” juga banyak wujudnya, bukan cuma pacaran dan nikah doang.

Di PUA-Zone juga ada topik relationship, dan pendirinya (maintainer) udah jatuh bangun ngelewatin pernikahan. Nicknya BlackDragon.

Blognya disini http://www.blackdragonblog.com

Diluar itu, gue masih sering baca-baca David Wygant.

Ga penting PUA, X atau Y (company-company sebelah)

Yap gue setuju. Dan gue bilang dari dulu-dulu, sah-sah aja lo belajar sama mereka. Tapi problem dengan mengandalkan satu sumber dari satu company tertentu adalah bahwa mindset dan teknik yang diajarkan adalah MILIK MEREKA. Dalam arti, seorang individu memaksakan jalan mereka ke diri elo yang belum tentu cocok dengan dirilo.

6a00e54f8c25c98834017c317442ea970b-500wi

Orang yang pertama kali ngajarin gue seduction adalah pengkikut fanatik Style (Neil Strauss), yang mana emang pada dasarnya orangnya bawel ga ketulungan. Dan dia emang bisa menarik cewek dari omongannya. Gue ga pinter ngomong, dan gue biasanya sangat blatant dengan apa yang gue sampaikan. Itulah kenapa “metode” yang dianjurkan Aaron bisa bekerja untuk gue. Cara Style, Mystery (MM) atau mentor gue ga cocok buat gue.

Dan kalo baca-baca lagi post-postnya dia, ada kecenderungan Aaron memang punya sifat-sifat yang mirip sama gue. Jadi ya kebetulan aja cocok.

Yang ada kalo lo ikut beginian, dan kalo “metode” mereka ga cocok sama elo, lo bakal berhadapan sama masalah kongruensi diri. Apa yang lo pancarkan bertolak belakang sama apa yang ada di dalam dirilo, hasilnya : maksain. Dan elo sendiri ngerasa tersiksa karena make topeng dan lebih parahnya lagi, topeng itu ga cocok buat dirilo.

Itulah kenapa juga, banyak tokoh PUA, yang tekniknya, mindsetnya, pola pikirnya beda-beda satu sama lain. David DeAngelo, Mystery, Aaron, Juggler, Gambler, dst. Kenapa? Sekali lagi, ya karena mereka masing-masing adalah individu yang berbeda, unik. Ga bisa dipukul rata semuanya.

Ini post dari alumni sebelah :

lo saat PDKT itu ketauan FAKE dan BEDA ketika pas in-relationship. Dia suka ama TOPENG lo yg lo pakai pas PDKT. Yakin deh cuma tahan 2-3 bulan klo udah gini

Ini bukan masalah teknik/metode atau semacamnya.

Kalo untuk metode yang diluaran sana, ini masalah cocok atau engganya, dan seberapa jauh lo mau ngepush dirilo sendiri, menemukan titik yang pas buat dirilo sendiri.

Kalo company sebelah cocok buat elo, ya udah gue ikut hepi. Beneran deh.

Tapi coach company sebelah menekankan praktek

EXACTLY.

Lo bisa jadi jago bawa mobil dengan ikutan seminar? Bisa jadi jago bawa sepeda motor dengan phone consultation 1 jam? Atau bisa jadi hebat main piano dengan baca-baca buku teori? Atau jadi sekelas Bam Margera main skateboard dengan workshop skateboard yang dalam itungan hari?

Starter’s guide udah ada. Tunggu apalagi? Atau mungkin lo lebih prefer ada orang yang nyuruh-nyuruh elo, di”coach” gitu?😛

Kalo ikutan seminar/workshop dikasih kata-kata mujarab biar lebih gampang pas waktu approach? Nahhh terus setelah lo sukses pick up target, dapet nomer telpon, terus gimana? Yang lo sampaikan ke dia cuma scripted line, kata-kata yang dibuat yang bukan berasal dari diri elo. Dalam arti kalo lo jualan, lo taro barang A di display, tapi pas sepakat lo kasih pembeli barang B. Lo mau ga digituin?

Dikasih mindset? Semua mindset itu akan terbentuk dan akan menjadi matang kalo lo semakin sering ke lapangan. Plus, kemungkinan mindset yang timbul dalam dirilo akan mencerminkan dirilo sendiri.

Tapi kalo lo mo ikut seminarnya mereka, mo beli produknya mereka yang menjanjikan hasil fantastis dalam 7 kedip, sah-sah aja, kalo emang lo punya duit segitu banyak buat dibakar.

Sure, gue juga jualan ebook. Tapi yang gue jual itu optional. Dan liat deh judul-judulnya, ga menjanjikan apa-apa kan?

Sisanya semua resource yang gue pelajarin udah gue sebar di grup IndoPUA.

It’s all there. Ga ada yang ditutupi.

Tapi PUA itu ngajarin sex, sedangkan kalo company sebelah itu lebih mengajarkan untuk menyayangi dan menghormati wanita

Hahaiii. Okelah ini slogan company sebelah yang emang bikin gue ngakak sendiri.

Ini sandungan kebanyakan cowok sebenernya kalo gue perhatiin. Sex itu dianggep jahat.

Hubungan cewek cowok sepengetahuan gue itu cuma ada 3 : darah (saudara, orangtua-anak), non darah (teman, co-worker, atasan, bawahan, dsb) dan kekasih.

Nah, lo belajar begini-beginian karena lo ada yang lo taksir kan? Dalam arti lo mengharapkan hubungan kekasih. Tapi lo bingung mo gimana.

Pertama-tama gini ya, hubungan kekasih (pacar, istri, dsb) itu didasarkan atas SEX.

Kedua, lo punya penis, dia punya vagina. Penis fungsinya ada 2 : untuk eksresi dan reproduksi. Sama juga dengan vagina.

Mulut itu fungsinya ada 3, untuk makan, berkomunikasi dan bernafas kalo hidung kenapa-kenapa. Kalo salah satu fungsinya ga bisa dipenuhi, berarti cacat kan?

Coba liat lagi maslow hierarcy of needs. Sex itu ada di piramida terbawah. Dalam arti kebutuhan primer. Jelaslah. Penislo ada disitu. Kalo fungsinya buat pipis doang ya case closed. Tapi engga toh, you’re the MAN. Right?

Nahhh cewek, juga sama. Sex itu kebutuhan primer mereka.

Jadi seandainya elo memenuhi salah satu kebutuhan primer mereka, salah gitu?

Lo kasih makan orang yang lapar, jahat?

Yang ga bener kan kalo cuma sepihak, misalnya karena lo lapar, lo merampas makanan orang lain.

Sama juga dengan sex, kalo cuma sepihak itu namanya : PEMERKOSAAN.

Untuk aplikasinya sendiri, ya silakan sesuaikan sama apa yang lo percayai, dan prinsip yang lo pegang teguh misalnya kalo lo dilarang untuk tidak melakukan sex sebelum nikah, ya jangan lakuin sebelum nikah. Gampang toh?

Tapi yang menjadi problemnya adalah, kalo lo berpandangan bahwa sex itu jahat sedari awal, lo mau ikutan seminar apapun juga lo ga bakalan berkembang. Lo jadi mengingkari apa yang menjadi kebutuhan mendasar elo, dan alasan utama kenapa elo menemukan komunitas ini ataupun juga company sebelah.

Sama juga kalo misalnya lo berpikir uang itu jahat dan duniawi, lo ikutan seminar apapun tentang financial, mau Richard Branson ato Bill Gates sendiri yang bawain seminarnya, tapi kalo semua uang masuk lo tolakin ya lo ga bakalan achieve financial security. Bener ga?

Kalo ada yang bilang “gue cari cewek buat diajakin nikah, bukan buat diajakin sex” gue cuma mikir, ntar bikin anaknya piyeh dong?

Kayak yang gue bilang dulu, kalo para coachnya masih pada virgin/perjaka semua, cukup sampai disini aja debat soal PUA sama company sebelah.

Common sense aja.

PUA itu memanfaatkan dan memanipulasi wanita sedangkan company sebelah begini begitu

Hellooo?

Kenapa juga elo tertarik sama company yang membuat produk-produk yang menjanjikan hasil-hasil instan?

Kedua, PUA juga ada konsep yang namanya congruence.

Ketiga, pertama kali lo terjun di bidang ini, apalagi kalo company tertentu lo dikasih routine opener yang bukan dari kata-kata elo sendiri, supaya si cewek tertarik ngobrol sama elo. Bukan manipulasi gitu?

Lalu gimana dengan Dewalike? So powerful, much wow, very dashyat jadi lo manfaatkan kekuatannya untuk menarik wanita. Kagak manipulatif gitu? Tapi ya gue skeptis ini sedashyat itu. Jadi siapin tisu dan sabun aja sebanyak-banyaknya setelah elo ikutan seminarnya ya. Buat cuci muka dan ngeringin muka setelahnya maksudnya.

download

Again, “PUA” itu bukan metode, bukan satu entiti doang. Tapi lebih ke “movement”. Metodenya sendiri buanyaaaak banget. Mulai dari ijjjji, mystery, grandmaster, thundercats, dyd, dsb. Yang routine-based udah lama ditinggalkan. Routine based cuma populer pas awal-awal The Game booming di pasaran.

Kayak yang ditulis di debunking the seduction community juga, beberapa memang. Tapi ini juga tergantung “metode” nya siapa. Misalnya Ross Jeffries yang ngajarin “bagaimana menampilkan kesan bersahabat kepada wanita”. Tapi again, Ross Jeffries itu cuma awal doang. Komunitas udah berkembang selama mungkin belasan atau beberapa dekade kemudian. Apalagi sekarang.

Jadi, yaaa silakan pikir sendiri.

Cheers.

2 comments on “PUA VS Company sebelah

  1. bos tambang
    April 21, 2015

    trnyata diindo PUA dh lmayan dkenal jg ya .. bbrpa thun lalu sy prnh browsing tentang afirmasi. akhirnya dapetin tentang afrmsi inner game dan PUA dll(untung msih kesimpan hlmnnya) … bru2 ini sy mulai trtarik kpd lawan jenis(bru 20 umur sy)dan bru2 ini jg pnya tmn yg suka ngandalin pantun/mantra ketika mau dpetin cwe(dan sy teringat tentang afrmsi PUA)..dia prnh demo slh satu ilmuny yaitu ilmu pelet mata dan cwekny ada reaksi dan senyum.. haha..pdhal sy tau itu alami.. tpi ga sy jelasin krena dia pnya kpercayaan kuno… sy yakin pantun/mantra sring dia baca fungsinya tdak lain adalh pnmbah prcaya diri dan pengubah mindset tdak beda dgn sugesti afirmasi PUA dluar negri sana… waktu dia demo pun scara tdak sadar teknik yg dlkukannya adlah kontak mata… jdi wajarlh. dan mrupakan bukti bahwa org2 tua jman dlu sdh lma mmpraktekan ilmu2 PUA ini.. hnya saja dipandangya agak mistis.

  2. Reivrei
    May 25, 2015

    Gue pribadi ga peduli company atau PUA , semua gue pelajarin , gue saring buang yang ga sesuai ama diri sendiri , jadilah inti yang gue telen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 4, 2015 by in Opini.
%d bloggers like this: