Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Tipe-tipe cewek

Gue cuma sekali nulis soal tipe cewek : https://lakitulen.wordpress.com/2013/08/20/drama-queen-attention-whore-dan-golddigger

Dan “klasifikasi tipe” yang gue lakukan disitu lebih berdasarkan kadar sifat alami yang ada di dalam diri cewek. Simply hal kayak gitu juga terjadi sama cowok, dan memang kalo satu “kadar” sifat itu terlalu dominan biasanya ga baik. At least kalo menurut gue. Misalnya kalo cowok yang over kompetitif, atau over ambisius, itu juga ga baik. Tapi sifat kompetisi dan ambisi itu seharusnya ada di semua cowok.

Nah baru-baru ini ada pertanyaan, gimana cara mendekati tipe cewek A, B, C, D dst? Apakah para “PUA” menggunakan generalisasi untuk semua cewek?

naked-gamer-girl-games

Anyway, pertanyaan, dan artikel yang membeberkan tipe-tipe cewek itu sepertinya umum beredar di media mainstream.

Ok, pertama, pahami satu hal terlebih dahulu. Cewek itu manusia, dengan segala keunikannya masing-masing sebagai individu. Dan kalau ngomongin soal “tipe” ga ada patokan yang pasti, kenapa? Karena keunikan setiap orang itu ga terbatas.

Ini salah satu ajaran mainstream yang ngaco menurut gue.

Sedangkan di seduction community juga beredar soal HB (Hot Babe) rating, HB6-HB10 (HB1-5 udah termasuk oxymoron), gimana biasanya CARA mendekati TIAP rating tersebut. Kurang lebih mirip dengan “tipe” yang banyak beredar di media mainstream.

Permasalahannya dengan pengkotak-kotakan manusia seperti ini adalah prejudgement. Dalam arti elo belum kenal sang subjek sepenuhnya, elo sudah membuat berbagai macam asumsi, baik yang bener maupun yang engga tepat.

Di luar cewek, udah cukup banyak pengkotak-kotakan manusia, kalo di Indonesia misalnya “chinese” dan “pribumi”, atau “Kristen”, “Hindu”, “Budha”, “Islam”, dsb. Seringkali juga pengkotak-kotakan ini digunakan untuk generalisasi yang ga tepat, dan juga disalahgunakan untuk fitnah atau hal-hal negatif lainnya.

Nah sekarang lo mau mengkotak-kotakan cewek lagi? Dengan rating HB? Ditambah lagi tipe? Ini menyusahkan diri namanya.

Insting Hewan

Perlu kita sepakatin dulu, bahwa kita semua ini punya kebutuhan biologis, apapun itu. Mulai dari makan, minum, bernafas sampe bereproduksi (seks). Dan ini sudah tertanam secara alamiah dalam diri kita, seperti apapun lingkungan kita, seperti apapun orang-orang di sekitar kita, apapun agama yang kita anutm apapun sekolah, kampus, ras, asal dsb.

Lebih jelasnya baca soal Maslow Hierarchy of Needs.

Kalo gue melihatnya ada semacam “layer” atau “lapisan” dimana generalisasi itu bisa dilakukan, tapi cuma sampe taraf tertentu aja.

Misalnya, masih ngikutin Maslow Hierarchy of Needs :

  • Pada lapisan paling dasar, secara biologis semua manusia perlu bernafas, makan, minum, ekskresi dan reproduksi.
  • Naik lagi, manusia perlu rasa aman
  • Naik lagi, manusia perlu pengakuan
  • Dan seterusnya

Nah, berdasarkan desain alam, cewek dan cowok itu diciptakan berbeda. Jelas, cewek punya payudara dan vagina, sedangkan cowok punya penis dan biji. Bener ga? Keduanya juga punya fungsi masing-masing. Ga ada yang lebih baik, ga ada yang lebih jelek. Keduanya memiliki tugas yang berbeda, yang diberikan alam. Karena desain fisiknya seperti itulah dari sananya. (baca : https://lakitulen.wordpress.com/2014/05/02/invisible-war)

Diatas “lapisan” Maslow Hierarchy of Needs, ada lapisan cewek dan cowok, yang mana kebutuhan masing-masing berbeda, interestnya berbeda, tapi masih umum ditemui di masing-masing gender.

Misalnya :

  • Seringkali cewek hobi ngoleksi sepatu dan tas, sedangkan cowok hobi ngegame
  • Cewek suka film drama (hello, Twilight?), sedangkan cowok suka sport atau scifi dan action
  • Entah apalagi, silakan coba dipikirin dan ditambahin sendiri

Sampe pada “taraf” atau “lapisan” atau “layer” ini gue rasa generalisasi tersebut bisa dilakukan. Di luar itu, I don’t think so.

Tapi dalam kasus, misalnya elo ngedeketin cewek yang rajin ke gereja dan ga pernah keluar malem sama sekali dengan cara yang sama yang lo pake di bar atau club, kemungkinan besar ya ga bisa. Apalagi lo ajakin ngedugem. Common sense aja.

Tapi kalo misalnya lo berubah jadi sok religius di hadapan dia waktu pdkt, itu sama aja lo kayak jualan barang, lo taro barang A di display elo, tapi pas pembeli udah deal sama elo, lo kasih dia barang B. Kalo lo digituin pas mo beli barang, mau ga? Pasti lo marah kan?

14wbyx5

Nah, sekarang dengan adanya “tipe” cewek, seriusan mo lu tambahin rating “HB”? Belum lagi background keluarganya, atau lingkungannya, agama dia, profesi dia, dsb.

Tentunya lo ga bisa deketin misalnya yang beragama Budha dengan cara yang diajurkan sama Islam. Tapi apakah elo akan merubah ajaran elo khusus untuk mendekati targetlo?

Religious-Teenage-Girl-Holding-Bible-300x224

Atau cewek suku pedalaman Papua lo deketin dengan cara yang lo pake sama cewek gaul di Jakarta.

Jadi ini variabel yang harus lu susun sebelum lu ngedeketin seorang cewek kalo mo bener-bener ngikutin “tipe” dan pendekatan yang bener-bener tepat buat target elo :

  • Tipe (religius, nerd, party animal, dst)
  • HB (6, 7, 8, 9 dan 10)
  • Agama (Kristen, Budha, Hindu, Islam, belum ditambah penganut liberal, garis keras, atau aliran-aliran agama tersebut seperti karismatik, sunni, dst)
  • Profesi (Akuntan, kasir, SPG, sales, artist, dst)
  • Keluarga (otoriter, liberal, moderate)
  • Pandangan politik (Parpol pilihan mungkin? Sekitar 12)

Ok tarolah list diatas itu variabel absolut 4x4x5x4x5x3x12 = 57600 kemungkinan kombinasi dari variabel diatas. Itu masih belum nyebut soal hobi, makanan favorit dan semacamnya.

Kok ribet amat ye mo deketin cewek doang?

Ini baru ngomongin pedekate dan approach, ya tarolah nanti lo berlanjut ke pelaminan dan membangun rumah tangga sama dia. Apa ga tambah ribet?

Pahamin satu hal : there’s no such thing as perfect approach. Do it anyway. Dan dikit banyak elo juga harus melakukan kalibrasi, ngadjust response elo terhadap response dia. Inget aja, konsepnya kayak main catur.

Binary Rating System

Coba baca 3 artikel ini dulu :

  1. https://lakitulen.wordpress.com/2013/07/01/hb-rating-system
  2. https://lakitulen.wordpress.com/2014/03/24/masf
  3. https://lakitulen.wordpress.com/2014/01/12/hb-rating-system-revisited-binary-rating-system

Tau binary kan? Bilangan yang biasa dipake di komputer, cuma ada dua angka di bilangan binary : 0 dan 1.

Ini system rating yang gue propose. Jadi semuanya tergantung gimana perasaan elo SETELAH mengenal dia, atau setidaknya setelah elo bener-bener BERINTERAKSI dengan dia. Atau elo tertarik sama dia atau engga. Persetan sama tipe dan rating HBnya dia.

Waktu approach : apakah elo suka sama dia secara fisik? Kalo iya, ya maju. Binary ratingnya 1. Kalo saking ancurnya dia sampe elo ogah nyentuh dia pake tongkat karatan 10m ya binary ratingnya 0.

Waktu pendekatan : apakah elo nyaman, enjoy dan menikmati momen elo sama dia? Itu artinya binary ratingnya 1. Silakan mo lo escalate jadi temen, relationship resmi ato apalah terserah. Kalo nyebelinnya minta ampun dan lo ogah deket-deket sama dia ya binary ratingnya 0.

HB rating dan tipe itu GA RELEVAN.

Kenapa? Sebab, mau kah elo urusan sama HB10 tapi ternyata buronan, misalnya? Dan emang banyak kasus HB yang jadi buronan aparat. Atau HB10 tapi psycho, maniac, gila ato malah kanibal? Ya silakan, moga-moga anu elo ga dimasak sama dia.

Atau mungkin lo deket sama cewek yang glamor, lu bingung cara deketinnya dia, nanya sana sini, tapi kenyataannya lo sebel abis sama dia, what’s the point?

Jadi gimana cara ngedeketin cewek tipe-tipe tertentu?

Advice paling cliché sedunia : just be yourself.

But advice ini seringkali disalahkaprahkan sama cowok. Khususnya yang masih needy..

Tapi ya memang begitu apa adanya. Don’t hold yourself back, perlihatin semua warna aslilo. Kalo lo ga pede ya ga usah dipede-pedein. Kalo belon pede, salah satu solusi yang gue berikan yaitu starter’s guide (newbie mission).

Tapi pas elo udah pede, dan mulai manen kesuksesan, mungkin dia ga bakalan terlihat begitu spesial lagi buat elo. However, inget, gue bukan dokter, psikolog atau semacamnya, tapi setidaknya newbie mission itu emang latihan yang awal kali gue lakukan.

Jadi mohon cek sendiri dirilo, kalo memang ngebutuhin pertolongan profesional seperti psikolog dan psikiater, langsung aja. Jangan cari dukun atau dating coach.

Kalo dia suka sama elo, dia yang bakal adjust dirinya ke elo.

Inget lo yang ngelead, apalagi kalo nantinya lo end up ke pelaminan sama target, lo yang jadi kepala keluarganya, elo yang jadi nahkodanya. Kalo satu kapal ada dua nahkoda itu sering bahaya. Atau satu gunung ada dua macan pasti berantem.

Kalo dia nolak elo, lepas? It’s not the end of the world. Ga usah sakit hati, itu haknya dia buat nolak elo. Kalo emang dia ga mau, atau ga cocok sama elo kenapa dipaksain?

It’s fair game, masa iya lo ga pernah nolak cewek seumur hidup elo? Kalo belon, that’s bullshit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 5, 2015 by in Opini and tagged , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: