Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Steam OS

steamos_logo

Sekarang kita mo ngomongin soal Operating System nih.

Belakangan gue lagi hobi ngoprek Linux, operating system yang biasa dipakai untuk server yang belakangan merambah desktop PC. Sekedar suka aja, ibaratnya kayak mainan model kit, bisa dikustom sesuai keperluan dan seenak jidat. Dan belakangan gue rajin ngikutin perkembangan yang namanya Steam OS. Kalo yang main Dota 2 pasti “click” waktu dengerin “Steam”. Steam OS itu dikembangin dari Linux, Debian tepatnya.

Nah sekalian ada yang mo gue angkat disini. Gue jujur aja ngintip tulisan sebelah yang parno banget dibilang nerd, geek dan semacamnya, dan menista banget yang namanya komputer.

Ga masalah bro, asal tau batas dan tau mengimbangi kesemuanya, khususnya bikin hiduplo seimbang. Lo ngejer meki belasan jam sehari lo juga malah jadi orang yang aneh. Ga ada kerjaan lain gitu? Yang penting, keywordnya aja deh : balance. Jangan sampe elo keteteran bidang lain karena lo saking menggebu-gebunya pick up/cold approach. Pick Up/cold approach itu lebih ke polishing aja sih kalo gue bilang, sisanya ntar lama-lama juga bakal bosen sendiri. Kalopun dapet “sesuatu” dari cold appraoch, itu sekedar bonus. Yang mau lo lakukan saat cold approach adalah mengasah diri, bukan ONS atau apalah. Apalagi sampe lu jadikan kegiatan utama elo. Itu engga banget deh.

Awal-awal ya gue menyarankan disiplin, ngepush diri, sampe pada tahap elo bisa bersosialisasi tanpa masalah. Itu aja kok, dan emang itu tujuannya dari awal kan?

Anyway, jadi gue nemu video soal kopdar debconf (dari Debian Conference) mengenai Steam OS :

Itu satu ruangan jelas computer geek semua, yang gue berani jamin mungkin sehari bisa ngabisin belasan jam hidup mereka di depan komputer. Pembicaranya namanya John Vert, engineernya Valve, tepatnya ga tau posisi apa tapi dia yang involve di Steam OS dan jadi pembicara di debconf. Jelas ini orang raja geek.

Tapi jujur aja ngomong, John Vert itu enak dilihat. Presentable. Menarik. Walopun lo cowok, ngaku lah bilang aja, ini orang penampilannya oke. Dan gue yakin cewek juga banyak yang kesengsem sama dia.

T-Shirtnya gambar logo Team Fortress 2 (gamenya Valve yang lain selain Dota) lengkap sama maskot Linux (Tux, penguin) yang diplesetin dari karakter TF2.

Ngomongnya juga jelas, badannya tegap, dan body languagenya oke banget.

Yang jelas keliatan banget John Vert ini orang yang tau ngerawat diri.

Bandingin sama audiencenya dah, kontras banget. Khususnya yang ngelontarin pertanyaan-pertanyaan, atau yang keliling ngoper micnya. Liat ga maksud gue? Bukannya bermaksud ngerendahin ato apa, tapi beneran kontras banget dan keliatan mayoritas audiencenya itu orang-orang yang terlalu cuek sama penampilan.

Gue ada temen programmer beberapa, mereka typical penontonnya semua. Dan rata-rata emang pemalu banget atau kelewat direct.

Nah gini juga yang mo gue angkat. What’s wrong with computers? Hasilnya John Vert kerja di Valve, yang mana gue rela motong anu gue sendiri if that can give me a job at Valve. Yeah you read that right. Setelahnya, jadi tukang pel dulu disana juga gapapa. Walo Valve belakangan kurang aktif ngebuat game (Half Life 3 manaaa?). Yang gamer pastinya ada satu titik pernah bermimpi bikin game sendiri atau involve sama studio game besar. Bener ga?

Anyway balik lagi soal John Vert. Apakah waktu dia presentasi dia make kemeja perlente, sepatu kulit, celana kain, rambut digel dsb? Engga tuh. Tapi yang jelas presentable. Baca lagi keywordnya : PRESENTABLE. Enak diliat. Ngerawat diri. Dan jelas dia ini lebih terkalibrasi secara sosial dibandingin orang-orang di audiencenya. Biasa aja, ga usah lebay make kemeja mahal, nenteng gadget ato aksesoris norak lainnya.

Satu ruangan tersebut semuanya orang-orang yang menghabiskan waktu ratusan mungkin ribuan jam di depan komputer. Tapi jelas toh perbandingan/perbedaannya? Kontras banget soalnya.

Ya, mungkin lo ga pernah liat video in-field si John Vert ini ngepickup/cold approach cewek kek simplepickup ato sejenisnya. Dan probably dia ini cupu kalo cold approach.

But really, who cares? He got a job at Valve, yang mana dream job buat semua nerd, mungkin kedua setelah Microsoft.

 

2 comments on “Steam OS

  1. Gama Paci
    February 3, 2015

    Wow, tp OS ini bukan dikembangin sama Valve sendiri kan, bro?
    Kalo webnya bisa dibaca versi mobile pasti lebih nyaman😀

    • exorio
      February 3, 2015

      valve sendiri yang ngembangin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 1, 2015 by in Opini and tagged , , , , , , , .
%d bloggers like this: