Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Kontroversi PUA

Julien Blanc

1415827547152_wps_8_julien_blanc

Mungkin ini ga menjadi concern elo banyak, tapi sebulanan yang lalu Julien dari Real Social Dynamics diusir dari Australia. Istilah “Pick Up Artist” semakin dikenal, dan sayangnya dapet konotasi negatif lagi dari orang ini. Baru-baru ini Singapore juga nolak Julien Blanc masuk ke negara itu.

Pertama-tama, gue ga mendukung semua tingkah yang mengarah ke kekerasan atau pelecehan. Dan baiknya elo engga melakukannya.

However, media mengangkat seminarnya dan dipotong-potong, sehingga seolah-olah apa yang diangkat RSD itu psycho banget. Tapi tepatnya gue ga tau. Memang konteksnya kalo diliat dari full seminarnya beda banget sama apa yang ditampilin media. Coba lu tonton seminar dia yang full, ato pas waktu ngecoach di lapangan.

Owen Cook (Nicknya pake “Tyler Durden”, salah satu pendiri RSD) sendiri gue berasa dia ini ada sifat mysogynist, which is membenci cewek.

Gue pernah baca The Blueprint Decoded (tulisan Owen Cook), dan ya memang ada beberapa hal yang masuk akal.

Ga disangkal, ada kenalan gue yang player memang ada yang mysogyny juga, dan emang cewek-cewek terkesan nempel sama dia. Tapi ketika dia dibelakang, dia selalu ngangkat soal kejelekan cewek.

Di lain pihakada juga temen gue yang player, tapi dia tetep respect sama cewek. Kadang malah kalo gue perhatiin kayak bocah yang lagi jatuh cinta kalo dia lagi sama pasangan dia yang lagi jalan. “Nice” banget gitu.

Pahamin satu hal dulu, it’s not about US versus THEM. Jelas, kalo lo baca blog ini atau mungkin ikutan seminar ato workshop, mungkin elo dulunya pernah dikecewakan sama cewek.

Cewek itu ga sempurna, seperti elo dan gue juga. Ini pehamanan yang perlu lu ngerti dulu gue rasa : nobody’s an angel. Termasuk gue, elo, dan semua manusia yang ada di dunia. Nah kalo lu yakin lu ga pernah mengecewakan siapa-siapa, dan elo yakin dirilo perfek seperfek-perfeknya… silakan deh mo membenci orang-orang yang mengecewakan elo seumur hiduplo, dan menjalankan plot dendam elo yang udah lo rencanakan seumur hiduplo.

Pertama gue mau kita sepakat dulu. Yang jelas juga gue rasa gimanapun pemahaman elo soal kata “cinta”, kalo lo bilang bukan karena sex, itu bohong banget.

Cowok tertarik sama cewek pasti pertama dari fisiknya = tertarik secara sexual. Lo suka wajah cantik, itu juga namanya udah tertarik secara sexual. Lo tertarik sama kecantikan target elo yang cantik, masa iya elo ngimpi cuma sebatas ngobrol sama dia? Lo pasti mimpi ngejalin relationship sama dia, berlanjut ke pelaminan, dan hidup bahagia selama-lamanya.

Jadi, sebenernya gue rasa cukup fair kalo hal yang terjadi kebalikannya : si cewek ga tertarik sama elo (secara sexual).

Chart Julien Blanc

Sebelum lu lanjut bacanya, gue ulangin sekali lagi : gue ga mendukung sexual harassment, abuse dalam bentuk verbal maupun fisik.

Bisa lu liat di 2:27 video yang bikin heboh.

Cewek yang pertama sepertinya ngikut arahan dia.

Cewek kedua dan seterusnya memang keliatan ada resitance.

Satu hal yang pasti, kita ga dikasih liat gimana reaksi target-targetnya dia setelah perlakuan itu. Jadi, entahlah.

Tapi… potongan tentang apa yang dia sampaikan di seminar dia, “At least in Tokyo, if you’re a white male, you can do what you want.” Well, seems you got it wrong, Julien. Rasa unstopable itu cuma sebatas perasaan yang ada di dalam dirilu. Lo masih manusia dan lo masih hidup di tengah masyarakat. Setiap aksi pasti ada konsekuensi.

Honestly? Kalo dari gue sendiri? Kayaknya ga perlu sampe segitunya deh. Teknik-teknik seperti ini yang dulu-dulu gue bilang “being innovative for the sake of being innovative”. Hasilnya maksain dan ga karuan. Kenapa? Karena seduction itu SIMPLE, dan ga banyak yang bisa dibahas.

Selain video Julien Blanc dia bikin chart seperti ini :

enhanced-12050-1415056305-11

Make sense?

Menurut gue masuk akal. Gue bilang “masuk akal” tapi itu bukan berarti gue mensupportnya, atau mensupport abuse/harassment/pelecehan/penganiayaan. Faktanya, memang ada beberapa player yang menggunakan hal-hal seperti itu dan si cewek masih nempel sama dia. Tapi lagi-lagi kayak kata Aaron, tiap-tiap dan masing-masing cewek itu BEDA. Sama kayak elo beda dengan gue.

Ini sekedar KJ-ing. Pendapat pribadi, atau teori gue sendiri. Dulu pernah gue sampaikan, bahwa masalah utama “nice guy” itu adalah mereka terlalu menjaga perasaan si cewek. Mereka terlalu mengambil jalur aman, sehingga interaksinya terlalu datar, ga ada gejolak emosi diantara keduanya, dalam kasus ini si target. Singkatnya : DATAR dan MEMBOSANKAN.

Pertanyaan yang sering keluar dari yang baru mulai adalah “ngomong apa”. Yang biasanya jatuh-jatuhnya pas awal berubah jadi job interview. Nama kamu siapa, kuliah dimana, kerja apa, dst.

Nah, gue berpendapat, baik cewek MERASAKAN sesuatu sama elo, baik itu perasaan negatif maupun positif. Kalopun perasaan dia itu negatif ke elo, selama dia masih memfokuskan dirinya ke elo, you’re still in the game. Kalo lo bisa membalikkan mood negatifnya dia jadi positif, well done banget.

“Change her mood, not her mind”

Lupa kata-kata siapa.

Coba diinget lagi baik-baik. Memory macam apa yang masih membekas sama elo? Moment-moment seperti apa yang masih muncul di kepala elo? Gue yakin, moment-moment dimana elo MERASAKAN sesuatu. Baik itu positif maupun negatif. Make sense? Misalnya waktu lu seneng banget, atau pas elo kecewa berat, atau pas elo lagi berbunga-bunga.

Pernah ada satu advertising agency yang memanfaatkan “trauma”. Prakteknya mereka gila-gilaan, ngebobol rumah, nawan penghuninya, terus menculik bayi, dsb sampe ibunya nangis-nangis, terus pas waktu momen emosional itu keluar, mereka nyodorin produk yang mereka iklankan.

Masuk akal? Masuk akal. Karena targetnya jadi mengasosiasikan produk tersebut sama kejadian yang bener-bener tak terlupakan tersebut. Dan trauma biasanya bisa sampe seumur hidup. Dari situ diasumsikan bakal jadi viral, karena diceritakan dari mulut ke mulut. Brand awareness jadi meluas. Sayang videonya gue lupa dimana.

Tapi… pertanyaannya : perlukah sampe segitunya untuk kepentingan yang egois? Etis ga?

Nah, sekarang balik ke topik utamanya, perlu kah elo melakukan semua hal yang ada di chart diatas?

Kek Aaron bilang di Debunking the Seduction Community. Manusia bisa bertahan begini lama, kenapa? Hell, you’re here too, reading this blog, right? Dan gue rasa orang tua elo ga ada yang belajar soal Pick Up Art atau semacamnya. So saran gue sih… don’t worry much about it, atau malah ngejer titel “MPUA” segala.

Gerakan Pick Up Art baru booming pas pertengahan 2000an, khususnya ketika koneksi internet mulai umum digunakan masyarakat luas (pickup banyak berkembang di forum-forum internet. Dalam kasus ini mASF yang pertama kalinya). So, I don’t think your parents even know what “PUA” is.

Coba liat sekitar, sekeliling lo juga. Mungkin kalo perlu konsultasi sama yang emang udah berpasangan. Si cowok ngelakuin hal-hal yang ada di chart diatas ga?

Ada beberapa player yang tetep “nice” tapi tetep aja cewek nempel sama mereka.

Dan, percakapan “Job Interview” gimanapun juga, bukan berarti ga mujarab. Nyatanya beberapa temen gue yang ga pernah in-touch sama seduction knowledge lancar2 aja kok. Beberapa FR di IndoPUA juga make cara ini. So why not.

Jadi gini, metode di luaran itu buanyak. Julien bukan satu-satunya yang bikin “metode”. Tiap “metode” bekerja, untuk tipe cewek tertentu. Metode yang mana yang pas buat tipe yang gimana? Again, gue juga pernah bilang dua hal : it’s about numbers game, ini soal permainan kuantitas, dan elo ga akan bisa nebak manusia lain. Dalam hal ini “tipe” nya.

Tapi satu yang universal, cewek itu jelas suka sama cowok yang PEDE. Bukan cuma cewek aja. Lu mau ga berlama-lama nongkrongin orang yang ngeluh dan menggerutu, pemarah, curhat melulu atau semacamnya? Gue yakin engga.

Kontroversi “Pick-Up Artist”

Beberapa lama yang lalu, salah satu “pelopor” seduction community Allen Reyes atau dengan nicknamenya “Gunwitch” diBUI, gara-gara dia nembak (literally, secara harafiah) salah seorang targetnya.

Bisa lo baca beritanya disini :

http://www.thesmokinggun.com/buster/pua/gunwitch-plea-deal-934072

Silakan cari sumber yang lain, pake keyword “gunwitch shooting”

Ada beberapa ajaran yang memang mengarah ke sexual harassment, tapi ini semua tergantung dari si pengajar. Karena tiap metode beda-beda.

Kata-kata GunWitch yang terkenal : “Make the ho say no”. Ini juga sering dipelintir sama orang awam. Arti yang sebenarnya, sebelum lu ditolak mentah-mentah, jangan keluar dari set. Bukan berarti lo nyerang si cewek sampe dia teriak-teriak “nooo” berkali-kali. Cuma sampein masalah soal “persistence”.

Dalam kasus ini, gue setuju. Elo memang perlu kebal sama penolakan/rejection, dan ini salah satu cara mengasahnya.

Sebagai individu, gue ga mendukung penembakan tersebut. Ga perlu gue deh, orang yang bloon pun pasti bilang itu ngaco. Dan kalo gue pribadi ketemu tatap muka sama GunWitch, gue bakal jaga jarak.

Still, ambillah yang positif. Sama ketika gue benci sama seseorang, tapi gue ngeliat long-term benefitnya. Sejujurnya pas awal gue terjun ke dunia ini gue sebel sama mentor gue, However, gue mencoba ngeliat lebih jauh dari situ. Dan gue liat mentor gue tulus mo ngebantu gue. Jadi gue telen ego gue dan bener-bener dengerin dia. That’s what makes me the man I am today.

Pick Up Art : Good or Bad?

“PUA” dan orang-orang yang bertukar pikiran di forum-forum seduction ada banyak. Ratusan kalo ga ribuan. Gue percaya sama omongan Aaron lagi. Ga ada satu solusi jitu untuk semua kasus.

Udah gue ceritain juga, mentor gue berpusat ke “metode”nya Neil Strauss. Dia ini pemuja Neil Strauss dan “indirect method” banget.

Setelah gue jalan sendiri, seiring waktu style yang berkembang dalam diri gue, berbeda banget. Di lapangan gue juga sering berselisih pedapat sama dia. Kenapa? Ya karena gue dan mentor gue orang yang beda.

Gue suka comot sana comot sini. Gue combine semuanya sampe gue nemuin kombinasi yang pas buat gue. Gue liat konsep dibelakang “method” yang gue baca, dan kek mantan bos gue bilang, kalo belajar itu pelajarin konsepnya, eksekusinya terserah elo, yang penting sampe tujuan.

Yang gue perhatiin sekarang, kebanyakan orang disuruh A, dia ngelakuin 100% A, terus bertanya-tanya kenapa hasilnya ga sesuai?

Inget, manusia itu bukan 1 + 1 = 2. Manusia itu bisa aja 1 + 1 = 11 atau 1 + 1 = 1 atau malah 1 + 1 = 34872894. Manusia itu ga logis. Baik cewek maupun cowok. Di lain pihak ada juga yang banyak baca materi terus keluar dalam hitungan jari bermimpi jadi womanizer yang ngegandeng model HB9999.

Lo berhadapan dengan benda mati aja harus latian. Misalnya naik sepeda. Bisa ga elo baca berbagai materi tentang sepeda, besokannya lo jadi juara Tour de France? Yang jelas, ya kalo mo bisa naik sepeda, lo harus naikin sepeda tersebut, lo coba jalanin. Jatuh berkali-kali ya gapapa, itu yang namanya proses BELAJAR.

Julien Blanc dan Allen Reyes (GunWitch) itu cuma dua individu yang ngaco menurut gue, diantara nama-nama lain yang masih “legit”. Masih banyak ajaran lain yang bisa lo pake.

Kalo lo rutin praktek dan mulai manen kesuksesan, pada satu tahap, elo bakal ngerasa unstopable, dan ngerasa bisa bertindak seenak jidat elo. Kek omongan yang keluar dari Julien Blanc : “At least in Tokyo, if you’re a white male, you can do what you want”. Kepedean istilahnya. Coba cek interview sama CNN ini :

Coba liat ekspresi wajahnya Julien. Not so unstopable now aren’t you?

Nah, kek GunWitch juga… ada lesson yang positif juga kok yang dia kasih di seminar-seminarnya dia :

“Don’t fucking give up”

“Expressing yourself, expressing your thoughts”

“Proven” Method

Go out, n talk to the girls. Itu aja. Metode ini bekerja dan sudah terbukti… mungkin semenjak peradaban manusia pertama kali muncul.

Ngapain pake narik pala cewek ke selangkangan elo?

2 comments on “Kontroversi PUA

  1. Pingback: Men These Days | cotulen.com

  2. Pingback: “Keren” | Laki Tulen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 10, 2014 by in Opini, Outer Game and tagged , , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: