Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Bocoran “deitylike method”?

deitylike

Sebelumnya gue menekankan satu hal dulu, gue ga pernah bilang “metode” gue paling hebat atau ajaran gue paling benar atau semua sharing di blog gue ini bakal bekerja untuk semua orang.

Blog ini cuma pengalaman pribadi, dan gue selalu menekankan take it or leave it basis untuk tulisan-tulisan gue. Mungkin bisa bekerja dan berguna untuk elo, gue ikut senang. Kalo engga, ya ga harus percaya atau ngikutin blog gue.

Tapi, gue ngomong jujur aja ya, “teknik visualisasi” ini teknik yang paling absurd yang pernah gue denger.

Kalo memang bekerja, kenapa cuma sebatas pin BB? Kenapa ga langsung visualisasiin live happily ever after sama target?

Well, why stop using it to get women?

Kenapa cuma dipake buat ngegaet cewek doang?

Kenapa ga visualisasiin diri jadi tajir ngalahin Bill Gates? Atau jadi raja pemimpin bumi? Atau pemimpin jagat raya sekalian?

Pecandu film bokep gue rasa sering visualisasiin diri mereka main sama para bintang JAV. But kalo mereka terus-terusan mengunci diri dan nonton bokep, ngebayangin diri mereka tindih-tindihan sama Ameri Ichinose siang dan malam, mungkin mereka malah bakal jadi perjaka abadi. Ini gue berani jamin.

Orang miskin juga sering ngebayangin diri mereka dianter kemana-mana pake supir pribadi naik mobil Mercedes Benz.

Tapi kalo mereka ga ada tindakan buat mengubah nasib, ya selamanya itu bakal cuma jadi mimpi.

Lebih masuk akal kalo lu berharap jadi kaya mendadak dengan masang lotere tiap hari.

Rupanya omongan Aaron bener banget.

http://bit.ly/1se2hDd

Dan walaupun seduction industry di Indonesia baru mulai, sepertinya bakal mengarah ke apa yang diangkat sama Aaron di bukunya.

Silakan baca juga yang ini :

https://lakitulen.wordpress.com/2014/05/04/pick-up-artist-indonesia/

Come on. Ini cuma common sense.

You want to get girls? Go out there and meet them as many as you can. Itu aja, that’s it and that’s all. Bukan wingman yang bakal jadiin lo hebat sama cewek, bukan visualisasi, bukan kata-kata ajaib, bukan susuk atau sejenisnya.

Boleh lu cobain pake jasa dukun pelet, silakan, but gue pribadi sih ga menyarankan.

Lo mo karir naik, ya kerja yang bener.

Lo mo kaya, ya ga lain dan ga bukan usaha yang keras.

Bukan ngevisualisasiin dirilo jadi womanizer dalam sehari, tajir dalam sehari atau sejenisnya. Semua itu perlu PROSES.

Dan elo harus menikmati proses tersebut. Kalo misalnya elo ga berusaha keras, elo ga menunjukkan bahwa “ini hal yang benar-benar gue inginkan”, maaf aja gue bilang itu cuma impian kentut. Impian ecek-ecek. Sama kayak pas lo pengen nonton TV, sekedar pengen-pengenan doang.

“Metode” absurd lainnya yang juga diangkat sama Aaron :

Silakan ketuk-ketukkan jarilu ke kepala elo sampe kapalan supaya elo jadi waras dikit kalo percaya sama hal-hal ginian.

Satu-satunya cara menaklukkan approach anxiety ga lain dan ga bukan, ya dengan mengexpose dirilo terhadap rasa takut tersebut. Sampe lu sadar bahwa rasa takut elo itu semu dan tidak ada yang perlu ditakutkan. You’ll fuck up ever once in a while, lo bakal sering direject, lo bakal sering gagal, nobody makes the first jump… tapi so what? Terus kenapa? Life goes on. Jalan terus. Keep going.

FYI baru-baru ini, gue dapet undangan seminar “menjadi multimilyuner dalam sebulan”

Entah kenapa multimilyuner yang ngundang gue segitu ngototnya ngajakin gue seminar tersebut.

Kalo multimilyuner beneran, napa ga pasang di TV sekalian biar bisa ngejangkau jutaan orang?

Kok kalo ngiklan masih pake BBM?463px-Facepalm

Again, guys, ini cuma common sense aja.

You DESERVE the best.

However, pertanyaannya cuma 1 :

Do you WANT the BEST?

Dalam kasus ini,

How much do you want it?

6 comments on “Bocoran “deitylike method”?

  1. Anonymous
    October 17, 2014

    suka endingnya.. it’s not about how good you are, it’s about how good you want to be – Paul arden

    • exorio
      October 17, 2014

      mantab gan…

      *googling Paul Arden*

  2. Pingback: FR : Kunjungan ke Kampus | cotulen.com

  3. anonimus
    October 18, 2014

    haha, ini yang pernah bikin gw delusional ketika gw percaya bahwa cuma mikir kita bisa dapetin apa yang gw pengen, dan entah kenapa ada yang gembar-gemborin metode kayak ginian :capedeh:

    dan akhirnya gw sadar, kita sebagai manusia hidup di dunia materiil, dan untuk mencapai sesuatu manusia harus melakukan tindakan-tindakan, dan manusiapun juga punya batasan ketika melakukan tindakan-tindakan untuk menuju tujuan mereka, namun ada satu hal yang bisa diambil ketika ada batasan yang kerasa nyebelin ketika kita mau mencapai tujuan yaitu pembelajaran

    kalo kata temen saya
    life is essentially practicing not dreaming

  4. Pingback: Logo Baru | cotulen.com

  5. Pingback: Review Buku : Johnny’s Journey dan refleksi komunitas | cotulen.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 16, 2014 by in Opini and tagged , , , , , .
%d bloggers like this: