Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

“Vibe” – Body Language Part 3

Part 1 : https://lakitulen.wordpress.com/2013/04/28/the-power-of-body-language
Part 2 : https://lakitulen.wordpress.com/2013/07/17/body-language-basics
Part 3 : https://lakitulen.wordpress.com/2014/08/18/vibe-body-language-part-3

Vibe

Vibe, atau getaran, atau mungkin gue lebih suka menyebutnya dengan “aura” (walaupun engga tepat secara sepenuhnya), bisa dibilang adalah semua kombinasi komunikasi non verbal yang elo pancarkan ke dunia.

aura2

“Aura” sendiri gue ga gitu percaya, dalam konteks arti aslinya. Tapi sejauh pemahaman gue, konsep “aura” itu masih mendekati dengan “vibe”

Kadang gue merefer “vibe” ini sebagai “aura”, karena orang lebih familiar dengan kata “aura”.

Agak sulit menjelaskan “vibe” secara mendetail. Tapi pernah ga elo deket sama orang tertentu dan elo ngerasa risih/ga nyaman?

Misalnya coba liat foto ini :

130711_44665

3449858

Kalau perlu klik gambarnya supaya elo bisa fokus terhadap masing-masing foto.

Mana yang menimbulkan perasaan engga enak, dan mana yang menimbulkan perasaan nyaman?

Kayak yang udah disebut sebelumnya, apabila banyak orang yang ga memberikan reaksi/respon positif ke elo, kemungkinan besar itu karena DIRI ELO yang perlu dibenahi.

Mungkin biar lebih mudah, coba tonton 2 youtuber dibawah  ini :

Coba tebak mana yang memiliki subscriber lebih banyak?

Kripparian memiliki 260.000 subscriber

Sedangkan PewDiePie hampir 30.000.000 subscriber

Nah, gue mo tanya, ketika elo menonton video milik Kripparian, apa yang elo RASAKAN?

Apa juga yang elo RASAKAN ketika elo menonton video milik PewDiePie?

Gue ga mengatakan bahwa elo harus meniru PewDiePie 100%, mengkopi kepribadiannya dan sejenisnya.

“Blueprint” atau istilahnya “cetakan” tiap-tiap orang itu beda. Tapi yang jelas, body language dan vibe itu bersumber dari pandangan elo terhadap diri elo sendiri.

Contoh video lainnya, salah satu motivator yang punya kekurangan fisik :

Nah untuk ini, coba minimize browser elo, cukup dengerin dia ngomong. Energi apa yang elo dapatkan dari cara dia berbicara? Tonality orang ini sangat bagus. Dan dia bisa mengekspresikannya dengan sangat mudah. Berbeda dengan kebanyakan orang yang takut mengekspresikan emosinya, contohnya :

Nada bicaranya datar, membosankan, dan menyampaikan fakta, sebagai fakta.

Kemungkinan besar, dia terlalu menahan diri, memikirkan reaksi apa yang bakal dia dapatkan, dan mungkin terlalu keras berusaha menyenangkan audiencenya

https://lakitulen.wordpress.com/2014/08/12/getting-in-touch-with-emotion/

Bandingkan lagi dengan :

Steve Jobs

Steve Ballmer

Berasa ga energinya?

Untuk kasus Steve Jobs sendiri, dia banyak ngucapin kata-kata INCREDIBLE, AMAZING, AWESOME, dengan cara yang khas, sehingga bisa menghipnotis para peserta seminarnya.

Atau salah satu contoh favorit gue, dimana apa yang elo KATAKAN itu engga ada pengaruhnya, elo bisa menyampaikan hal-hal yang kurang ajar dan sangat menyinggung (dalam hal ini rasis). Ini stand up comedian yang namanya Russel Peters, joke-jokenya dia rasis semua, tapi tetep jutaan audience berebutan buat dapetin seat untuk nonton pertunjukan dia.

Gue sendiri udah membawakan seminar/workshop, dan jelas buat “menghipnotis” penonton itu bukan sesuatu yang mudah.

Satu pengalaman terpahit gue ketika awal-awal membawakan seminar adalah semua peserta walk out keluar dari ruangan, dan tersisa 2 orang di dalam ruangan tersebut. It sucks. Tapi jelas, kalo gue ga mengalami hal tersebut, gue ga bakalan bisa belajar dari pengalaman.

Waktu itu kebetulan gue lagi flu, dan beberapa rentetan kejadian membuat mood gue sangat jelek. Walopun gue berusaha membawakan yang terbaik, apa yang gue “pancarkan” atau “broadcast” itu sangat negatif. Maka orang pun ngerasa negatif tentang diri gue. Dari sekitar 100-200an pengunjung, cuma tersisa 2 orang.

Selanjutnya, ga masalah, ketika gue membawakan seminar di tempat lain, atau di kampus, kini gue bisa berinteraksi dengan audience dengan benar. Rasa grogi, demam panggung dan sebagainya masih muncul, tapi karena gue udah mengalami yang terburuk, jadi gue tau bahwa semua emosi negatif tersebut bisa diabaikan, dan ngebiarin semuanya mengalir kayak air.

Inner Game

Kalau apa yang ada di otak elo negatif melulu, pesimistis, pendendam, atau semacamnya, itu juga yang bakal elo “broadcast” atau siarkan dari “vibe” elo ke orang lain, maka dari itu orang akan memberikan feedback negatif kembali ke elo juga.

Engga perlu banyak menonton video soal body language, “vibe” itu sendiri bisa dilihat dari foto. Gue kasih contoh foto-foto lain.

Misalnya, kedua orang dibawah ini bakal meminta bantuan elo, atau mungkin elo berlaku sebagai investor, siapa yang bakal elo percaya?

tumblr_me4w4dwiu21r2wgwlo1_1280

Exclusive - Macaulay Culkin Greets Fans

Satu contoh lagi :

Bahkan dengan mengubah penampilan, reaksi orang terhadap elo bakal berubah banyak.

Penampilan pengaruh ato engga?

Gue udah sampaikan tentang hal ini. Pengaruh, liat lagi contoh-contoh diatas. Walaupun tidak sebesar yang elo pikirkan.

Baca lagi disini

https://lakitulen.wordpress.com/2013/07/23/mitos-mitos-umum-yang-beredar-mengenai-cewek-part-1/

Atau di halaman 1 Kaskus Lair yang lebih updated :

http://www.kaskus.co.id/thread/51ebd4926012437a73000000/pua-kaskus-lair/

Misalnya :

kaskus006

Ga banyak yang bisa dia lakukan buat mengubah wajahnya. Pengaruh? Gue tetep bersikukuh pada jawaban yang sama : YA dan TIDAK.

Perlu lu inget juga, ini soal permainan kuantitas. Jelas Andika kangen band punya ribuan, mungkin jutaan fans, dibandingkan dengan orang yang social circlenya sempit.

Dari situ dia tinggal pilih aja, dari semua yang tergila-gila sama dia.

Nah, gimana kalo orang-orang biasa seperti elo dan gue? Ya, keseluruhan blog ini dari awal sudah memaparkan salah satu caranya.

Kalo elo lebih prefer dikenalkan dari temen ke temen, unless emang temen elo segitu banyaknya, dan elo jadi tergantung sama opsi yang diberikan teman, ya itu hak elo.

“Tapi gue orang yang Introvert”

Atau “tapi gue ga pinter ngomong”, “gue ga pinter ngelucu”, dll.

Contoh alasan-alasan yang paling sering gue dengar.

Masih belon sadar, bahwa gue udah menunjukkan contoh yang ga berbicara sama sekali? Coba liat lagi keatas, liat contoh foto-fotonya.

Gue juga sering ngelihat playboy yang aslinya pendiam, dan sampe sekarang gue garuk-garuk kepala gimana caranya dia bisa ngumpulin gerombolan cewek segitu banyak yang selalu ngikutin dia kemana-mana.

So, alasan-alasan tersebut ga relevan gue rasa. Dan lebih sering lagi, kebanyakan orang sepertinya ga mengerti tentang “introvert” tapi sering menggunakannya sebagai alasan.

Bedanya introvert dan extrovert cuma sedikit, dua-duanya sama-sama manusia. Dan menjadi introvert BUKANLAH kekurangan, apalagi alasan.

Jadi kalau elo membuat “introvert” sebagai alasan elo untuk TIDAK bersosialisasi, maka ga ada buku, ga ada “coach”, ga ada “wingman” ato apapun di dunia ini yang bisa ngerubah diri elo.

Faktanya gue sendiri termasuk orang yang introvert, tapi gue ga masalah menjadi salesman dadakan. Gue juga kalo ngomong seperlunya, kalo bisa ga perlu ngomong apa-apa kalo emang ga ada yang perlu diomong.

Itulah sebabnya kenapa juga gue lebih prefer Night Game (walo belakangan gue udah jarang), karena “vibe” elo dan tindakan elo lebih banyak berpengaruh dibandingkan kata-kata yang elo ucapkan, dibandingkan di day game.

Selama elo berfokus mencari solusi, pasti bakal ketemu jalan keluarnya.

Selama elo berfokus kepada permasalahan, ya selamanya juga elo bakal berputar disitu-situ aja.

3 comments on ““Vibe” – Body Language Part 3

  1. Pingback: Pick Up Artist Indonesia | Laki Tulen

  2. Pingback: Body Language Basics | cotulen.com

  3. Pingback: FR : The Power of Body Language | cotulen.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 18, 2014 by in Opini and tagged , , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: