Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Wingman & Value Revisited

About wingman revisited

Soal Wingman sebenernya udah dibahas panjang lebar disini.

https://lakitulen.wordpress.com/2013/07/15/wingman/

Melihat perkembangan selama gue ngurusin thread kaskus lair, dan facebook group.

Bukan satu dua kali gue diPM dan dikasih nomer HP dari pengunjung thread tersebut. Atau malah ada pengunjung yang langsung nyosor, ngepost data pribadinya di thread tersebut.

FYI, gue ga bertanggung jawab kalo sampai data pribadi elo disalahgunakan sama orang-orang yang ga beres, karena elo mengumbar data pribadi elo sembarangan di dunia maya.

Dorongan mencari wingman itu bakal sangat kuat elo alami ketika awal-awal memasuki dunia PUA/Seduction. Sama juga dorongan ngajarin orang lain ketika elo mendapat sukses pertama kali.

Di mASF intro page udah diperingatkan. Kalo elo nemuin pengetahuan ini, jangan diajarkan ke orang lain.

Cara yang benar untuk “menularkan” pengetahuan ini cuma ada 1, elo kasih buku atau link ke resources yang ada, n that’s it. Biarin subjek yang bersangkutan memutuskan apakah dia memerlukan pengetahuan ini atau engga. Then, kalo dia interested dia pasti dateng sendiri ke elo.

Kenyataannya, beberapa kali pun gue didatengin dengan cara seperti itu, di lapangan yang bersangkutan malah urung, bingung dan malah mau nangis. Serius, mau nangis. Mereka ga tau apa yang mereka mau, sampai akhirnya, gue yang disalahkan karena mereka mengalami approach anxiety.

Gue kasih satu contoh kasus si B yang sempat gue angkat disini.

Si B sempat curhat sama gue, soal rumah tangga dan bininya yang nganggep dia sebagai doormat dan minta pisah, bahkan sampai sudah ngomongin masalah cerai. Ini jawaban gue ke dia :

“Yang minta pisah istri elo kan? So, ya bagus lah… manfaatin aja, anggep aja elo jomblo lagi. Have fun, cari cewek lain. Ga usah pusingin bini elo lagi”

Waktu gue udah diketemukan bareng, kita bertiga jalan, dan praktek lapangan di citos. Si B pas paginya sih semangat, tapi pas mulai praktek, keringat dingin dia keluar, dan alasan sedikit demi sedikit makin bertambah. Pada akhirnya engga maju-maju.

Ketika dia udah maju, selama satu hari itu dia kayak senapan mesin, set banyak diopen sama dia, dan dia bilang sendiri dia ketagihan sambil ketawa-ketiwi.

Beberapa lama kemudian, salah satu pegawai di kantor tersebut dijadiin TTM sama dia. Kemana-mana bareng, dan waktu meetup pertama kaskus lair, dia bawa si cewek. So, in the end, anak-anak yang di thread semuanya menyebar dan taking action, sedangkan si B tetap milih comfort zonenya dia. Kita masing-masing dapet kenalan baru, sedangkan si B ya, well, tetep sama tuh cewek.

Ini sebenernya kelemahan sebagian besar orang, karena ga mampu menghadapi approach anxiety, co-worker pun diembat. Dan elo ga tau betapa hellnya di kantor terakhir gue, dimana di dalem suasana ga enak begitu ada anak cewek cakep yang baru masuk dan semua cowok itu sikut-sikutan berebutan itu cewek. Sayangnya manajemen ga berbuat apa-apa, ya karena manajemen ngejalin relationship didalam juga bahkan beberapa petingginya pun merried sama co-worker juga. Conflict of interestnya udah njelimet kemana-mana.

Beberapa lama kemudian, gue ketemu si B lagi, kali ini dia lebih ceria, lebih pede dan lebih energik. Dia bilang dia jalanin saran gue, dan ternyata bininya sekarang yang ngerengek minta balik. PLUS, sekarang dia diperebutkan 2 cewek, co-workernya dia dan si bini. Yang tadinya dia terlihat depresi dan auranya low self esteem banget, sekarang berbalik 180 derajat. Good for you.

Nah, gue temenan baik sama dia, dan gue ga merasa ada problem apa-apa. Group kaskus lair udah berjalan cukup lama, dan isinya cukup solid juga. Ya ini agak lucu sih, di path gue sering komunikasi sama dia, dan kalo ada acara kumpul bareng gue selalu ajak dia. Dianya nolak terus. Sampe akhirnya kalo ga salah gue bilang gini “eh elo mah belon bisa dihitung hunting men”, at least itu seinget gue komunikasi terakhir sama dia yang gue inget.

Setelah itu beberapa status nyinggung yang gue rasa ditujukan buat gue mulai keluar dari dia. Tetep, gue ngajakin dia, sekedar have fun, dan kalo mau join groupnya silakan, sharing-sharing, toh dianya juga punya pengalaman ngadepin bini. Tapi nyatanya sekarang dia ga bisa dikontek lagi.

Apa yang terjadi?

Dia masih punya massive approach anxiety, dan gengsi ngakuin kalo dia takut. Itu tebakan gue. So ketika gue ngomong soal hunting, dia teringat rasa takutnya dia, tapi gengsi mau ngakuin kalo dia takut. Yang mana menimbulkan rasa yang engga nyaman banget dalam diri dia. Tapi dia juga orangnya ga berani frontal, makanya cuma sejauh bikin status yang nyinggung secara ga langsung.

Orang-orang seperti ini lebih umum dari yang lu kira lho. Beberapa friendlist gue di facebook udah gue unfollow, karena statusnya gosip melulu, dan malah perang sindir-sindiran satu sama lain. Males banget bacanya.

Ya itulah efek negatif social media. Malah jadi tempat curhat dan gosip yang ga pada tempatnya. Atau malah tempat buat manen like buat memenuhi kebutuhan self-validation atau rasa lapar egonya.

Kasus yang mirip terjadi sama temen gue yang lain, katanya dia baca-baca artikel dari satu company tertentu, tapi di lapangan banyak alasan. Dan sampai sekarang dia masih ngebuka botol kalo night game, dengan argumen kalo ga ada botol, ga bakalan ada cewek yang mau nyamper. See, itu artinya dia ga paham bener pickup art itu apaan. Namun kalo dia mulai bahas pickup, kata-kata yang digunakan itu teknis banget, seperti “mindset”, “approach”, “calibration” dan sejenisnya. Padahal gue yakin dia sendiri ga ngerti apa arti kata-kata tersebut, dan gimana aplikasinya yang sesuai.

Nyatanya, cem-ceman dia direkrut sama dia jadi bawahan dia langsung. Yang malah jadi disaster buat dia sendiri.

Point yang mau gue angkat disini :

  1. Teori itu ga ada gunanya kalo engga lu aplikasikan. Para natural player ga pakai teori buat ngegaet cewek kok.
  2. Kalo elo ketemu orang gila, dan dia keliatan hepi. Apakah elo bakal bilang dia gila? Kemungkinan besar elo yang bakal dimusuhin.

Pernah nonton film The Matrix?

Cypher ga suka dengan realita, dan bahkan berusaha kembali masuk The Matrix, apapun itu, termasuk mengorbankan orang-orang yang membangunkannya.

N percaya ato engga, it really happen in real life.

However, di dunia nyata, semuanya itu abu-abu. Ga ada yang putih 100% dan ga ada yang hitam 100%. Kita hidup di dunia dengan berbagai keragaman manusia. Dan ada baiknya kalo memang elo merasa knowledge yang elo dapat itu benar, keep it to yourself. Elu boleh mengexpose pengetahuan, but let the subject decide. Apapun alasannya, konyol maupun engga, apa yang benar atau salah bagi orang lain hanyalah apa yang membuat mereka nyaman atau tidak. Kalau hal tersebut membuat mereka tidak nyaman, then, mereka akan menolaknya habis-habisan. Karakter Cypher ini lebih umum di dunia nyata lebih dari yang elo kira. N that’s why, kita juga punya yang namanya “sopan santun”.

Mungkin paling pas sih, ya ikutin aja caranya Morpheus. Take the red pill or the blue pill?

the-matrix-red-pill-or-blue-pill

Meskipun begitu, ada yang ngotot minta lapangan ke gue dan akhirannya gue malah di block di facebooknya dia lol.

 

Value revisited

Orang-orang yang ngumbar data pribadi di forum anonymous umum seperti kaskus untuk sekedar nyari wingman, gue rasa engga sadar apa yang namanya VALUE. Cukup banyak, silakan cari di threadnya. Belum dihitung PM yang masuk ke gue, ngajakin ketemuan atau ngasih nomer HP ke gue berharap gue mau jadi wingman, tanpa kenal yang bersangkutan sedikit pun.

Seriously. Pernah ga buka Yahoo! Chat room gitu? Omegle? Chatroulette? Atau chat room public lainnya? Banyak cowok desperate disitu yang minta sex, minta sexcam, cari tante girang atau minta ML dan sejenisnya. Bahkan kalo di chatroulette itu banyak orang yang masang kamera sambil ngumbar kelaminnya. Euhhh… ya apa bedanya sama ngumbar nomer HP buat cari wingman?

Post baru 1 di thread, dan ngumbar nomer HP, berharap ada yang mau ketemuan dan nemenin yang bersangkutan untuk sarging bareng.

Value apa yang elo tawarkan untuk orang-orang lain di thread? Nomer HP elo? Bisa buat apa?

Baru-baru ini terjadi lagi, ngepost di group facebook “kapan sarging bareng?”, dan ga mau bersusah payah baca ketentuan dan ngikutin aturan main yang diset di group tersebut. Value apa yang elo tawarkan untuk group/komunitasnya? Dateng, ngepost ngajakin sarging bareng, kenal juga engga?

Gini, dengan ngepost FR, apalagi yang bagus, dan kalo elo sukses di FR tersebut, tawaran untuk jadi wingmen bakal ngalir dengan sendirinya. Nanti dari tawaran wingmen itu lu tinggal pilih. Dan ini udah gue bahas di page 1 kaskus lair.

Tapi kalo elo ngumbar seperti itu, ketauan elo desperatenya. Means, elo malak “value” dari orang lain, tanpa elo menawarkan “value” kembali.

Mungkin gue nantinya bakal bahas lebih lanjut soal value ini, melihat perkembangan belakangan.

 

The Game dan Konsep Wingman

Okelah, mungkin pas pertama kali kenal pickup art, terus kemudian nemu buku The Game. Seru banget ya. Mystery & Style, Herbal, Tyler Durden, dst.

Mystery dan Style pun jadi sobat karib yang erat, saling bertukar pikiran dll.

However, perlu elo inget, The Game itu menceritakan soal Style, bukan Mystery.

Mystery sendiri sebelum ketemu Style, apakah punya wingman? Gue rasa engga.

Dan kumpul bareng tersebut setelah bertahun-tahun mASF berjalan, dan komunitas udah SOLID.

Dalam arti, ketika awal-awal Mystery bereksperimen, gue yakin, seyakin-yakinnya dia keluar ke lapangan SENDIRI.

Dan Style baru masuk setelah Mystery sudah cukup matang dan komunitas sudah cukup solid.

Nah jadi pertanyaannya sekarang :

 

To wingman or not to wingman?

So, udah ketauan, cari wingman itu sulitnya setengah mati. Otherwise, ga akan ada orang-orang yang ngumbar nomer HPnya terang-terangan di forum maya yang dipenuhi dengan orang yang ga jelas. Orang-orang terdekat ogah, orang-orang awam ga ngerti dan ada kemungkinan bakal mencibir apa yang elo lakukan. Is it worth it? Gue rasa, sejauh pengalaman gue cari wingman itu buang-buang waktu.

Dan biasanya kalo elo kebelet cari wingman, waktu elo malah bakal habis cari wingman ketimbang keluar dan praktek lapangan langsung.

Kebanyakan para natural keluar sendiri n just do it. Ga nyari-nyari orang lain. Dan sejatinya sih seduction itu dilakukan 1 VS 1; elo dan target elo. Unless elo emang merencanakan orgy atau threesome. Gue yakin sih engga.

Solusi yang gue berikan adalah group chat. Namun ketika elo udah memiliki banyak pengalaman di lapangan, dorongan untuk mencari wingman bakal semakin berkurang. N that’s why, sempet waktu itu kita gathering bareng, ada yang baru masuk. Ketika kita ngobrol santai, tukar pikiran, becanda ketawa ketiwi, dia ga bisa konek sama kita orang, melainkan malah kebelet sarging rame-rame.

Then… what’s the point? Kalo elo jago cold approach, tapi socially elo masih culun? Nah giliran kita ke lapangan langsung di club, dianya malah jadi super pasif. Maunya ga jelas kan? Dan di tengah jalan asal ngilang tanpa pamit atau bilang apa gitu. Sure, kalo cold approach di mal unstopable deh. Tapi seriously, apakah itu yang namanya socially calibrated? Pamit engga, bilang mo kemana juga engga, dan orang lain disuruh kebingungan nyariin dia? Tapi sejujurnya sih pas abis dia ngilang kita semua cuek, kita tetep enjoy dan gue pulang jam 4 pagi waktu itu lol.

Ya kenyataannya emang ada member groupnya yang baik banget, yang mau ngajarin orang baru dengan sukarela. Ngajakin sarging bareng dan ngedampingin di lapangan. But ya jarang lah ada orang-orang seperti itu.

Kalo mau yang kayak gitu, ya silakan ngambil pelatihan di company-company sebelah. Elo pun jadi customer, dalam arti ya mereka harus berusaha sekeras mungkin membuat elo bisa. However, semua itu bisa elo jalanin sendiri. Kasus nyatanya? Ya gue. Dan gue ga melarang siapa-siapa mengambil pelatihan-pelatihan tersebut, group juga tetap open buat semua kalangan, baik alumni maupun bukan.

So… kalo mau mulai, mulailah sendiri, ga usah pusing orang lain apalagi pake wingman-wingmanan segala. Pas elo udah menuai hasilnya, yang mo joinan pasti bakal ada. Itu gue berani jamin.

5 comments on “Wingman & Value Revisited

  1. Pingback: The Amazing Spider-Man 2 | Laki Tulen

  2. Ki Jarus
    July 9, 2014

    Aymeen my friend! Setuja!

  3. Pingback: Starting Up | cotulen.com

  4. Pingback: “Mesin Uang” | Laki Tulen

  5. Pingback: Gotlek Yang Fenomenal | Laki Tulen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 19, 2014 by in Opini and tagged , , , , , , , , .
%d bloggers like this: