Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

“Friendzone” revisited

Beberapa lama setelah kasus Ahmad Fathanah dan Maharani Suciyono, kasus om Ahmad keangkat lagi. Beberapa hari yang lalu, waktu gue lagi procrastinating di rumah, gue nyalain TV… abis bete, emang bener-bener lagi males ngapa-ngapain. Eh ada berita soal doi lagi diangkat di berita infotainment. Seorang cewek, mayan cakep menurut gue, lupa siapa namanya, lagi diinterview soal yang bersangkutan.

205571_ahmad-fathanah-di-pn-tipikor_663_382

Sampe satu titik interview dia ngungkapin kalo om Ahmad pernah nembak dia. Gini kalo ga salah jawabannya :

“Aku bilang ke Bang Ahmad, kamu tuh udah aku anggap seperti abang aku sendiri”

“Ya kan ga bisa terlalu frontal, soalnya kalo frontal itu nantinya malah punya banyak musuh, jadi ya aku bilang aja ke dia kalo dia itu seperti kakak aku”

Jleb. Persis seperti yang gue alamin dulu. Yeah, attraction isn’t a choice. Ungkapan terkenal dari David DeAngelo. Kalo si cewek ga ada interest sama elo, ya lu mo jungkir balik mo nyerahin duit milyaran ke target ato diajak keliling dunia, ga akan bisa merubah hal tersebut. Kemarin waktu ke bandung, kalo ga salah si coupets sharing soal salah satu cewek targetnya dia yang lagi dikejer orang tajir. Sampe bahkan si cewek dikasih buku tabungan si tajir dan dititipin mobil. Di sisi lainnya, kalo si cewek udah tertarik sama elo, dia ga akan bisa melakukan apa-apa untuk menahan ketertarikannya sama elo.

Salah satu perdebatan panjang di dunia seduction khususnya pas waktu gue rajin hangout di mASF, itu soal attraction building.

Pertanyaannya, mungkin ato engga? Bahwa ketertarikan sexual itu BISA DIBANGUN?

Dalam arti seperti yang diangkat sama Mystery Method, yang mana kalo elo bisa melewati semua step dari A1 sampe S3, si target spontan tertarik sama elo, dan ga ada yang bisa dilakukan sama dia? Apakah emang ada yang namanya “attraction switch”? Entahlah, yang jelas, attraction itu bisa hilang seketika kalo momen yang muncul di depan mata engga segera diambil.

Para player natural biasanya melakukan approach SETELAH dia menemukan sinyal subtle seperti AI (Approach Invitation) dari si target.

Nah dari sini gue rasa daripada ribet dipusingin sampe elo frustrasi ato kecewa, baiknya pegang konsep KISS (Keep It Simple, Stupid). Kalo si cewek doyan sama elo, ya lanjutkan. Kalo engga ya udah, NEXT!

Bertahun-tahun setelah Mystery Method, banyak metode baru, salah satunya punya Aaron Sleazy (yang sekarang gue adopsi). Metodenya Aaron Sleazy simpel aja :

  1. Picking up your environment (pilih lingkungan elo)
  2. Focusing on receptive girls (fokus ke cewek yang memberikan reaksi positif ke elo)
  3. Not fucking it up (jangan dikacaukan)

Modifikasi dari gue :

  1. Meet a girl (ketemu sama seorang cewek, mo cold ataupun warm approach)
  2. Escalate (eskalasi interaksinya ke sexual)
  3. Not fucking it up (jangan dikacaukan)

Di mix dikit sama gunwitch method “make the ho say no”. Jadi gini, kalo baru pas elo say hi si cewek langsung jutek sama elo atau langsung ngibrit, ya udah cari yang lain. Atau pas escalate si cewek nolak elo, ya udah cari yang lain. Tapi lagi-lagi kalo ga dicoba ya ga tau kan. Coz so far harusnya elo udah paham, cewek itu mahluk paling indirect yang bakal pernah elo temuin. Hampir ga pernah ngomong blak-blakan ato frontal, ya kek contoh interview di infotainment diatas.

Terus, hubungannya artikel ini sama “friendzone” itu apa?

Gini, istilah “friendzone” itu kayaknya baru muncul beberapa tahun belakangan. Terutama ya sejak dunia maya udah menjadi mainstream dan meme internet soal “friendzone” itu makin marak di internet.

Gue rasa juga istilah “friendzone” diciptakan supaya impact penolakan itu engga terlalu pait, dibandingkan kenyataan yang benernya : SHE IS NOT INTERESTED WITH YOU. Dia engga tertarik sama elo.

Yep. Simple aja kok.

Dengan menggunakan istilah “friendzone” elo cuma bakal membohongi diri elo lebih jauh dan berlarut-larut tertelan sama harapan bahwa suatu saat elo bisa keluar dari “friendzone” tersebut. Wake up. There is no such thing as “friendzone”.

Kasus realnya ya tuh cewek yang gue tembak… sampe sekarang banyak bener koleksi “kakak”nya. Dan semua cowok yang dia “anggap seperti kakak sendiri” nurut aja sama dia. Ada yang manggil dia “adik” dan berlaku seperti kakak beneran. Wakakakaka. Serius deh.

Kayak tontonan singa sirkus, si cewek jadi sang pelatih, cukup pegang hula hoop di tangan dan si singa loncatin hoop tersebut dan para penonton memberikan tepuk tangan buat si pelatih. Si singa ga dapet apa-apa, cuma dapet tepukan di punggung sekali-sekali atau daging secuil selama dia menjalankan apa yang disuruh sama si pelatih. Dari sinilah istilah “jumping through the hoop” lahir.

lion-hoop_1216638i

Dari TheFreeDictionary.com : Fig. to do everything possible to obey or please someone; to bend over backwards (to do something). (Trained circus animals jump through hoops.) She expects us to jump through hoops for her. What do you want me to do—jump through a hoop?

Yes, jujur aja, gue sempet ketipu juga. Karena emang dia sinyalnya jelas banget. Dan sempet make istilah “friendzone” juga, coz emang gue benernya nyimpen feeling sama dia. Sekarang temenan sih ya masih temenan, but effort yang gue invest ke dia udah jauh banyak berkurang. Kalo sekedar nyapa, ngobrol, chatting ya ayo. Perlu bantuan ya gue iklas ngebantuin. Kadang gue juga masih minta bantuan dia kok. But gue udah ga berharap apa-apa lagi sama dia.

Sempet juga jadi bahan diskusi di group chat. Bottomline is, gue rasa penggunaan istilah “friendzone” itu ga sehat buat para cowok. Menipu diri dengan bermimpi bahwa elo masih ada chance sama dia. Mungkin emang ada, tapi effortnya worth it ato engga? Dalam arti elo gambling sebesar-besarnya, invest waktu dan tenaga untuk orang yang jelas-jelas engga interested sama elo? Sedangkan banyak cewek lain yang berkeliaran disana. Just accept that she’s not interested in you, and MOVE ON.

Yep. Masalah attraction itu emang lucu. Ga logis. Tapi memang dunia ini ga logis kok. Dan ga ada yang bisa lu lakuin untuk ngerubah ketidak logisan dunia. Terima itu, dan kalo elo udah selaras sama cara dunia bekerja, segalanya bakal lebih mudah dan menyenangkan.

Untuk perihal relationship, yang sempet diangkat di thread. Gue rasa simple aja kok. Bangun aja value elo sebagai orang yang sosial. Gue rasa kalo elo bisa memperlakukan pemulung, tukang kebon, tukang sampah atau penjaga warung dengan baik, gue rasa ga akan banyak masalah dalam mencari tahu gimana memperlakukan pasangan resmi elo. Coz mereka ya sama-sama manusia. Dan tanya kepada diri elo, apakah elo HAPPY dengan relationship yang elo jalanin? Apakah dia juga HAPPY dengan relationship yang dia jalanin bersama elo?

Kalo engga, ya pertanyaan logis selanjutnya cuma satu : napa dipaksain untuk dipertahanin? Yang paling sulit adalah memaintain, khususnya memaintain sexual attraction selama menjalani hubungan resmi tersebut. Karena kalo pacaran ato nikah tapi ga ada sexual attraction, ya artinya status resmi cuma sekedar status. Sisanya cuma temenan aja dibungkus dengan titel “pacaran” atau “nikah”.

Dalam kasus post yang diomelin sama kyutiswhatweaim, gue rasa yang bersangkutan udah ga minat lagi sama pasangan resminya. Nah kalo udah kayak gini, ngapain bikin si cewek jealous ato marah-marah? Gue paham mungkin yang bersangkutan niru kelakuan gue, but waktu itu bukan sama pasangan kok… temen gue yang cewek itu udah merried, dan emang kita jalan bareng sebagai temen. Dia juga yang bilang sendiri. Ya jujur aja gue sendiri kurang setuju kalo elo jalan bareng sama pasangan resmi elo, sambil flirting kemana-mana. Kalo emang udah bosen sama dia, ya udah jangan diterusin, kasian si ceweknya juga.

Sekarang tanya deh sahabat-sahabat elo yang udah merried. Apakah istrinya itu cewek pertama dia? Atau “crush” nya dia yang paling pertama?

Dan yang menjadi pertanyaannya sekarang, apakah ada yang namanya “The One” di luar sana?

One comment on ““Friendzone” revisited

  1. Pingback: Alur Blog | Laki Tulen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 15, 2014 by in Opini and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: