Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Dong Nguyen

Kemarin pas mampir ke warung, gue liat abang-abang lagi asik sendiri sama smartphone androidnya dia dengan kaki kirinya diatas kursi sembari ngisep rokok kretek dan kopi hitam ngebul disebelahnya. Saking asiknya dan terfokusnya dia ke smartphone androidnya dia, gue berani jamin dia ga bakalan sadar kalo gue nyeruput kopi itemnya diem-diem, tapi engga kok, sumpah… engga banget lah.

Nah tapi gue penasaran, kok asik banget si abang sama handphonenya… pokok tangan kiri sibuk ngurusin rokoknya yang kadang dia pegang sampe abunya panjang banget, dan tangan kanan megang smartphone dengan jempolnya nyentuh ke layar berkali-kali. Tiap kali abis dia nyentuh layar smartphonenya ada suara efek Super Mario Bros kalo si Mario dapet koin “tung ting!”. Mo gue sapa, tapi gue agak ragu, ntar ngebuyarin keseruannya dia sama smartphonenya. Ya udah diem-diem liat. Si abang ternyata lagi kecanduan Flappy Bird.

Udah pasti elo denger soal game yang namanya “Flappy Bird” ini, dengan tokoh utama burung yang tampangnya bego dan nyebelin… terbang aja ga becus. Rasa jengkel dan penasaran dijamin bakal ngebayangin elo begitu pertama kali elo nyentuh game ini. Sosmed yang gue pakai sekarang, mau Facebook, Twitter ataupun Path, semuanya rame ngomongin soal Flappy Bird ato sekedar majang score ratusan yang didapat. Dan ini bukan cuma dari Indonesia aja. Dari Asia bahkan negara-negara barat pun semuanya rame ngomongin game ini.

Iseng-iseng, gue juga penasaran, apa sih kok ini game sampe segitunya? Ya udah, sayang pas gue denger soal Flappy Bird itu belakangan pas sang penciptanya ngumumin mo narik Flappy Bird dari AppStore dan Google Play. Dapet sih gamenya… dan score yang tertinggi saat ini gue capai cuma 70. Diatas itu nyerah deh dan gue ogah jadi kecanduan game lagi.

2014-02-14 18.10.47

Okeee, lagi-lagi ngebahas game nih.

Kejadian Flappy Bird mirip sama kejadian yang dialami sama MineCraft yang dibuat oleh Markus “Notch” Persson. Sewaktu ngebikin game yang mereka buat, keduanya engga neko-neko. Mereka cuma ingin membuat game yang seru buat dimainin. MineCraft sendiri sebenarnya simple, menggunakan grafik a’la retro, dan semuanya keliatan kotak-kotak, jauh dibandingin sama game-game AAA belakangan, misalnya Call of Duty atau Battlefield. Dengan modal seperti itu, dan dimulai dengan manpower 1 orang,

minecraft-faceing-sheep-01-1024x607

Hasilnya, sekarang MineCraft memiliki hampir 40 juta pemain dibandingkan dengan MMO yang paling populer di dunia, World of Warcraft yang cuma 7 juta pelanggan. Bedanya? Gue rasa intention atau NIAT dibelakangnya cukup mendorong hasil yang dituai. MineCraft dibuat dengan penuh cinta dari penciptanya, sedangkan World of Warcraft dibuat oleh sebuah entiti bisnis yang besar (Activision Blizzard), yang bertujuan untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.

Ya gue juga paham, cinta akan produk yang dihasilkan bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi keberhasilan tersebut. Ada banyak faktor lain yang mempengaruhi, misalnya timing yang tepat, strategi viral marketing dan seterusnya. Tapi bagaimanapun juga, kebayang atau engga, game indie bisa mengalahkan rekor game MMO populer yang dibuat oleh korporasi besar, sedemikian jauhnya?

Hal ini terjadi lagi sama Flappy Bird. Sang kreator game ini ga neko-neko tujuannya kok. Cuma bikin game yang bisa dimainkan waktu santai, yang simple dan menghibur. Tapi siapa sangka bisa meledak di penjuru dunia. Kabar terakhir Dong Nguyen mendapatkan income $50000 (Rp. 600.000.000,-) per HARI dari iklan yang dipasang di Flappy Bird. Entah berapa banyak pemain Flappy Bird saat ini, yang jelas, game ini masih rame dibicarakan, dan orang-orang masih banyak yang ngepost score tertingginya di social media. Spontan, dan ketebak banget… banyak tiruan Flappy Bird yang bermunculan dimana-mana.

2014-02-12 04.46.55

Nah, disinilah pembahasan efek sosial dari Flappy Bird. Ketika nama elo mulai berkibar, apapun niat dibelakang tindakan elo yang membuat nama elo semakin didengar apakah niatnya baik atau tidak, pasti ada aja orang yang menista perbuatan elo. Akan ada orang-orang yang mulai mencibir elo. Dong Nguyen sendiri, setelah Flappy Bird meledak di appstore, baik iTunes maupun Google Play, mendapat banyak cercaan bahkan ancaman pembunuhan dari para pemain Flappy Bird miliknya. Ga semua orang bisa menghandle pressure yang sedemikian beratnya. Dan itulah salah satu harga dari kesuksesan.

Kayak yang ex boss gue beberkan, there’s a price for EVERYTHINGInilah salah satu “trade-off” yang harus dijalani oleh Dong Nguyen, dibalik kesuksesannya. Siapa bilang sukses itu selalu enak? Satu ucapan bos gue yang masih nancep di gue, dan gue ga nyangka dia bakal bilang seperti ini “semakin lu banyak duit, semakin banyak masalah yang bakal elo hadapi”.

Pahami satu hal juga. Masih berkaitan dengan masalah trade-off. Ketika dulu gue masih mendambakan sentuhan wanita segitu intensenya, karena hidup gue hanya berevolusi di depan komputer, gue masih menganggap cewek yang gue taksir itu wanita yang sangat spesial. Sekarang, cewek adalah cewek bagi gue. They’re just pretty much human being, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Jujur aja, ini salah satu trade-off yang harus dijalanin oleh PUA manapun juga. Honestly speaking, gue kangen merasakan needy lagi ke cewek. Gue kangen merasa tidak berdaya, merasa bingung mikirin si dia, pengen ngebeliin dia bunga, dst. Dan gue udah kehilangan semua rasa itu.

Diluar itu, perkembangan gue yang paling pesat adalah ketika gue bekerja di kantor gue yang memiliki kapasitas 300+ orang. Dan disitulah tempat gue bekerja paling lama. Dengan segitu banyaknya orang, apa yang gue dapat adalah simulasi perilaku manusia di masyarakat dalam skala yang lebih mini. Ada kelompok-kelompok dan pemimpin kelompok (tribesmen dan tribe leaders), ada pemimpin formal, dan berbagai macam individu dengan segala kontribusinya terhadap masyarakat yang mini tersebut. This is how we are socially programmed. Satu kelompok akan susah masuk ke kelompok lainnya. Dan tiap kelompok punya kepentingan masing-masing, bahkan kadang memiliki “norma” dengan kelompok lain atau konflik.

Gue? Gue bukan bagian dari kelompok manapun. Inget dulunya gue penyendiri banget. Tapi ketika gue masih seorang yang pendiam dan pasif, ada aja yang ga suka dengan gue tanpa sebab. Entah kenapa dan gue ga mau pusing. Setelah gue mulai menekuni seduction, mulai mendapatkan percaya diri dan berani mengambil tindakan, mulailah orang-orang yang tadinya baik sama gue, tiba-tiba berbalik tanpa sebab sama sekali. Rupanya banyak gosip beredar di belakang gue. Dan gue ga pernah peduli sama gosip. Masa iya laki hobinya ngegosip?

Ketika para pemimpin kantor gue itu mulai melirik ke gue dan memberikan spotlight ke gue, jumlah orang-orang tipe tersebut semakin bertambah dan pressure pun semakin menggila. Sampai pada puncaknya ketika gue memimpin 80 orang lebih pekerja lokal dan expatriat.

Gue keluar bukan karena ga tahan pressure dari posisi gue, gue keluar karena gue konflik terus dengan manajemen, khususnya mengenai jam kerja, waktu istirahat dan hari libur. Dan orang-orang terbaik yang gue miliki dalam team gue satu per satu mulai rontok dibuatnya, semakin lama orang-orang berkualitas semakin berkurang, dan jujur aja ga gampang mengumpulkan orang-orang berkualitas seperti itu, sedangkan gue ogah dijadikan tangan kanan para manajemen yang money-oriented untuk membuat sweatshop khusus sapi perah.

Itulah tradeoff yang gue alami. Setengah tahun lebih sudah dari kantor tersebut, tapi jujur aja, perkembangan diri gue paling pesat memang terjadi di kantor tersebut. Gue bertemu berbagai macam karakter, berbagai macam kejadian, dan disanalah benar-benar terbentuk mentalitas gue.

Nah, balik lagi ke Dong Nguyen. Orang-orang yang terjun ke dunia game development biasanya adalah orang-orang yang halus, lemah-lembut, cenderung pasif, pemalu dan gue rasa ga pernah sekalipun terlibat dalam adu jotos seumur hidupnya. Gue tau, karena gue punya beberapa teman game developer, seperti itulah rata-rata sifat mereka. Dan biasanya mereka melakukannya karena PASSION. Tidak lebih dan tidak kurang. Mereka melakukannya karena mereka mencintai apa yang mereka lakukan.

Selingan dikit, pesan untuk para kaum hawa, kalo ada yang baca ini tulisan… pikirin baik-baik. Biasanya orang-orang seperti itu, yang computer geek, programmer, game developer dan sejenisnya, atau contoh yang sempat dibahas disini, Edward Leedskalnin, biasanya bukan orang-orang yang bisa membuat elo bergairah atau becek. Yang kalian cari adalah Superman, tapi seringkali kalian mengacuhi para Clark Kent.

1620965_10151981193441840_1700925252_n

Kembali lagi ke Flappy Bird. Bisa elo bayangin ga, orang yang melakukan atau membuat sesuatu yang mereka cintai, tetap saja dibenci? Inilah realita yang harus lu hadapi. Some haters are gonna hate you no matter what. Manusia itu memang ga logis. Walau perlu diinget juga mungkin ada kalanya elo perlu ngaca dan melakukan kalibrasi. Ya terutama kalo emang elo dibenci oleh mayoritas dan alasannya masuk akal.

Bukan cuma Dong Nguyen doang yang ngalamin hal ini. Contohnya seorang developer Call of Duty dapet banyak pesan yang ga enak setelah dia mengeluarkan patch yang ngubah setting senjata di gamenya.

Contoh yang baru ini kejadian di Kaskus Lair, ntah apa maksud yang bersangkutan. Padahal gue dan teman-teman sekalian melakukan meetup ga lebih dan ga kurang supaya bisa saling mengenal, supaya social circle masing-masing bisa berkembang. INGET SATU HAL : It’s not all about collecting numbers or vaginas. So… kalo memang ada yang berpikiran seperti itu, ya terserah. Kan gue udah bilang berkali-kali, pemikiran-pemikiran gue ini based on take it or leave it basis. Istilah darimana daygamers dan nitegamers? Lucu.

FYI waktu itu rencana emang nongkrong bareng di cafe, sekedar santai, curcol, berbagi pengalaman di grup kita, dan kebetulan temen gue yang lain ngajakin ke club, dapet free cover charge, ya why not, sekalian aja gue ajakin semua. So penghuni baru grup chatnya sekalian juga kita ajakin kesana. Just having guys night out. Rame-ramean aja. Dan engga maksa yang bersangkutan ikutan kita ke club juga kok.

Gue rasa ini dampak kemajuan teknologi informasi juga. Semakin banyak manusia yang mengurung diri dan melihat dunia melalui internet. Dan pikir mereka karena mereka bersembunyi di balik internet, mereka memiliki kekuasaan untuk berbuat sewenang-wenang. Gue rasa orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang tertekan di dunia nyata dan mencari sense of power/validasi semu dari dunia maya.

Kalo elo salah satu dari mahluk yang seperti itu, Inget, UU ITE itu udah berlaku dan udah banyak kasus yang sampai ke meja hijau, bahkan hanya dari tweet yang ngaco. Cyberbullying itu juga marak. Contohnya aja yang paling deket, para penipu di FJB Kaskus yang udah jadi “korban” sampai identitas dan keluarga para penipu jadi ikut terseret. Kasian kan keluarganya yang ga tau apa-apa. So think of your action. Untuk setiap aksi ada konsekuensinya. Kasus yang baru-baru ini terjadi di negeri seberang contohnya Anton Casey. Dan good luck dengan kehidupan elo, para internet tough guys dan keyboard warriors.

Cari musuh itu gampang. Cari sahabat yang memang bener-bener saling support itu susah. Dan hidup itu cuma sekali, kalo tujuan hiduplu adalah ngumpulin musuh, ya itu hak elo. And it’s pretty much NONE OF MY BUSINESS.

2014-02-12 07.37.28

Anyway, balik lagi ke pembahasan Flappy Bird dan soal passion. Flappy Bird sendiri merupakan salah satu contoh, bahwa kalo elo terus melakukan passion elo dengan kesungguhan, eventually you’ll get there. Kalo dari awal tujuan elo culas, atau money oriented, ya good luck deh. Inget, Flappy Bird bukan satu-satunya game yang dibuat oleh Dong Nguyen. Sebelumnya dia membuat beberapa game, Super Ball Juggling dan Shuriken Block tapi ga selaku Flappy Bird rasanya. Tentu aja, setelah Flappy Bird meledak, game-game dia yang lainnya jadi naik daun juga. Kayak Flappy Bird, dua-duanya free, ga ada salahnya dicoba.

Setelah insiden Flappy Bird, Dong Nguyen mutusin untuk ngehapus Flappy Bird dari iTunes dan Google Play. Ada kemungkinan ini taktik marketing. Toh memang Flappy Bird itu gratis, dan Dong Nguyen sendiri dapet income dari pemasangan iklan di Flappy Bird. Jadi walaupun ga bisa didapet dari Google Play dan iTunes lagi, banyak orang yang mendistribusikan Flappy Bird di internet secara viral. Semakin sulit dicari, orang semakin penasaran. Ya boleh dibilang termasuk gue sendiri salah satu “korban”nya. Dong Nguyen masih dapet income terus, selama ad masih ditampilkan di apk-apk yang didistribusikan secara bebas di internet. Kalo emang ini skema marketingnya dia, tetep gue jempolin. Jenius banget.

Anyway, kalo penasaran sama Flappy Bird, dan punya Android device, silakan dicoba ambil .apknya disini :

http://apkandroid.blogspot.com/2014/02/flappy-bird-13-apk.html

Sudah gue test sendiri dan so far sih aman-aman aja. Bisa berjalan di tablet juga.

So, the bottomline question is… will you hate a guy for his passion?

Bug_Crawling

2 comments on “Dong Nguyen

  1. Pingback: 1 Year LakiTulen Blog | Laki Tulen

  2. Pingback: “Keren” | Laki Tulen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 14, 2014 by in Opini, Tokoh and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: