Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

HB Rating System Revisited (Binary Rating System)

Ini diskusi dari Line Group Chat, dimana seorang disitu mengatakan “rating gue masih 5 sedangkan kalo gue deketin HB 9 itu berasa berat banget”

Sebenarnya ini udah dibahas disini :

https://lakitulen.wordpress.com/2013/07/01/hb-rating-system/

Kekurangannya pakai rating system HB6-HB10 adalah elo udah melakukan judging sebelum elo berinteraksi sama si target.

Misalnya self-judgement, kayak yang dibilang diatas itu : “gue kurang hot, dia itu HB9, she’s out of my league”

Atau judgement terhadap target : “dia HB10, pasti karena tampangnya dia hot banget, attitudenya gue yakin bitchy abis”

Well, liat contoh-contoh di bawah ini, terutama si Ipul yang jadi fenomena internet :

lizhi-ge-brother-encouragement-inspiration-taiwan-fatty-64

images

hot_girl_ugly_guy_1

rich-men-hot-women-5

ipul-pria-pemburu-foto-bareng-artis-cantik-4

shiren sungkar dan Ipul Pemburu Foto Bareng Artis

Seduction is simple.

Ga usah dibawa ribet.

Menurut gue key pointnya adalah : PEDE

Attraction killer no.1 di dunia adalah : NEEDY/APPROVAL SEEKING

Dan gue yakin, orang-orang diatas itu menemukan sesuatu yang orang lain ga begitu paham : ketika elo menempatkan seorang cewek dengan rating 9 atau 10, secara engga sadar elo telah menempatkan dia di atas, tanpa dia perlu melakukan effort apa-apa.

Inipun dari jaman David DeAngelo udah diwanti-wanti “putting her on the pedestal” (baca Double Your Dating)

Coba diinget-inget baik-baik, pelan-pelan. Pernah ga ada cewek yang naksir elo, tapi elo ga naksir dia? Kira-kira apa aja yang dia lakukan?

Bukannya bragging, tapi saat ini ada cewek yang lagi ngejer gue, however, dia terlalu merendahkan diri dia ke depan gue dan agak lebay gitu. Walo dia ga ngomong secara langsung tapi pertanyaan demi pertanyaan kayak gue jomblo ato engga atau dia nyinggung-nyinggung masalah weekend atau kesepian pas semua orang ngapel gue rasa sinyalnya udah jelas. Tapi gue jadi agak males sama dia. Ya karena semua itu. She’s a very NICE person, tapi ya lu tau sendiri NICE means nothing in this game. Kalo gue terima dia, itu sama aja namanya menyiksa diri gue dan dia. Apakah dengan berbohong kalo gue suka dia bakal membuat hidup dia lebih baik? I don’t think so. And she deserve more than being lied to.

Coba inget-inget lagi… kalo ada cewek yang elo ga naksir tapi dia naksir sama elo… effortnya dia apa aja. Masa iya satu dua orang ga ada? Apakah elo berubah jadi suka sama dia?

So… fair thing right? Kalo elo suka sama satu cewek ternyata dia ga suka sama elo, dan elo tetep berusaha sama dia tapi dia tetep ga suka sama elo? ATTRACTION ISN’T A CHOICE.

FYI gue udah ga peduli lagi whether gue in relationship ato engga. Dan sekarang gue lagi ada goal sendiri, en maaf aja gue lagi ga bisa kepecah pikiran gue.

Anyway tonton deh clip dari Glengarry Glen Ross ini :

Ini salah satu film yang keren, wajib tonton. Filosofinya dalem banget, tapi satu point, bayangin si Alec Baldwin itu adalah dunia, dan para sales itu adalah elo : The world doesn’t care about being NICE.

Itulah kenapa NICE GUYS banyak yang mengeluh, setelah bersusah payah berbuat baik, bersikap sopan, dll, si cewek tetep berpaling darinya.

Ada juga contoh lainnya, dan jujur gue berasa jadi asshole disini. Di rumah gue ada bibi yang bekerja, dia orangnya baik (NICE). Tapi perilakunya approval seeking terus. Cari perhatian terus. Orang yang tadinya biasa sama dia, jadinya jengkel juga, terutama awal-awal dia kerja di rumah gue. Walopun ini masalah kecil sih ya.

Belakangan gue coba bersabar dan kasih dia perhatian dikit-dikit. Gue mikir panjang lebar, tanpa dia rumah berantakan kan. Dan jaman sekarang cari orang yang jujur dan rajin itu susahnya setengah mati. So gimanapun juga gue mulai belajar toleransi sama attitude dia yang approval seeking itu. Dan gue coba ucapin terima kasih ke dia. Sekarang gue juga bantu di hal-hal yang kecil, misalnya habis makan, dia ga perlu beresin, gue beresin piring sendiri. Atau lebih halus ketika manggil dia. Simple stuffs aja deh. And simple stuffs usually are the ones that matter MUCH.

However, disini kita ga bahas masalah bibi/pembantu atau orang lain di lingkungan kerja, disini kita bahas soal ATTRACTION, sexual interest dan sejenisnya.

Nah elo bayangin kalo elo approval seeking sedikit aja ke para HB… itu mah artinya cuma satu : be prepared to get crash n burn.

Point is. HB rating system yang lama (HB6, HB7, HB8, HB9 dan HB10) itu self-damaging. Merusak dirilo sendiri.

Inget, HB6-HB10 itu semuanya MANUSIA. Seperfek apapun fisiknya dia.

Dan satu hal, gue kasih tips berkarir dikit… salah satu faktor yang membuat gue selalu melejit di tiap kantor tempat gue bekerja adalah gue menganggap semua orang itu EQUAL. Termasuk owner, termasuk superior, supervisor, atasan, GM, satpam, office boy, tukang kebon maupun tukang pel. They’re all human. They have their own strenghts and weaknesses. Ini salah satu prinsip dasar dari seduction yang gue applikasikan ke bidang lain. NEVER put anyone on PEDESTAL.

So, dengan ranking HB6-HB10, pikirkan baik-baik, bukannya itu malah defeat the purpose? Bukannya elo malah jadi mengkotak-kotakkan orang lain dan melakukan pre-judgement bahkan sebelum elo melakukan approach? Dan elo menempatkan HB10 ke atas pedestal?

Jadi solusinya gimana dong?

Satu hal yang disebut sama peserta diskusi di group chat : cantik itu relatif, jelek itu mutlak. Yap. Gue setuju. Bisa aja HB7nya gue ternyata HB10nya orang lain. Atau sebaliknya.

Diskusi rating sistem ini udah berjalan cukup lama di mASF sebenernya, dan salah satu solusi yang diajukan waktu itu adalah menurunkan 1 point dari nilailu yang sebenernya. Misalnya dulu cewek yang elo nilai HB8, sekarang jadi HB7. However, kalo gini caranya, tetep aja, HB6 dan HB9 tetep akan mendapatkan perlakuan yang berbeda dari elo, sadar ato engga.

Kalo menurut gue, banyak cewek yang luar biasa diluar sana, despite their looks. Seringkali cewek yang hot itu juga benernya tergantung sama make up ato push up bra dan polesan-polesan lainnya. Also remember, beauty is only skin deep. Cepet ato lambat kecantikan itu akan memudar kok.

Suggestion gue : gunain BINARY SYSTEM. 0 dan 1.

Rating 0 : dalam arti elo ga akan melakukan pendekatan sama si target sama sekali. Mungkin si cewek saking ancurnya sampai ga tertolong sama sekali. Dan kalopun lu milih bobok bareng dia, lu expect bakal jadi trauma seumur hidup. Why the fuck did I sleep with her? Dan seringkali ada asumsi bahwa cewek jelek itu biasanya kepribadiannya bagus. Gue berani JAMIN… asumsi itu SALAH BESAR. Seringkali cewek jelek itu banyak nuntut, gampang tersinggung atau sejenisnya. Singkatnya udah penampilan ancur, attitude juga ga karuan. So dalam banyak kasus, they’re not worth the effort anyway. Walau gue ga bilang semua loh ya.

Rating 1 : dalam arti you go, whatever the situation is. Dalam arti, ini HB6-10 masuk ke kategori ini semua. Cewek yang masih manis, enak diliat, sampe cewek yang supermodel. Because, gue rasa inilah salah satu point yang mau disampaikan oleh seduction community. Kalo lu memperlakukan HB10 lebih spesial dari HB6, that means you lost the game already.

Ada argumen yang bilang “kalau teintimidasi sih emang itu wajib kagak perlu menruut gw .. tapi kan tetep aja bro ,, subconciously ada nilai yang kita kasih lah .masa iya angelina jollie sama pok nori nilainya jejer”

THAT is EXACTLY the point. Secara subconciously elo udah memberi dia nilai lebih, ditambah lagi kalo dengan menempatkan si target pada rating 9 atau 10… tambah parah kan jadinya? Kalo kita self-talk terus bahwa HB6 dan HB10 itu sama-sama manusia, lama-lama elo bakal menganggap HB10 dan HB6 ya sama-sama manusia jadinya. Subconciously bakal terlatih melakukan ini dan lama-lama elo bakal menganggap HB10 sebagai manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya secara ga sadar.

Solusinya ya simple aja. Lu mo PDKT ke Pok Nori? Gue yakin engga. So Pok Nori nilai binarynya 0.

Lu mo PDKT ke Angelina Jolie? Ya pasti mau lah ya. So Angelina Jolie nilai binarynya 1.

Dalam hal ini, PDKT in sexual term loh ya. Dalam arti mungkin elo berpikir untuk menjadikan target pacar atau sejenisnya.

Di kasus yang real, di group hangout gue yang dulu ada FG (Fugly Girl), dalam arti ini cewek gendut banget, tapi dia kepribadiannya bersinar. So why not, gue tetep temenan sama dia. Dan tiap keluar group kita selalu dapet spotlight gara-gara dia. Means she’s offering value back, walaupun secara fisik, dia ga sexually attractive.

Contoh kasus real lainnya soal binary rating system… kayak yang sering gue bilang, bos itu mirip HB, capek dijilat sana-sini. Soal menganggep superior dan atasan gue EQUAL sama gue, gue udah natural. And, it works well so far. Ngejilat? Nope, malah gue cenderung keras sama mereka.

N beberapa FR baru masih pending, gue lagi coba pickup stripper, dan mulai menemukan polanya.

So, stay tuned.

5 comments on “HB Rating System Revisited (Binary Rating System)

  1. Pingback: Si Kecap Nomer 1 di Asia | Laki Tulen

  2. Pingback: Stripper Game | Laki Tulen

  3. Pingback: Alur Blog | Laki Tulen

  4. Pingback: Tipe-tipe cewek | cotulen.com

  5. Pingback: Introvert VS Extrovert | Laki Tulen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 12, 2014 by in Inner Game, Opini and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: