Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Congruence

Inget orang ini?

20130911Vicky-Prasetyo-001

Yep, ini mahluk yang namanya Vicky Prasetyo yang terkenal dengan istilah “statusisasi”, “harmonisasi” dan “29 is my age.”

Gue ceritakan satu pengalaman gue berbelanja pertama kali di Sim Lim Square, Singapore.

Case #1

Waktu itu gue dititipin beli smartphone sama temen gue, dan udah keliling satu Singapore, ke semua toko elektronik, dan rata-rata harganya cukup mahal. Tapi ga terlalu beda jauh, paling beda $10 dolaran rata-rata. Nah sampe akhirnya gue dapet rekomen untuk belanja di Sim Lim. Setelah tanya arah, gue sampai ke lokasi, dan gila, disitu beda harga bisa$200 (waktu itu dolar Singapore masih Rp. 7.000 an $1, tapi itupun lumayan toh, beda Rp.1.400.000,-). Yes, temen gue emang penggemar gadget yang bleeding edge gitu. So barang seharga apapun juga dijabanin sama dia. Sebenernya gue agak risih bawa duit orang banyak-banyak.

Setelah muter-muter satu Singapore ga nemu harga yang lebih murah daripada di toko-toko di Sim Lim Square.

So, udah yakin, eh pas waktu chat sama temen gue yang lain, dia ngomel-ngomel katanya beli kamera cina dia ketepu $500. Dia bilang kayak dihipnotis waktu beli di Sim Lim.

Dengan pedenya gue jawab “ya kenapa lu mau aja ditipu”

Baca-baca dikit, katanya kalo ke Sim Lim itu harus seengganya bawa orang lokal. Ah udahlah, gue sering main tawar-tawaran di Mangga Dua kok.

Jadi beberapa hari kemudian, pas gue mau balik indo, gue samperin Sim Lim dan beliin temen gue HP yang dia mau. “Lumayan” gue pikir. Kalo dia hemat sejuta ya bisa minta traktir ato apa gitu.

Gue puterin gedungnya dari bawah ke atas, rupanya toko-toko yang dibawah itu yang harganya paling murah.

So gue cari yang owner tokonya paling enak ngeladeninnya, yang keliatan ramah dan paling rapi. Plus di tokonya ada semacem sertifikat bintang gitu dari tourism Singapore. Okelah, berarti ini tokonya berkelas ato seengganya sesuai dengan standard.

Kita ngomong panjang lebar dan deal di $800. Gue cek barang, kelengkapan dll, dan saat itu dia nyodorin bonnya. $1.200.

Gue tanya “lah tadi kan dealnya $800?”

Dia ngejelasin dengan sopan dan sabar, panjang lebar. So dikit banyak gue tetep tertarik.

Kalo gue jelasin disini, pasti elo bakal tetep bilang gue goblok, lu mesti adep-adepan sendiri sama orangnya, biar tau gimana efeknya ke elo.

Jadi intinya dia bilang $200 itu adalah pajak, tapi untuk para turis, duit pajak ini bisa diclaim kembali di Changi Airport.

Gue tanya “tapi gue balik naik ferry”

Dia bilang “oh don’t worry, you can claim it at the ferry terminal as well”

Dan dia ngasih direction yang sangat detail gimana cara ke counter pajak tersebut.

Segala omongan dia bikin gue merasa nyaman pas waktu gue nongkrong di tokonya dia.

Setelah barang dibayar, gue jalan keluar toko… di perjalanan ga sampe 50 meter dari Sim Lim, gue berasa aneh. Berasa ga enak banget. Gue jadi berasa risih dan cemas.

Keringet dingin keluar dari dahi gue. Tangan gue jadi dingin n gemetaran, ntah kenapa.

Gue cek lagi barang-barangnya. Semua oke.

Ternyata gue dicatut $400.

So gue muter balik, pas gue liat dari pintu kaca, si penjual udah ngelirik gue tapi dia langsung buang muka dan gigit jari.

Waduh ngeliat kayak gitu… pasrah deh gue, tapi tetep aja gue ga mo diem. Moga-moga dia ini masih punya nurani.

Gue samperin, gue tanyain baik-baik.

“The phone is $800. The tax is $200. That should cost me $1000. My question is where is the rest $200?”

“It’s the tax”

“It’s simple mathematics, $1200-$200=$1000, where is the rest $200?”

“The tax”

Dia ngotot, tax melulu. Setelah cape bolak-balik ke tax dia bilang itu untuk “unlocking service” dengan kilah bahwa kalo phonenya ga diunlock, ga bakalan bisa dipake di Indonesia.

Gue tambah marah, sebab sebelumnya gue udah research handphone di Singapore ga ada yang di lock. Mau gue bogem di tempat ntar bikin rusuh di negeri orang, dideportasi dan gue diban masuk Singapore ya guenya yang rugi.

Udah kepepet dia bilang itu untuk “service”

“WHAT SERVICE?”

“My service to you!”

Dafuq?

Gue coba kasih solusi baik baik “I haven’t opened the seal, take this, and give my money back and we’re all done.”

Dia nolak.

Monya gue tinggal tapi ya mikir juga ninggalin HP harga 8 jutaan disitu.

So mo ga mo, dengan ati super dongkol dan mood yang berantakan gue bawa itu HP dan kasih ke temen gue. Parahnya MicroSD card juga ga ada, so gue perlu gantiin temen gue.

N cobalah tebak, counter claim pajaknya ada ga?

Setelah baca-baca lebih lanjut, Sim Lim itu ternyata udah dicap “Tourist Trap”, dan rekor paling gila adalah orang arab pernah ketipu beli PSP seharga $3.000. Sisanya banyak kasus miring, misalnya beli XBox yang kotaknya masih segel, tapi ternyata pas dinyalain kena RROD (Red Ring of Death). Jadi mo belanja elektronik jangan di Sim Lim. Like, EVER.

Case #2

Beberapa lama kemudian, ketika laptop gue rusak, gue lirik-lirik laptop di singapore. Kebetulan waktu itu ada pameran IT gede-gedean. So puter-puter. Aturan teratas yang gue pake di otak gue, jangan toko dari Sim Lim. Ketemu nih lappie MSI. Yang dipajang udah pake Geforce GTX 600 ato apalah gue lupa. Tipenya gue juga ga inget bener.

So, tanya-tanya sama sales. Gue bilang “gue mau yang di stand itu”

Si sales langsung keluarin boxnya. Okelah servicenya enak, salesnya ramah semua. Tapi anehnya pas gue minta kartu nama mereka ga kasih, karena ga punya kartu nama. Gimana mungkin? Mana pameran ITnya gede-gedean waktu itu?

Dari sini gue mulai berasa ga enak, tapi ya positif thinking ajalah.

Belajar dari pengalaman di Sim Lim gue bilang “I won’t sign anything until I check everything”

Dibuka kotaknya, semuanya bener. Penampilan luarnya juga sama, tapi pas gue liat TIPEnya beda angka. Dan yang ini pake GeForce 9800 sedangkan yang di stand udah pake GeForce generasi baru.

“I told you I want the one at the stand”

“It’s the same thing”

“In that case why is the type is different? And the VGA has different chipset?”

“It’s the same thing sir!”

Waduh, sales komputer nyoba nepu nerd komputer?

“If it’s the same, then why did MSI has 2 different label types. Don’t waste my FUCKING time.”

“Okay so you want the one on the stand?”

“YES”

“I cannot give you that price”

“Okay!”

Gue pergi berlalu… tapi pas di jalan gue inget-inget, gue udah nulisin sebagian data gue ke dia, gue balik dan gue datengin langsung sales yang ngehandle gue.

“Where’s my data?”

“What data”

“The one I’ve written on”

Dia keluarin bonnya… para sales yang cewek ngacir ngeliat kejadian itu dan para sales yang cowok udah pada ngerubungin gue… kalo mo ribut disitu gue ladenin.

Gue bilang “Destroy it”

Satu sales yang cowok nyemplak.

“We’re just doing our job”

“Well then, I’m just protecting myself”

Dia balik terlihat frustrasi. Beberapa lama kemudian, gue sebar nama toko, nama sales dan nomer kontek di forum-forum singapore. Yeah emang ga ada gunanya, tapi namanya orang dongkol setengah mati gimana sih?

Beberapa hari kemudian gue ketemu sama itu sales… dan waktu kita papasan dia nunduk pas ngelewatin gue.

Usut punya usut, toko ini ternyata buka di Simlim juga. Nah ketauan deh kenapa engga punya kartu nama. Ngerasa sendiri tukang kibul sama praktek sales yang ga beres, jadi ga pede gitu sama tokonya sendiri?

Orang singapore sendiri bilang, di singapore tingkat kriminalitas itu rendah, karena para penjahat ngumpulnya di Sim Lim Square.

Dari situ gue udah belajar pait-paitnya hadep-hadepan sama orang Sim Lim. Tambah lagi satu kali gue nitip batere laptop sama temen gue yang di singapore. Udah gue bilangin “Jangan beli di Simlim”… eh ternyata dia bawain baterenya “I bought it from Sim Lim, because it’s cheaper there”. Gah. Ya udah, wong gue minta tolong sama dia, mo ngomong apa.

Hasilnya, ga sampe seminggu baterenya tewas. So di Jakarta, gue bawa lappie ke authorized service center, mesti test beberapa hari, dan jatohnya mahal banget… ya okelah. Tapi so far baterenya tahan.

Nah… hubungannya sama Vicky Prasetyo apa?

Some people lie too much until they believe their own lies.

Kalo yang di case #1 sumpah, ini orang jago ngebokisnya. Waktu interaksi sama dia gue sama sekali ga curiga apa-apa sama dia. Dalam arti, itu udah dilakukan rutin sama dia SETIAP HARI.

Kalo dalam kasus penjual Sim Lim, mereka berbohong untuk mendapatkan duit, kasus Vicky Prasetyo, dia berbohong demi mendapatkan status.

Berbicara dengan bahasa dan kata-kata yang dilebih-lebihkan (statusisasi, harmonisasi, konspirasi kemakmuran), ngaku-ngaku lulusan S3 Amrik tapi grammar acak kadut.

Dia terus-terusan berbohong, sampe akhirnya dia sendiri hidup dalam realita PALSU.

Did it work tho? Yeap. Zaskia Gothic hasilnya.

Zaskia-Gotik-hot-nice

Mungkin inilah contoh yang dibilang bos gue : TEGA.

HOWEVER… nahhh… ada tapinya nih.

HOW LONG?

Seberapa lama elu mo menutupi dirilo dengan kepalsuan?

Sekarang gimana nasib Vicky Prasetyo dengan S3 Amriknya?

http://showbiz.liputan6.com/read/685805/buron-sejak-januari-2013-mantan-zaskia-gotik-dipenjara-15-tahun

15 taon euy… keluar-keluar udah 44… kasian sekali nasibmu, nak.

Euh salah baca gue… 1.5 tahun ding. Ya tetep lah… cap “mantan napi” dan “buron” kecetak di jidat. Jempol sama achievementnya.

Selain itu, ya mungkin it works, tapi untuk beauty without a brain. Zaskia itu cuma lulusan SD… jadi kalo gue rasa si Zaskia juga orangnya gullible dari sononya.

Want a girl with the REAL quality? Ini yang harus lo tanya ke dalam dirilo : SEBERAPA BERKUALITASNYA DIRI GUE?

Itu contoh-contoh dari INCONGRUENCY. Alias ENGGA KONGRUEN

Dari case #1, insting gue juga udah mulai ngewarning, something’s wrong. Artinya ada yang engga kongruen dari orang tersebut, mo sesmooth apa dia ngejualnya.

Contoh INCONGRUENCY yang lainnya :

Habib-Rizieq-Naik-Jeep-2

Lumayan ngakak gue liat gambar itu.

Atau yang ini :

http://www.poskotanews.com/2012/08/15/rhoma-ulangi-pesannya-agar-pilih-pemimpin-yang-seiman/
http://nasional.kompas.com/read/2014/01/07/2021537/Rhoma.Irama.Mengaku.Seperti.Gus.Dur.Mendukung.Pluralisme

Atau yang ini :

http://news.liputan6.com/read/466267/pks-usulkan-kpk-berlakukan-hukuman-mati-bagi-koruptor
http://www.tribunnews.com/nasional/2013/12/14/presiden-pks-hukum-mati-tak-ada-dalam-dalil-agama-manapun

Nah… udah dapet idenya soal IN-Congruent?

Sekarang kalo being congruent atau kongruen itu gimana?

Kita ga bahas matematika lho disini, seinget gue ini dibahas di matematika soal bidang yang sama dan sebangun ato apalah gue juga lupa.

“Congruence” adalah salah satu key point terpenting yang harus dimiliki oleh seorang seducer.

Intinya, congruence itu terjadi ketika INNER GAME elo berjalan selaras dengan OUTER GAME elo.

Dua-duanya saling mengisi, saling memenuhi, dan tidak ada inner conflict yang terjadi dalam dirilo.

Misalnya contoh incongruence dalam seduction :

  1. Elo pedekate sama cewek, tapi elo nervous dan takut pedekate sama dia, dalam arti elo ga tau apa yang elo inginkan
  2. Elo temenan sama seseorang tapi ternyata elo temenan karena ada maunya aja
  3. Elo berusaha DHV, tapi ternyata elo cuma bragging

Contoh CONGRUENCE dalam seduction ya kebalikannya :

  1. Elo pedekate sama cewek, dan elo yakin tanpa rasa takut ato semacemnya
  2. Elo temenan sama seseorang karena emang elo tulus mau menjadi teman buat dia
  3. Elo DHV karena memang elo punya VALUE

Lengkapnya bisa lo baca di thread kaskus juga, ini dari fact69 member yang paling banyak sharing di thread dan Group Chat :

http://www.kaskus.co.id/post/521eb6991f0bc34867000022#post521eb6991f0bc34867000022

Pointnya sama, tapi cara jelasinnya aja yang beda kayaknya.

Aslinya orangnya juga asik kok si fact69.

Ketika outer game elo mengakibatkan konflik dalam diri elo inilah yang bakal terjadi :
http://www.kaskus.co.id/show_post/51fd46a6bbf87b0b4c000000/139/-

Gue yakin, dia masih pake routines, dan belajar seduction cuma karena dia pengen pacar doang. Dalam arti semua tujuan dia adalah SHORT TERM GOAL.

N that’s why dia ngerasa FAKE. Karena semua instruksi, teori PUA dan sejenisnya ditelen bulet-bulet dan dijalanin tanpa dia mikir : WHY?

Peduli amat soal WHY nya, yang penting dapet cewek, ya ga?

Soal Short Term Goal VS Long Term Goal juga bakal gue bahas disini nantinya.

Contoh-contoh incongruency yang udah gue bahas diatas, itu juga termasuk contoh-contoh individu yang cuma berpikiran untuk SHORT TERM GOAL.

  1. Vicky Prasetyo : dapet cewek hot, dipuji, status semu.
  2. Toko-toko di Sim Lim (Case #1 dan Case #2) : dapet duit dan keuntungan sebesar-besarnya.
  3. Atau si penipu yang udah gue beberkan sebelumnya : https://lakitulen.wordpress.com/2014/01/09/obsessed-by-money/

Coba resapi kalimat yang gue beberkan di Case #2 :

“Ngerasa sendiri tukang kibul sama praktek sales yang ga beres, jadi ga pede gitu sama tokonya sendiri?”

Itu akibat dari ENGGA KONGRUEN. Coba jelasin ke gue, tenang engga hiduplo kalo setiap harinya elo mikir seperti itu didalam hatilo? Good luck deh, kalo lo ga keberatan jadi orang gila, ya terserah.

Satu lagi contoh yang parah banget :

http://www.kaskus.co.id/thread/52a9e2891bcb177a208b4797/ane-seorang-faker-fb-true-story/1

Credit goes to fact69 yang nemuin threadnya.

Nah tuh dia, kuat ga hidup dalam kepalsuan kayak gitu?

Hidup ini cuma sekali, ga usah dibawa njelimet… ga usah yang aneh-aneh dah.

When you got NOTHING to hide, you got NOTHING to lose.

Nah lagi-lagi pertanyaan sama yang gue bakal lontarkan disini kek di artikel sebelumnya :

Death is certain. The question is HOW do you want to go?

9 comments on “Congruence

  1. Pingback: Si Kecap Nomer 1 di Asia | Laki Tulen

  2. Pingback: The Wolf of Wall Street | Laki Tulen

  3. Pingback: Calibration | Laki Tulen

  4. Pingback: Alur Blog | Laki Tulen

  5. Pingback: Pick Up Artist Indonesia | Laki Tulen

  6. Pingback: Menjadi Super Ninja | Laki Tulen

  7. Pingback: Sim Lim Saga dan Janji-janji Sorga | cotulen.com

  8. Pingback: PUA VS Company sebelah | cotulen.com

  9. Pingback: “Keren” | Laki Tulen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 12, 2014 by in Inner Game, Opini and tagged , , , , , , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: