Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Kino (Sentuhan)

digampar

“Apaan sih pegang-pegang!” kata si cewek, terus si cowok langsung narik tangannya balik. Tengsin, malu, sakit hati, kesel si cowok pun urung ngelakuinnya lagi.

“Itu cowok najis deh demen pegang-pegang padahal kenal juga belom seberapa!”

Gue sering denger keluhan dan kisah kayak gini. Yang nyebabin dunia romance manusia modern itu terdengar lebih kompleks dari sesuatu yang harusnya alami dan natural. Visi kita udah dibikin kacau sama segala feedback yang engga penting, seperti televisi, iklan, radio dsb. Hingga sesuatu yang sangat mendasar, seperti insting alami kita, jadi rusak sudah.

Gue sudah menjanjikan bahwa gue akan membahas soal body language lebih mendalam pada artikel The Power of Body Language. So here it is, gue reveal dikit. Gue bakal bahas non verbal game : SENTUHAN/kino (dari kata “kinesthetic” kalo seduction community bilang)

adam

Seperti yang udah gue beberkan di Maslow Hierarchy of needs, manusia apabila dilihat dari segi biologis adalah mamalia, yang mana seperti mamalia yang lain, membutuhkan sentuhan. Jadi sentuhan pada dasarnya adalah kebutuhan biologis mendasar pada manusia, sama seperti makan, minum, bernafas, dll.

SEMUA manusia, termasuk cewek itu membutuhkan sentuhan. Kalo ada yang pernah baca nasihat-nasihat membesarkan anak, bayi itu kalau bisa diberi sentuhan oleh para orangtuanya sesering mungkin. Entah dalam bentuk pijatan, usapan dan semacamnya.

Semakin kita dewasa, karena feedback masyarakat yang cenderung kompleks dan perkembangan jaman secara general, sentuhan itu jadi hal yang tabu banget, khususnya buat orang dewasa. Perkembangan manusia yang sangat pesat, khususnya pergeseran nilai-nilai primitif dan alamiah kita, bahkan hal yang sesederhana seperti sentuhan sekalipun, menjadi sesuatu yang sangat rumit untuk dilakukan terlebih lagi pada jaman sekarang ini.

Padahal, sama seperti sex, sentuhan adalah hal yang sangat alami dan merupakah salah satu insting paling alami yang kita miliki dari kodrat kita sebagai mamalia.

Salah satu riset tentang sentuhan, adalah “phonebooth experiment” yang dilakukan oleh University of Minnesota :

Sebuah koin ditinggalkan di sebuah stand telephone umum. Para sukarelawan meninggalkan sebuah koin didalamnya, dan memastikan orang berikutnya melihat koin tersebut.

Sukarelawan kemudian mendatangi orang yang menggunakan telepon tersebut dan menanyakan “Anda melihat koin saya di dalam? Saya harus menelepon seseorang lagi!”

Cuma 23% orang yang mengembalikan koin tersebut.

Bagian kedua dari experimen ini mereka melakukan hal yang sama, cuma waktu mereka menanyakan tentang koin para sukarelawan diharuskan menyentuh orang yang menggunakan telepon tersebut di bagian siku mereka.

Hasilnya berubah drastis. 68% dari orang yang menemukan koin tersebut dan disentuh sikunya mengaku menemukan koin tersebut dan mengembalikannya kepada sukarelawan.

Udah ngelihat manfaat sentuhan?

Ya, apabila lu ini cowok, nyentuh orang lain itu berasa aneh… pada awalnya.

Tetapi apabila lu merhatiin interaksi antar wanita, sentuhan itu merupakan bagian dari interaksi mereka yang sangat alamiah. Entah apakah mereka akan berpelukan, cipika-cipiki, atau sekedar menaruh tangan mereka sebagai fasilitas “territorial marking”.

Bener, lu gak salah baca, TERRITORIAL MARKING. Sama seperti mamalia yang lain. Seperti seperti serigala, simpanse, gorila, dsb, kita punya daerah sendiri dan kita cenderung menandainya secara tidak sadar/sub-conciously/dibawah alam sadar kita.

Ga usah jauh-jauh deh. Coba liat foto orang yang mamerin mobil mahalnya. Perhatiin body languagenya. Kemungkinan besar tangannya megang mobilnya, nyender ke mobilnya, atau semacemnya. Itu tandanya dia lagi ngebroadcast subconciously : THIS IS MINE!

lamborghiniowner

So kalo ada orang yang foto di depan mobil mewah, tapi dia ga berani pegang mobilnya, ketauan deee hehehe.

photodoang

Anyway, coba juga liat contoh-contoh foto pasangan selebritis di bawah ini :

angelinapitt
Angelina Jolie dan Brad Pitt. Perhatiin tangannya si Angelina Jolie

davidvictoria
David Beckham dan Victoria Beckham. Kayak Angelina dan Brad Pitt diatas.

images
Justin Bieber dan Selena Gomez. Kalo ini terang-terangan banget!

lewishamiltonTauk siapa. But you get the idea.

Beberapa pengalaman gue, si target naruh tangannya ke dada gue. N tau kan artinya? Yes… she’s MARKING HER TERRITORY. She claimed ME.

Semuanya itu berjalan di level insting. Dapet idenya?

Anyway, para peneliti body language pun telah menemukan bahwa rata-rata kita memiliki 3 jenis ruang yang tidak terlihat yang selalu kita bawa kemana-mana.

Ketiga ruang tersebut adalah :
– social space (+/- 3 m)
– personal space (+/- 1.2 m)
– intimate space (+/- 0.5 m)

Social space adalah ruang yang kita berikan ke semua orang. Kita masih berasa nyaman apabila ada orang yang masih asing memasuki ruangan tersebut.

Personal space cenderung kita berikan kepada orang yang telah kita kenal sebelumnya, entah apakah itu teman, kenalan atau relasi yang lain. Intimate space hanya kita berikan kepada orang yang kita kenal sangat dekat.

Sentuhan sendiri ada banyak macamnya;

Kategori sentuhan menurut Heslin (1974) :

Functional/professional
Social/polite
Friendship/warmth
Love/intimacy
Sexual/arousal

Itu teorinya. Terus prakteknya gimana dunk?

Dalam komunitas seduction kita mengenal istilah “Kino Pinging” yaitu melakukan sentuhan untuk mendapatkan feedback kembali dari lawan bicara elu. Apabila lawan bicara nolak sentuhan elu, ya jangan diterusin! Kalo dia open, ga narik diri dari sentuhan elu, itulah saatnya elu ngelakuin eskalasi.

Nah kalo kayak kisah pembuka itu, ya jangan maksa! Tapi gimana dong ngehindarin supaya ga digosipin genit atau tukang pegang-pegang? Ya itu salah satu resikonya. Lu ga bakalan bisa lepas dari gosip miring tentang elu. Gue dulunya pendiem banget dan pasif, tetep aja kena kok sama gosip.

Lagipula, ini salah satu sisi “abu” para cewek. Semakin banyak cowok yang interested sama mereka, mereka dapet bahan gosip. Dengan cerita-cerita kayak pembuka diatas itu misalnya “tadi gue baru dipegang-pegang sama cowok ga jelas!” atau “masa itu cowok ngelirik gue, creepy banget deh!” itu mereka sedang memberi makan kebutuhan self-validation dan ego mereka.

Inget aja, mereka tetep manusia kok. Sama kayak kita, kita juga butuh self-validation. Engga pernah cerita ke orang lain kalo ada cewe yang ngejer-ngejer elu atau tertarik sama lu? Boong banget. So… it’s all fair game lah.

Kalo takut digosipin atau dicibir, kurung aja dirilu di kamar elu and do nothing. Seriously. Cuma itu satu-satunya cara ngehindarin gosip. Kalo bagi gue sih, karena gue cuek gue anggep aja, haters gonna hate. Ibarat pohon di hutan semakin tinggi elu berdiri, semakin keras angin yang bakal nerpa elu. So… embrace the spotlight, no matter what kind of spotlight it is.

Anyway, sentuhan saat perkenalan yang sangat umum adalah dengan bersalaman tangan. Dari sini lu udah menilai beberapa hal. Misalnya, apakah orang yang sedang lu hadapi adalah orang yang percaya diri, apakah dia suka sama elu, apakah dia orang yang dominan ato enggak.

Ya, sebanyak itu. Ingat saja, untuk membentuk first impression, orang hanya membutuhkan waktu dibawah hitungan menit. Bisa jadi bahkan dalam hitungan detik. Cuma kita sering gak sadar apa saja yang membentuk first impression tersebut.

Buat bekal, ini salah satu amunisi yang gue beberin di FR : Day Game Direct – G

Bersalaman

hand-shake2

Pastiin elu ngegrip (memegang erat) tangan lawan bicara elu untuk menunjukkan dominasi dan tingkat rasa percaya diri elu. Tapi jangan terlalu kenceng juga! Kasian dianya kan. Yang penting ngebroadcast bahwa elu ini tegas, percaya diri dan authoritive.

Kalo dirasa perlu, tambahkan tangan lu yang satunya diatas telapak tangan lawan bicara. Gue rasa ini lebih menambahkan kesan empatik aja, tapi kalo handshake biasa juga cukup untuk sebagian besar situasi yang lu hadapi.

Nah yang paling penting sih ini : terus tetap pertahankan posisi tangan lu megang tangan dia selama beberapa lama. Kalo perlu goyangin tangan elu sedikit aja, subtle aja. Sekedar sampe lu bisa notice apakah dia menyerahkan tangan dia ke elu. Tangannya dia lemes atau engga… yang berarti kalo lemes, dia submissive ke elu.

Dari sini cuma ada dua kemungkinan, dia langsung narik tangannya, atau dia tetep megang tangan elu.

Kemungkinan yang pertama menunjukkan dia ga suka sama elu, atau kurang empatik sama elu.

Kemungkinan yang kedua… well, masa sih masih perlu dijelasin lagi? Lanjuttt…

YES, it’s as simple as that. Nah ini cuma game secuil, segede upil istilahnya. Kelanjutannya, sukses atau engganya ya tergantung elu. Yang jelas, jangan takut gagal aja deh. Gagal sebanyak-banyaknya kalo perlu. Kalo ga pernah gagal berarti ga tau salahnya dimana dong.

Tips yang lain yang gue bisa berikan so far : SENTUH SEMUA ORANG. Terutama pas lu lagi berinteraksi. Jangan cuma cewek aja. Entah sekedar nepuk bahu secara perlahan atau mijit becandaan buat kasih apresiasi. “a pat in the back” istilahnya.

rame

Gue selalu ngelakuin hal ini ke orang-orang di team gue mau cewek mau cowok. Genit? Homo? Ya terserah, lu mo bilang apa, tapi gue udah beranggapan, mereka perlu apresiasi. Dan semua itu gue ekspresikan dengan sentuhan.

Because, without my team, I AM NOTHING. Apresiasi yang kayak gini dan effort untuk building connection with them biasanya lebih berarti buat semua, dibandingin dikasih hadiah materi. Ya kadang-kadang gue juga suka kasih surprise, nraktir, tapi ga sering-sering juga.

Tips yang lain, setiap si target moodnya bagus, sentuh dia. Dengan gitu secara ga sadar dia akan mengasosiasikan mood/perasaan positif dengan sentuhan elu.

Nahhh terus tadi gue ngangkat masalah personal space, hubungannya apa dong? Simple aja… masuk ke intimate space SEGERA, SECEPAT MUNGKIN dan SESERING MUNGKIN. Supaya si target comfortable dengan elu berada di intimate spacenya dia.

Sebab, even tho kalo lu nyari pasangan resmi pun, jatuh-jatuhnya lu bertujuan untuk bikin keturunan. Which is, you’ll need have sex with her right?

Kalo si dia ga comfortable dengan keberadaan elu di intimate spacenya dia, gimana cara ngelakuinnya? Pake suntikan gitu? Dikeluarin di suntikan terus suntikannya dioper ke dia? wekekekeke.

But again, terus WASPADA sama REAKSINYA DIA, body language cues bahkan yang paling kecil sekalipun. Kalo dia menarik diri, ya udah jangan diterusin. Tau diri dikit.

Ini salah satu kenapa gue suka sama night game. Gampang banget masuk intimate space. Sedangkan aga-aga susah masuk intimate space kalo di day game.

Well, mungkin belum kepikiran aja. Soalnya di forum dulu ada yang ngeclaim ngelakuin non-verbal game di day game. Jadi kayak di dancefloor tapi dilakuin siang-siang di tempat umum. Jujur aja, nyali gue belon segede itu. But who knows salah satu dari elu ada yang berani bikin gebrakan.

Best of luck!

7 comments on “Kino (Sentuhan)

  1. Pingback: FR : Green Zone (Sleazy Method) | Laki Tulen

  2. Pingback: Night Game VS Day Game | Laki Tulen

  3. Pingback: Artikel Pertama Tahun 2014 | Laki Tulen

  4. Pingback: 2013 Recap | Laki Tulen

  5. Pingback: Stripper Game | Laki Tulen

  6. Pingback: Alur Blog | Laki Tulen

  7. Pingback: Film-film Wajib Tonton Buat Para Cowok | cotulen.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 29, 2013 by in Outer Game and tagged , , , , , , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: