Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Bee’s Thoughts : Revenge!

bee2

Yes, saat lo patah hati pasti lo pengen banget balas dendam.

Just admit it

Dan ini adalah hal yang paling sering dikonsultasikan temen-temen gue ke gue, karena menurut mereka gue paling ‘ahli’ hal beginian.

Haha…I’ll take that as a compliment.

Now, I’ll teach you how to do the revenge.

Menurut gue, the best revenge buat orang yang udah bikin lo patah hati adalah being happy even more.

Caranya?

Jangan pernah sekali pun lo menunjukkan kesedihan lo di depan dia (read: mantan / orang yang bikin lo patah hati)

Saat gue mau balas dendam, gue akan coba untuk menempatkan diri sebagai ‘dia’.

Sedikit banyak gue pasti merasa tersanjung saat gue berhasil bikin orang patah hati. Itu sebuah prestise yang menunjukkan kalo gue itu berharga! Senggaknya untuk ‘dia’, dan perasaan itu menyenangkan.

Come on, don’t be naive, just admit it. It feels great, right? Even just a little for a second. You feel very worth it.

“Hmm..ternyata gue penting banget buat ‘dia’. Dia gak bisa hidup tanpa gue”

Pastinya lo gak mau kan menyenangkan hati orang yang udah nyakitin lo?
Then don’t!

Sebaliknya, saat lo bikin orang patah hati tapi orang itu still can enjoy their live even more, seketika itu lo akan merasa enggak penting dan itu menyebalkan! Even for a second. Karna bagaimana pun juga they was in your live. And sometimes you still wish they’re in.

And this exactly what you gonna do.

Well, praktek emang enggak segampang teori, tapi lo pasti bisa karna gue bisa!

Sebisa mungkin gue tunjukkan kalo gue masih bisa happy.
I’m happy with my life, happy with my friends, happy with my activity, or maybe with new date! And I’m still happy without them.

Buat lo yang berada dalam satu tempat dan komunitas yang berbeda dengan mantan mungkin akan lebih mudah karena kemungkinan bertemu mantan lebih sedikit.

Terus gimana dengan mereka yang satu kampus? Satu kantor? Satu kelas? Satu kampung?

It will be very hard like hell.

Caranya cuma satu. Make they invisible for you, act like they were never exist. Trust me, its work!

Walaupun mereka udah bikin lo patah hati, tapi mereka masih senang menarik perhatian lo.

Well, seenggaknya itu yang gue rasain. Gue masih suka caper sama mantan, and when they pay attention, it feels nice. Hahaha…

Tapi begitu mereka cuek aja, itu menyebalkan.

So, here are the steps

1. Try to look happy.
Only in front of them. After, you can cried, you can scream as loud as you want. If you did it, you’ll relize that you’re become stronger. Really, ‘what does kill you only make you strong’ is not just a quote. And they will feel worthless.

2. Try to make they invisible for you like they never exist.
Just ignore them. Kecuali, lo berada di kantor dan departemen yang sama, gak mungkin lo ignore them. Tapi, cobalah untuk bicara seperlunya seputar kerjaan atau tugas kampus atau apa pun yang melibatkan kalian. Tapi diluar itu, lo enggak perlu tanggapin apa pun itu yang dilakukan atau dia bicarakan. And they will feel stupid.

3. Try to look more gorgeous.
I know its sound silly. Tapi kadang saat patah hati tiba-tiba kita punya waktu lebih. Dari pada di abisin untuk meratapi nasib, coba deh lo manfaatin waktu yang lo punya untuk hal-hal positif. Mungkin lo bisa ikut les balet atau nyanyi. So one day they will be surprise to see you in such a TV show maybe like Indonesia Mencari Bakat atau Indonesia Idol! Hahaha…

Ok, seriously.

First, buat cewek mungkin lebih mudah menghibur diri dengan shopping atau ke salon. Well, manfaatkan waktu yang ada to do what you love then. Try a new look for your self.

Contoh, dulu gue lebih suka pake baju casual atau sporty, tapi suatu hari gue coba pake rok, pake dress, and I do look cute!

Dan saat gue bosen to be look cute, gue berubah jadi gembel!
Hhahaha…ya enggak lah.

Ya intinya pokoknya, try something new. And when you do what you love, enjoy what you do, dengan sendirinya you will look gorgeous. Trust me and they will regret!

Awalnya mungkin lo pura-pura. Lo pura-pura happy. Lo pura-pura dia invisible. Lo pura-pura menikmati waktu lo.

But one day you will realize that you are not longer pretending.

Just focus on your self, and those happiness will become reality.

Exorio’s Thoughts :

Gue bener-bener terima kasih banget sama si Bee coz dia mo kontribusi pikiran dia ke blog ini. Ini artikel pertamanya dia, but yang jelas bukan artikel yang terakhir.

Sadari satu hal : cewek itu engga seinnocent yang kita kira. They’re all human beings afterall.

Gue setuju dengan most of the point si Bee, tapi beberapa hal, isilah hiduplu dengan segala macam kegiatan, jadi pikiran engga melulu terfokus ke mantan, gebetan, atau secret crushnya elu.

Being happy is a CHOICE. You’re IN CONTROL of your life. BUT ONLY IF you WANT to have control of your life. Kenapa harus memfokuskan energi elu ke satu orang?

Everything’s fair in love and war. Dan kalo kata temen gue yang player : “perkuat pusat, perbanyak cabang”. Artinya, isilah dirilu dengan PILIHAN. Sehingga elu ada perbandingan. Jangan sekali-sekali mengiyakan orang pertama yang mau menerima elu.

Ketika elu udah mendapatkan pasangan, jangan berhenti. Bukan menyarankan selingkuh, tapi tetap kelilingi dirilu dengan wanita. Why? Supaya elu bisa tambah mengerti bahasa dan psikologi wanita yang sesungguhnya. In the end, pasangan sejati elu juga yang bakal menerima keuntungannya.

Kalo gue perhatikan dari sahabat-sahabat gue yang sudah menikah, para istri yang cenderung terlihat lebih bahagia dan lebih menyandarkan dirinya ke si suami justru yang suaminya dulunya adalah seorang player!

Yang lainnya, terkesan ga ada chemistry dan ga ada spark. Mungkin karena memang si istri dipilih karena si suami ga ada pilihan yang lain. Terpaksa gitu. Married for the sake of the marriage itself, mungkin karena tekanan keluarga dan masyarakat yang tiap hari nanyain “kapan merried?” bukan karena saling ada chemistry. Realize this : Being the chosen one is the greatest gift anyone could receive!

The problem is that sebagian besar cowok engga punya brotherhood kayak para cewek yang punya sisterhood yang membahas hal-hal kayak gini, saling menasihati, saling memberi solusi.

Even kalo misalnya punya geng hang out, pembahasan masalah romance itu seringkali terkesan tabu buat para cowok. That’s why, romance wise, cewek itu player alami!

Bayangin, seorang cewek cakep kalo dia mulai memasuki masa puber semasa sekolah sampai usaha dewasa, berapa ribu kali sang cewek didekati sama cowok? Sedangkan cowok, berapa kali melakukan cold approach dan mengelilingi dirinya dengan kumpulan cewek? So, kontribusi Bee disini bakal berharga banget buat pelajaran kita.

Ga ada yang diedit, palingan typo doang. Dan expect 100% honest opinion dari Bee di hari-hari yang mendatang. Cheers!

One comment on “Bee’s Thoughts : Revenge!

  1. Pingback: Rise of Aaron Sleazy, TVA Oslo and Exorio (Part 2) | Laki Tulen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 18, 2013 by in Opini and tagged , , , , , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: