Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Review Buku : Assholeology

assholeology

Udah baca Dale Carnegie : “How to Win Friends and Influence People?”, dan semua buku-buku soal self improvement karangan dia? (Public Speaking, How to Stop Worry and Start Living, dst)

Udah baca semua buku self-development mainstream dan populer yang ada diluar sana?

Ya, semua buku itu bagus. Dan kalo dipraktekin emang bener-bener membantu Anda dalam kehidupan sosial. Khususnya buku-bukunya Dale Carnegie, yang emang udah terbukti puluhan dekade dan jadi salah satu seri buku pengembangan diri terpopuler di dunia.

Intinya, semuanya mengajarkan tentang hubungan antar manusia, bagaimana mengembangkan diri, bagaimana cara menjalin relationship dengan orang lain, ngajarin rasa percaya diri, tetapi semuanya masih dalam lingkup pola pikir “nice guys” dan being nice.

Kalo Assholeology, dari judulnya udah ketauan ini buku ngebahas tentang asshole, yang dalam bahasa slang inggrisnya itu berarti “bajingan”.

Seumur hiduplu, baik ketika lu sekolah, kerja atau lagi cari jodoh, pasti pernah ketemu orang yang bikin lu sebel setengah mati. Entah dari attitudenya yang terkesan “norak”, dari sifat egoisnya yang berlebihan, ataupun dari cara dia menangani situasi saat elu ada disitu.

Tapi mau gimanapun juga, kok dia ini tetep populer, banyak orang yang suka sama dia dan banyak yang mencari perhatian si dia. Apalagi pas elu lagi pdkt sama seseorang, elu engga dianggep sama sekali sedangkan he gets the girl. Kadang malah elu dijadiin bahan pdkt sama si bajingan dan ternyata ce targetlu tertawa bersama dia.

Saat-saat seperti itulah elu mulai ngumpat di dalam hati “Dasar ASSHOLE! Dasar BAJINGAN!”. Dan sebagai nice guy, elu terus-terusan diinjak sama asshole-asshole ini, and he kept getting the credit. Elu berusaha menjatuhkan dia, tapi malah elunya yang kena sial.

Kalo dilihat secara realistis, he knows how the world works. Dia tau cara dunia bekerja, sedangkan elu engga. Nah, buku ini ngupas tentang attitude, mindset dan sikap seorang “asshole” yang elu benci banget itu. Mulai dari masalah karir, masalah percintaan sampai masalah relasi.

Jujur aja, kebencianlu terhadap individu kayak gitu, lebih karena keinginan elu untuk berada di posisi dia. Bener ga?

“Asshole : a person who gets what he wants when he wants it without acting like a douche bag” – assholeology

Buku ini bener-bener menghibur banget. Selain emang bener point-pointnya tapi semua chapter dibawakan dengan selera humor yang sangat tinggi. Sampe-sampe gue agak ragu ini buku pengembangan diri atau buku humor? Joke-jokenya terkesan kasar, so kalo elu gampang tersinggung lebih baik ga usah baca buku ini.

Tapi jujur aja, selama gue ngebaca buku ini, berkali-kali gue terbahak-bahak sendirian. Dan memang gue rasa point-pointnya valid banget.

Beberapa tips memang agak-agak melewati batas. Tapi kalo elu memang berani melakukannya why not. Seperti waktu awal bekerja, dan ada yang minjam koran elu tanpa bilang-bilang, buku ini menyarankan untuk marah-marah sejadinya supaya ga ada lagi yang berani cari gara-gara sama elu. LOL.

Tapi sisanya sih, cukup bagus. Seperti menganggap semua orang sebagai equalnya elu, termasuk boss elu sendiri. It’s a working method. Elu engga menjilat, elu bisa jujur blak-blakan sama atasan elu, dan si boss ga merasa dirugikan. Paling ada yang ngecibir elu dibelakang, but well, haters gonna hate right?

Buku ini juga menyarankan untuk mengelilingi diri elu hanya dengan orang-orang yang bakal membantu elu berkembang. Buku ini juga nyinggung masalah asshole ngehandle kehidupan percintaannya, tapi sayang engga terlalu mendetail, cuma satu chapter aja.

All in all buku ini 5/5 stars deh. Wajib dikoleksi. Kalo perlu beli hardcopynya supaya bisa diwariskan ke anak cowok elu nantinya. Supaya dia ga jadi cupu pas waktu gede.

Lu bisa pesen buku ini lewat BookDepository atau lewat Amazon

Ya, off the record, lu bisa aja googling cari versi pdf/ebook “gratis”nya… tapi asshole selalu berusaha menghargai karya orang!

Cheers!

One comment on “Review Buku : Assholeology

  1. Pingback: All about Passion : Instant gratification VS Delayed gratification | cotulen.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 17, 2013 by in Review Buku and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: