Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

We’re Here, the Rest is Bullshit

The Best Of Times – Cast of Jackass

The best of times is now.
What’s left of Summer
But a faded rose?
The best of times is now.
As for tomorrow,
Well, who knows? Who knows? Who knows?

So hold this moment fast,
And live and love
As hard as you know how.
And make this moment last,
Because the best of times is now,
Is now, is now.

Now, not some forgotten yesterday.
Now, tomorrow is too far away.

So hold this moment fast,
And live and love
As hard as you know how.
And make this moment last,
Because the best of times is now, is now.

So hold this moment fast,
And live and love
As hard as you know how.
And make this moment last,
Because the best of times is now,
Is now, is now
Is now, is NOW!

Apa arti lirik lagu tersebut? Artinya : LIVE IN THE MOMENT.

Jangan terperangkap dengan masa lalu, baik itu masa lalu yang berkesan ataupun masa lalu yang pahit. Karena semua itu telah berlalu.

Permasalahan sebagian besar orang, adalah mereka terlalu banyak mengumbar kejayaan masa lalu mereka. Untuk contoh extremenya sangat sering saya temui pada orang-orang tua renta yang sudah merasa tidak mampu berbuat apa-apa lagi.

Lihatlah gambar di bawah ini :

morris1

Pria ini bernama Jim Morris. Bisa Anda tebak usianya? 77 tahun.

Ini jelas merupakan salah satu contoh manusia yang live in the moment dan mengabaikan kejayaan/kepahitan masa lalunya. Dia menerima usianya yang sudah 77 tahun, namun tak berhenti membentuk tubuhnya.

Siapa yang sering mengatakan “saya terlalu muda” atau “saya terlalu tua” perlu membaca kisah beliau. Seperti yang saya katakan sebelumnya, pria itu lebih “abadi” dibandingkan dengan wanita.

Jadi lupakan masa lalu Anda.

Lalu bagaimana dengan masa depan?

Permasalahan utama yang sering saya temui adalah OVERTHINKING, dan RISK CALCULATION yang berlebihan.

Masih berhubungan dengan artikel saya yang sebelumnya, rangkullah ketidak pastian, bersahabat dengan masa depan. Mempersiapkan, memiliki tujuan dan mempunyai visi memang ada bagusnya.

Tetapi karena kita hidup di tengah masyarakat yang sangat tidak menyukai tindakan-tindakan nekat atau risk taking, maka kita semasa kecil selalu diajarkan untuk selalu mengambil jalan yang aman.

Akibatnya, segala hal yang akan dihadapi harus dibahas dengan matang dan jeli.

Sebagai contoh, ketika saya mengajak teman saya mencoba sebuah tempat hangout yang baru, yang mana saya sendiri belum pernah kesana, puluhan pertanyaan dilontarkan oleh dia :

  1. berapa biaya masuknya
  2. berapa jarak dari rumah
  3. bagaimana suasana di dalam
  4. seperti apa makanan dan minumannya
  5. mahal tidak biaya makannya
  6. bagaimana musiknya
  7. seperti apa para pengunjungnya
  8. ada dresscodenya tidak
  9. perlu mempersiapkan apa saja
  10. pulangnya bagaimana

ARE YOU FUCKING KIDDING ME?

Saya mengajak dia HANGOUT, bersantai dan menghabiskan waktu, bukan memepersiapkan sebuah revolusi atau strategi perang atau membuka bisnis baru.

Ini tidak hanya saya temui pada teman saya, namun banyak kenalan saya juga menunjukkan gejala yang sama.

Orang tua saya pun selalu menekankan hal yang sama : tanya yang detail dan jelas.

Namun, untuk apa semua data itu?

Otak Anda hanya dapat bekerja sampai kapasitas tertentu, untuk apa membebaninya dengan sedemikian banyak data yang pada akhirnya tidak terpakai juga?

Inilah penyakit manusia modern jaman ini : OVERTHINKING dan OVERANALYZING. Yang seringkali menyebabkan PARALYSIS OF ANALYSIS.

Artinya, dia berusaha mencerna begitu banyak data, yang pada akhirnya menyebabkan information overload dan ketidak mampuan mengambil keputusan.

Untuk hubungan dengan wanita, ini sangat berbahaya. Wanita sangat benci mengambil keputusan. Maka, jangan sekali-sekali Anda mengatakan “terserah” ketika mereka memberi Anda pilihan. Mereka selalu mencari pria yang bisa memutuskan untuk dirinya. Itulah kodrat kita sebagai pria.

Ketidak mampuan mengambil keputusan mencerminkan rasa tidak percaya diri. Dan ini bukan hanya menyebalkan bagi para wanita, ini juga menyebalkan buat saya sendiri, dan kemungkinan besar sebagian besar orang.

Tidak ada yang lebih menarik dibandingkan pria yang mampu mengambil keputusan secara cepat, dan bertindak dengan sigap.

Beberapa contoh kasus di tempat kerja saya, saya melontarkan pertanyaan “bisa” atau “tidak”. Mereka menjawab “tidak tahu”… ughhh. Beberapa bahkan terlihat panik, memegang kepalanya seolah-olah pilihan itu adalah pilihan yang rumit, dan terlihat tangannya gemetar.

Sungguh saya sangat sedih melihat maskulinitas pria jaman sekarang yang menjadi sedemikian rupa jaman ini.

Apabila Anda tidak mampu mengambil keputusan untuk Anda sendiri, maka suatu saat orang lain yang akan memutuskan untuk Anda. Apabila Anda merencanakan untuk menikah dan Anda tidak mampu mengambil keputusan secara cepat dan pasti, kemungkinan besar Anda akan menjadi member ISTI (Ikatan Suami Takut Istri)

Penyebab lain hal ini adalah kita hidup di tengah masyarakat yang sangat memuja otak.

Padahal, ada kekuatan yang lain yang lebih hebat dibandingkan otak apabila kita mengasahnya dengan benar : kekuatan INSTING dan INTUISI. Atau GUT FEELING.

Jangan sekali-sekali meremehkan kekuatan gut feeling. Sebagai contoh, pernahkan Anda dihadapkan kepada sebuah pilihan, yang mana Anda pertama kali memilih satu, kemudian Anda berpikir lebih jauh, kemudian Anda memilih pilihan yang lainnya? Dan ternyata setelah berpikir nyatanya Anda memilih pilihan yang salah.

Salah satu bacaan yang saya rekomendasikan untuk hal ini adalah Blink : The Power of Thinking without Thinking.

blink

Cara saya melatih skill untuk mengambil keputusan secara cepat adalah, ya tidak lain dan tidak bukan dengan melakukannya. Setiap kali saya dihadapkan oleh pilihan, baik yang sepele maupun yang lebih besar, saya menggunakan perasaan saya dan mengambil keputusan pertama yang paling logis yang saya rasakan.

Semakin banyak Anda melakukannya, maka intuisi dan gut feeling Anda akan semakin terasah. Perlahan, semakin sering Anda melakukan kesuksesan dalam melakukan pilihan, insting dan intuisi Anda akan semakin terlatih untuk memberikan pilihan yang terbaik.

Dengan memiliki skill ini, kecemasan Anda mengenai masa depan akan semakin pudar. Sehingga Anda dapat berfokus dengan masa kini, yang mana dalam bahasa Inggris disebut juga : present. Present memiliki dua arti, yaitu saat ini atau HADIAH.

Jadi jangan sia-siakan HADIAH yang diberikan kepada Anda. Nikmati saat ini.

4 comments on “We’re Here, the Rest is Bullshit

  1. Pingback: Artikel Pertama Tahun 2014 | Laki Tulen

  2. Pingback: 2013 Recap | Laki Tulen

  3. Pingback: 1 Year LakiTulen Blog | Laki Tulen

  4. Pingback: Pick Up Artist Indonesia | Laki Tulen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: