Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Maslow’s Hierarchy of Needs

Karir, wanita, kerja, bersenang-senang, uang, kesehatan, keluarga atau teman?

Jawabannya : semua.

Itulah tantangan hidup terberat yang kita semua hadapi, menyeimbangkan semua aspek kehidupan kita.

Apabila Anda terlalu banyak bekerja, maka kehidupan sosial Anda akan berantakan. Apabila Anda bekerja terlalu keras dan lupa bersenang-senang, maka Anda mungkin akan mengalami gangguan mental, walaupun, well, tidak sampai ke rumah sakit jiwa.

Apabila Anda tidak memiliki uang, maka Anda tidak akan mampu menjaga kesehatan Anda. Apabila Anda terlalu banyak bekerja maka Anda tidak punya waktu untuk berolahraga. Apabila Anda terlalu banyak bersenang-senang maka karir Anda bisa jadi berantakan atau mungkin malah terjerumus dalam obat-obatan dan akhirnya kesehatan Anda menjadi rusak.

Begitulah seterusnya.

Salah satu mitos dan akibat perkembangan jaman adalah mengenai sex. Pemahaman dan norma masyarakat yang berkembang selama berabad-abad serta peraturan yang dikembangkan oleh institusi dan kepemimpinan menyebabkan pandangan negatif terhadap sex.

Padahal, apakah itu sex? Sex itu adalah hal yang sangat alami, dan tubuh kita didesain sedemikian rupa.

Apakah itu pernikahan? Pernikahan tak lain dan tak bukan adalah institusi yang diciptakan manusia agar kita terlihat lebih “terhormat” dibandingkan binatang.

Namun pernikahan tak lain dan tak bukan bertujuan untuk mendapatkan keturunan, mempertahankan gene kita dan salah satu insting alami yang diprogram terhadap segala jenis mahluk untuk bertahan hidup dan meneruskan spesiesnya. Tak lebih, dan tak kurang.

Manusia memang paling ahli dalam memperumit hal-hal seperti ini.

Ya kita memang bukan binatang, yang dapat melakukannya dimana saja dan kapan saja tanpa norma atau peraturan yang berlaku, tanpa mengabaikan etika dan kesopanan. Namun bila kita melihat diri kita sebagai mahluk hidup semata, inilah keberadaan kita (diambil dari wikipedia) :

Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Mammalia
Order : Primates
Family : Hominidae
Tribe : Hominini
Genus : Homo
Species: Homo sapiens

Sekarang, bisakah Anda menyangkal bahwa kita masih saudara jauh dengan simpanse, gorila, bahkan kucing dan sapi? Kita adalah mahluk bertulang belakang yang menyusui. Dan sex adalah kebutuhan mendasar, insting kita yang paling primitif yang pernah kita miliki.

Mari kita lihat diagram kebutuhan mendasar manusia (Maslow’s Hierarchy of Needs) :

Maslow's_hierarchy_of_needs

Anda lihat? Sex berada di hirarki PALING DASAR, sejajar dengan TIDUR, BERNAFAS, MAKAN DAN MINUM.

Pernahkah Anda bertanya mengapa industri pornografi adalah industri yang sangat pesat perkembangannya? Pernahkah Anda bertanya mengapa prostitusi mendapat julukan “industri tertua yang pernah dikenal manusia”?

Tidak, tidak, saya tidak menyarankan Anda untuk “jajan”. Tetapi pikirkanlah, MENGAPA?

Karena sex adalah KEBUTUHAN BIOLOGIS yang paling MENDASAR.

Jadi, apabila Anda menikah atau pacaran bukan untuk sex, maka saya katakan : BULLSHIT.

Apabila Anda menikah atau pacaran bukan karena sex, maka Anda akan mengalami mimpi buruk sepanjang hidup Anda.

Anda sudah menyangkal sifat alami yang diberikan oleh alam kepada Anda.

Apabila Anda ingin mengetahui siapa itu Abraham Maslow, Anda dapat membuka wikipedia.

fpi(atas, demo salah satu ormas preman terhadap kedatangan Miyabi. Pria-pria yang sexually frustrated cenderung beringas…bond-brosnan-martini… bandingkan auranya dengan pria yang sexually fulfilled seperti tokoh fiksi James Bond, versi Pierce Brosnan…68143_470149044887_6346981_n… atau saya… :P)

Jadi apabila Anda mencari pasangan, memang benar, sesungguhnya Anda harus saling nyaman antara satu sama lain. Tetapi juga diantara Anda harus ada KETERTARIKAN SEXUAL.

Mitos lain yang berkembang di masyarakan global secara umumnya adalah : wanita tidak suka sex. Lihat lagi segitiga maslow diatas. Wanita itu sama manusianya dengan para pria, dalam arti pada tingkat biologis mereka membutuhkan makan, minum, bernafas dan tentunya SEX.

Hanya saja, rangsangan terhadap wanita berbeda dengan pria. Apabila para pria mendapatkan rangsangan sexual dari visual (film, gambar, dan sejenisnya) maka wanita mendapat rangsangan dari bayangan. Kalau pria mempunyai film porno, wanita memiliki : NOVEL ROMANCE.

Ya, saya tidak salah berbicara. Novel-novel romantis adalah bahan pornografi bagi wanita. Mereka mengidam-idamkan tokoh-tokoh seperti Rhett Butler (Gone with the Wind), Edward Cullen dan Jacob Black (Twilight). Rangsangan mereka cukup berbelit-belit. Bahkan saya mencoba menyukai film Twilight tak berhasil dalam upaya saya menontonnya berkali-kali. Bila Anda memerlukan tokoh yang lebih dapat dicerna oleh pria, James Bond adalah contoh yang paling masuk akal. Anda bisa mencontoh body language, karisma, ketenangannya dan kepemimpinannya.

mujeresfeministas1
(Para wanita yang sexually frustrated, mengaku-ngaku sebagai feminist)

“Sexy” bagi para wanita pun definisinya cukup berbeda. Saya perhatikan, genarasi sekarang banyak mengagumi para pria-pria korea yang bagi saya sangat feminin, yang mungkin lebih banyak menghabiskan waktu dan uang mereka untuk berdandan lebih lama dari para wanita tulen. Di luar itu kita masih memiliki Edward Cullen, Hua Ze Lei dan dari dunia non-fiksi : Justin Bieber!

justin-bieber-40th-anniversary-american-music-awards-06

Namun dengan semua contoh tersebut apakah itu Anda berarti harus menghabiskan jutaan dan waktu berjam-jam untuk ke salon dan perawatan wajah?

Tidak. Itu adalah tugas wanita. Pria sejatinya diciptakan untuk menjadi mahluk yang praktis. Kita memiliki tugas kita sendiri. Dan kita bertugas kepada diri kita untuk selalu menjaga maskulinitas kita.  Dan sebagian besar survival rate wanita ditentukan oleh pria. Survival strategy umum para wanita adalah dengan menjaga penampilan agar para pria tertarik kepadanya.

Ketahuilah, apa yang diucapkan oleh wanita seringkali berlawanan dengan apa yang mereka inginkan. Inilah yang kita kenal sebagai : “Chick Logic”, atau logika wanita. Dimana logika mereka sangat tidak selaras dengan definisi logika yang sesungguhnya.

Karena pada kenyataannya beberapa player terbaik di dunia bukanlah orang yang tampan. Namun orang-orang yang berani malu, berani bertindak, sadar akan situasi sekeliling, hidup dalam realitanya sendiri dan sangat oportunis terhadap keadaan. Ya benar, penampilan memang akan sangat membantu menimbulkan attraction kepada wanita. Namun saya mengenal cukup banyak orang tampan yang sangat dekat dengan saya namun mereka terhalang dengan hal-hal seperti norma, rasa percaya diri, tindakan dan keberanian untuk meningkatkan situasi menjadi sexual (sexual escalation).

Salah seorang teman player saya, dia orangnya sangat pendek, jauh dari tampan, namun apabila dia berbicara dia tidak dapat berhenti. Setiap kali saya hang out dengan dia, dia selalu menggoda SETIAP wanita yang berpapasan dengan kami. Biasanya saya pulang sendiri sedangkan dia selalu pulang belakangan dengan seorang wanita yang mengekori dia.

Itulah player sejati.

Sebab percuma saja bila Anda yang seorang pria dianugerahi dengan wajah cantik (ya, cantik) namun isi Anda sama cantiknya dengan luar Anda.

Terimalah fakta ini : Attraction isn’t a choice; sebuah kalimat yang dibuat terkenal oleh David de Angelo. Yang mana artinya bila seorang wanita tidak tertarik kepada Anda, maka tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mengubah itu.

Namun dibalik itu, apabila seorang wanita tertarik kepada Anda, maka hal yang sama pun berlaku. Tidak ada yang bisa dia lakukan untuk mengubah itu.

Lupakan semua teori yang pernah Anda pelajari. Lupakan opener, canned routines atau teknik-teknik seduction lainnya yang pernah Anda pelajari (apabila Anda pernah ikut serta dalam komunitas seduction seperti saya). Seduction dan sex itu adalah hal yang sangat alami terjadi. Tidak perlu “rocket science” untuk melakukan seduction. Intinya hanya jeli terhadap keadaan dan berani melakukan sexual escalation. Ini hanya bisa dicapai apabila Anda tidak mengingkari diri Anda sebagai mahluk yang sexual.

Satu pengalaman saya. Suatu malam saya bosan berdiam diri di rumah. Sayapun keluar seadanya, entah tujuan saya kemana. Tidak membawa uang, tidak ada persiapan, tidak ada pikiran apa-apa. Yang jelas saya hanya ingin keluar. Sayapun memasuki sebuah club, dan duduk dengan santai disitu.

Di sebelah saya ada seorang gadis berkacamata yang manis. Saya mencoba membuka obrolan dengannya. Namun karena musik yang yang keras dan kerumunan yang ramai, pembicaraan itu tidak berujung kemana-mana. Namun responnya saya perhatikan tetap bagus. Dia masih berusaha mendengarkan apa yang saya katakan waktu itu.

Setelah percakapan yang saya lakukan dengan dia tidak berujung kemana-mana, saya berpindah tempat, membeli minuman untuk saya sendiri. Di sebelah saya ada seorang gadis lain yang lebih cantik. Saya mencoba membuka percakapan lagi dengannya. Namun gadis yang ini lebih frontal dalam menolak saya. Saya tidak peduli, dan tetap duduk sambil menikmati minuman saya.

Beberapa lama kemudian gadis yang berkacamata memberikan lambaian tangan kepada saya, saya pun membalas lambaiannya dan tersenyum kepadanya. Tak banyak basa basi, dia langsung duduk di samping saya dan dalam hitungan kurang dari sejam dia sudah duduk di pangkuan saya.

Saya memeluknya dari belakang, menciumi leher dan rambutnya sambil menikmati musik. Ketika kami akan berpisah, saya meminta nomer telponnya. Saya menunjuk ke bibir saya, dan dia langsung melangkah maju, meraih dan menarik leher saya, sambil menjinjit agar dia dapat mencapai bibir saya. Kami berciuman di depan banyak orang, tapi sepertinya dia tak peduli, begitupun saya.

Gadis yang duduk di sebelah saya menyaksikan semua itu. Ya… saya akui, revenge feels great sometimes😀

Itu belum seberapa. Saya juga pernah didatangi seorang wanita yang entah darimana setelah berkenalan tiba-tiba dia langsung menarik tangan saya dan menaruh tangan saya di perutnya. Dia kelihatan sadar, tidak berada di bawah pengaruh obat-obatan maupun alkohol. Kami melakukan dirty dancing dan dry hump semalaman penuh.

Moral of the story? Sometimes just being there will get you lucky.

Kadang-kadang Anda hanya perlu hadir disitu saat keajaiban terjadi. Ya, saya serius.

Anda tidak perlu melakukan apa-apa, selain menerima fakta bahwa Anda adalah mahluk yang seksual, dan jangan mengingkari sexualitas Anda.

10 comments on “Maslow’s Hierarchy of Needs

  1. Pingback: Cara Mencapai Tujuan Anda | Laki Tulen

  2. Pingback: Kino (Sentuhan) | Laki Tulen

  3. Pingback: Mitos-mitos umum yang beredar mengenai cewek part 1 | Laki Tulen

  4. Pingback: 2013 Recap | Laki Tulen

  5. Pingback: Si Kecap Nomer 1 di Asia | Laki Tulen

  6. Pingback: Alur Blog | Laki Tulen

  7. Pingback: Invisible War | Laki Tulen

  8. Pingback: Tipe-tipe cewek | cotulen.com

  9. Pingback: Gotlek Yang Fenomenal | Laki Tulen

  10. Mas Kliwon
    August 4, 2015

    mantap ! makasih gan artikel2 dilaki tulen sgt menampar dan membuat sy merasakan sadar utk mengoreksi dan memperbaiki diri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 29, 2013 by in Inner Game, Opini and tagged , , , , , , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: