Laki Tulen

Reclaim Your Manhood Today!

Nice Guy vs Bad Boy

Bad-Boys-movies-69320_1024_768-650x487

Salah satu perdebatan tertua di dunia romansa.

Saya yakin, Anda pernah mengalami hal seperti ini :

Anda tertarik kepada seorang wanita, Anda berjanji kepada diri Anda sendiri Anda akan mencintainya dengan sepenuh hati, Anda akan menyayanginya dengan kesungguhan dan Anda akan melakukan apapun juga demi dia. Sudah banyak pengorbanan yang sudah Anda lakukan untuk si dia.

Namun…

Ternyata dia memilih si brengsek, yang ternyata hanya memanfaatkan dia untuk sex semata. Setelah habis manis sepah dibuang, dia merangkak memohon kembali kepadanya.

Sedangkan Anda berdiri menonton semua drama itu di pojokan tanpa si dia menyadari keberadaan Anda.

Si dia pun sering curhat dengan Anda tentang pria brengsek itu “mengapa dia tidak mencintaiku?”

Apa yang terjadi?

Mari kita lihat terlebih dahulu seperti apa itu “nice guy”

Mereka adalah para pria :

  • yang memberikan perhatian kepada wanita
  • yang sangat menghormati wanita
  • yang tidak akan memperlakukan wanita secara buruk

Logikanya, wanita tergila-gila kepada kategori pria ini bukan?

Sayangnya, dunia tidak bekerja seperti itu.

Pada buku Men are from Mars and Women are from Venus, serta Why Men don’t Listen and Women can’t Read Maps dibeberkan bahwa pria lebih berpikir menggunakan LOGIKA, sedangkan wanita lebih terdorong oleh PERASAAN.

Seringkali, para “nice guy” gagal memberikan SATU HAL yang sangat krusial. Yaitu membuat sang wanita MERASAKAN berbagai gejolak perasaan,

Apabila para “nice guy” mengobrol dengan seorang wanita, percakapan itu terkesan sangat datar. Seringkali karena para “nice guy” ini selalu berusaha menjaga perasaan lawan bicaranya dan berusaha untuk tidak melewati nilai-nilai moral “nice” nya.

Para “nice guy” yang melakukan pendekatan dengan seorang wanita, mereka memperlakukan wanita dengan baik, namun dengan maksud terselubung di belakangnya : memenangkan hati si wanita.

Sedangkan para bad boys sama sekali tidak perduli dengan hal-hal itu. Apa yang Anda lihat seorang “bad boy”, itulah apa yang akan Anda dapat. Tidak ada agenda atau maksud tersembunyi dibelakangnya atau kepura-puraan.

Apa yang mereka ucapkan, itulah yang mereka maksudkan. Apa yang mereka lakukan, itulah yang mereka lakukan.

Wanita di sekitar mereka merasakan gejolak-gejolak perasaan mulai dari takut, sedih, senang, gairah, marah dan seterusnya.

Mereka pun sering berperilaku “I am the prize” dalam arti merekalah yang dikejar oleh para wanita, bukan sebaliknya.

Sedangkan para “nice guy” berperilaku dengan menempatkan wanita diatas segalanya.

INGATLAH. Beberapa agama terbesar di dunia mengajarkan bahwa wanita berasal dari tulang rusuk pria.

Alat kelamin kita diciptakan dengan desain para pria memberi dan wanita menerima.

Dunia ini hampir secara keseluruhan diciptakan oleh pria. Internet, teknologi, sains, pengetahuan, hiburan televisi, film dsb.

Hanya pada abad ke 20an gerakan feminis dan persamaan hak para wanita mulai menggebrak dunia dan menggeser maskulinitas pria. Pada jaman modern saat ini, maskulinitas pria seolah-olah sesuatu yang sangat tabu untuk ditampilkan.

Impactnya adalah pada jaman modern ini dunia lebih banyak dipenuhi oleh para pria yang lebih dominan sisi femininya dibandingkan sisi maskulinnya.

Saya tidak berbicara mengenai siapa yang lebih tinggi atau rendah disini. Saya mengutarakan bahwa pria dan wanita itu BERBEDA, dan topik mengenai persamaan hak antara keduanya adalah tidak relevan.

Secara biologis dan secara kodrat, keduanya memiliki tugas masing-masing.

feminist

Itulah sebabnya mengapa para “bad boys” adalah mahluk yang cukup langka saat ini.

Anda tetap dapat menjadi seorang “nice guy” dengan karisma seorang bad boy :

  • Tuluslah dengan apa yang Anda lakukan, baik maupun buruk. Lakukan apa yang Anda lakukan karena Anda melakukannya, bukan karena hal yang lain.
  • Stop memikirkan opini orang lain terhadap Anda, karena kemungkinan besar orang-orang lain cemas dengan apa yang Anda pikirkan tentang mereka.
  • Apabila Anda menolong seorang wanita, yakinkan diri Anda, apakah Anda melakukannya karena memang Anda ingin menolongnya, ataukah Anda menginginkan sesuatu yang lain darinya.
  • Tingkatkan rasa percaya diri Anda dan berusaha hidup pada saat ini (live in the moment) tanpa kepedihan tentang masa lalu maupun kecemasan tentang masa depan.
  • Ucapkan apa yang ingin Anda sampaikan ke target, apapun itu baik maupun buruk. Kritik, pujian, atau perbedaan pendapat.
  • Jangan pernah “berinvestasi” kepada seorang wanita. Biarkanlah mereka yang “berinvestasi” kepada Anda. Dalam arti Anda tidak perlu mengalokasikan energi, waktu dan uang untuk seorang wanita secara spesial. Biarlah mereka yang menunjukkan komitmen mereka untuk berinvestasi kepada Anda, lalu putuskan apakah Anda ingin bersamanya atau tidak.
  • Reward-punishment. Jangan takut memberi hukuman (bukan dalam arti memukul atau kekerasan baik fisik maupun verbal) apabila si target tidak bertingkah seperti yang anda inginkan. Hukuman ini bisa berupa memutuskan perhatian sementara kepada si target atau meledek (dalam nada bercanda) si target. Apabila si target melakukan hal yang Anda inginkan, berilah dia hadiah, bisa berupa pujian ataupun materi (materi yang memiliki arti, bukan yang berharga nominal tinggi).

5 comments on “Nice Guy vs Bad Boy

  1. Pingback: “Value”, “Needy” dan “Approval Seeking” | Laki Tulen

  2. Pingback: Storytelling | Laki Tulen

  3. Pingback: HB Rating System Revisited (Binary Rating System) | Laki Tulen

  4. Pingback: Alur Blog | Laki Tulen

  5. Pingback: Mengapa Cewek Lebih Suka “Badboy” dibanding “Nice guy”? | Ferdi the Flyonz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 14, 2013 by in Opini and tagged , , , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: